Mulai Juli 2026, Turis yang Tinggalkan Jepang Kena Pajak Rp340 Ribu

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GLOBAL-Pemerintah Jepang resmi menaikkan Pajak Keberangkatan Internasional atau yang dikenal dengan istilah Sayonara Tax mulai 1 Juli 2026.

Kebijakan baru tersebut membuat wisatawan internasional yang meninggalkan Jepang melalui jalur udara maupun laut harus membayar pajak sebesar 3.000 yen atau sekitar Rp340 ribu.

Jumlah itu meningkat tiga kali lipat dibanding tarif sebelumnya yang hanya sebesar 1.000 yen atau sekitar Rp115 ribu.

Berlaku untuk Semua Wisatawan

Pajak keberangkatan ini berlaku bagi seluruh wisatawan internasional tanpa memandang kewarganegaraan.

Biaya tersebut nantinya akan otomatis dimasukkan ke dalam harga tiket pesawat maupun kapal oleh maskapai dan operator transportasi.

Pemerintah Jepang menyebut kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi untuk menghadapi lonjakan wisatawan asing yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Jepang Targetkan 60 Juta Wisatawan

Pemerintah Jepang menargetkan mampu menarik hingga 60 juta wisatawan internasional per tahun pada 2030.

Baca Juga :  China Tutup Wilayah Udara 40 Hari, Ada Apa?

Namun di sisi lain, peningkatan jumlah wisatawan juga memunculkan persoalan baru berupa overtourism atau kepadatan wisata berlebihan di sejumlah kota besar seperti Tokyo, Osaka, dan Kyoto.

Lonjakan wisatawan disebut mulai memberikan tekanan terhadap transportasi umum, lingkungan, hingga kenyamanan masyarakat lokal.

Karena itu, pemerintah Jepang menilai penyesuaian tarif pajak wisata menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas destinasi wisata mereka.

Dana Pajak untuk Infrastruktur dan Wisata

Pendapatan dari Sayonara Tax akan digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan sektor pariwisata dan infrastruktur.

Mulai dari pemeliharaan fasilitas umum, pengembangan bandara dan tempat wisata, hingga restorasi aset bersejarah.

Selain itu, dana pajak juga akan digunakan untuk pengembangan layanan informasi wisata berbasis digital guna meningkatkan kenyamanan turis selama berada di Jepang.

Baca Juga :  177 Hotel Jemaah Haji Indonesia di Makkah 2026: Dekat Halte Bus, Sistem Nomor Bikin Anti Tersesat

Ada Pengecualian

Meski berlaku untuk hampir seluruh wisatawan, pemerintah Jepang memberikan pengecualian kepada beberapa kelompok tertentu.

Mereka yang dibebaskan dari pajak ini antara lain kru pesawat dan kapal, penumpang transit, serta penumpang yang terpaksa mendarat di Jepang akibat cuaca buruk atau kondisi darurat lainnya.

Liburan ke Jepang Diprediksi Makin Mahal

Kenaikan pajak keberangkatan ini diperkirakan akan menambah biaya perjalanan wisata ke Jepang, terutama bagi wisatawan keluarga atau rombongan.

Meski demikian, Jepang tetap menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan dunia berkat budaya, kuliner, teknologi, dan keindahan alamnya.

Bagi wisatawan yang berencana bepergian ke Jepang setelah 1 Juli 2026, disarankan untuk mulai memperhitungkan tambahan biaya tersebut saat menyusun anggaran perjalanan.

Editor : Dedi Dora

Berita Terkait

Profil Kimi Antonelli, Pebalap Mercedes yang Jadi Juara Dunia Formula 1 Termuda
Netanyahu Unggul dalam Pemilu Israel 2026, tetapi Gagal Raih Mayoritas
Mengapa Taiwan Penting bagi Dunia? Ini Peran TSMC dalam Industri Chip Global
Marc Marquez Menggila di Sepang, Jorge Martin Terancam Kehilangan Poin Penting
Hack Binance Terbesar? Ini Kronologi Dugaan Pencurian Aset Kripto Rp114 Triliun
Hasil Pemilu Israel Terbaru: Netanyahu Belum Tentu Jadi PM, Ini Alasannya
Meta Siapkan Saham Khusus Mark Zuckerberg, Antisipasi Pajak Miliarder
Elon Musk Prediksi 200 Perusahaan AI Bangkrut, SpaceX Siapkan Utang Rp 640 Triliun
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 12:00 WIB

Profil Kimi Antonelli, Pebalap Mercedes yang Jadi Juara Dunia Formula 1 Termuda

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Netanyahu Unggul dalam Pemilu Israel 2026, tetapi Gagal Raih Mayoritas

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 04:00 WIB

Mengapa Taiwan Penting bagi Dunia? Ini Peran TSMC dalam Industri Chip Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 02:00 WIB

Marc Marquez Menggila di Sepang, Jorge Martin Terancam Kehilangan Poin Penting

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 00:05 WIB

Hack Binance Terbesar? Ini Kronologi Dugaan Pencurian Aset Kripto Rp114 Triliun

Berita Terbaru