Prabowo Resmi Terapkan Ekspor Sawit dan Batu Bara Satu Pintu via BUMN

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 6 Juni 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

EKONOMI – Presiden Prabowo Subianto resmi menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 Tahun 2026 tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam (SDA) Strategis.

Aturan tersebut mengatur ekspor komoditas strategis dilakukan melalui satu pintu menggunakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ekspor.

Tiga komoditas yang masuk tahap awal kebijakan ini meliputi:

  • Kelapa sawit
  • Batu bara
  • Ferro alloy atau paduan besi

Ekspor Hanya Lewat BUMN

Dalam Pasal 3 ayat (1), disebutkan bahwa komoditas SDA strategis hanya dapat diekspor oleh BUMN ekspor.

BUMN tersebut dapat bertindak:

  • Sebagai pemilik barang ekspor
  • Sebagai perantara tunggal ekspor

Pemerintah juga membuka peluang penambahan komoditas strategis lain melalui rapat koordinasi antar kementerian terkait.

Baca Juga :  Prabowo Perintahkan Kapolri dan Panglima TNI Usut Tambang Ilegal, Keduanya Berdiri Siap

Berlaku Mulai Juni 2026

PP tersebut diteken pada 20 Mei 2026 dan resmi berlaku mulai 1 Juni 2026.

Sementara itu, implementasi penuh ekspor satu pintu ditargetkan berlaku paling lambat 31 Desember 2026.

Pemerintah Bentuk PT DSI

Sebagai pelaksana kebijakan, pemerintah membentuk PT Danantara Sumber Daya Indonesia atau PT DSI.

Perusahaan BUMN baru tersebut akan menjadi pengendali utama ekspor SDA strategis Indonesia.

Pada tahap awal, PT DSI akan menangani ekspor:

  • Sawit
  • Batu bara
  • Ferro alloy

Tujuan Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Presiden Prabowo menyebut kebijakan ini bertujuan:

  • Memperkuat pengawasan ekspor
  • Menekan praktik transfer pricing
  • Mencegah kurang bayar ekspor
  • Mengurangi pelarian devisa hasil ekspor
  • Mengoptimalkan penerimaan negara
Baca Juga :  Bansos PKH-BPNT Terbaru Cair April 2026, Mensos Pastikan Mulai Minggu Ketiga

Menurut pemerintah, tata kelola ekspor terpusat diharapkan meningkatkan transparansi dan efisiensi perdagangan komoditas strategis Indonesia.

Pengusaha Beri Catatan

Sejumlah pelaku usaha sebelumnya meminta pemerintah memperhatikan:

  • Masa transisi implementasi
  • Kelancaran rantai pasok ekspor
  • Mekanisme penetapan harga
  • Kepastian kontrak dagang internasional

Pemerintah memastikan masa transisi berlangsung bertahap selama 2026 sebelum sistem berjalan penuh di akhir tahun.

Komoditas Strategis Jadi Fokus

Kebijakan ini menandai langkah besar pemerintah dalam mengendalikan perdagangan SDA strategis nasional.

Selain meningkatkan pendapatan negara, pemerintah juga ingin memastikan ekspor komoditas unggulan Indonesia lebih terkontrol dan memberi dampak optimal terhadap ekonomi nasional.

Berita Terkait

QRIS Tembus 67 Juta Pengguna, Kini Bisa Dipakai di 6 Negara: Cek Negara yang Sudah Mendukung
Purbaya Buka Opsi Ubah Batas Omzet UMKM Bebas PPh, Ini Penjelasannya
5 Direktur Baru Bank BTN 2026, Ada Eks Pejabat WIKA dan yang Termuda 43 Tahun
Harga BBM Pertamina Sumatera 6 September 2026: Pertamax hingga Dexlite
KAI Group Buka Rekrutmen 2026 untuk Lulusan SMA-S1, Ini Cara Daftar
Laba Telkom Indonesia (TLKM) Semester I 2026 Naik Jadi Rp10,6 Triliun, Simak Kinerja Terbarunya
Tarif Listrik PLN September 2026 Terbaru: Cek Harga per kWh untuk Rumah Tangga, Bisnis dan Industri
BI Rate September 2026 Tetap 5,75%, Apa Dampaknya untuk Bunga KPR, Deposito dan Kredit?
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 13:00 WIB

QRIS Tembus 67 Juta Pengguna, Kini Bisa Dipakai di 6 Negara: Cek Negara yang Sudah Mendukung

Minggu, 6 September 2026 - 10:00 WIB

5 Direktur Baru Bank BTN 2026, Ada Eks Pejabat WIKA dan yang Termuda 43 Tahun

Minggu, 6 September 2026 - 08:25 WIB

Harga BBM Pertamina Sumatera 6 September 2026: Pertamax hingga Dexlite

Minggu, 6 September 2026 - 08:00 WIB

KAI Group Buka Rekrutmen 2026 untuk Lulusan SMA-S1, Ini Cara Daftar

Minggu, 6 September 2026 - 03:00 WIB

Laba Telkom Indonesia (TLKM) Semester I 2026 Naik Jadi Rp10,6 Triliun, Simak Kinerja Terbarunya

Berita Terbaru

oppo_0

Sungai Penuh

Proyek IPA Rawang Dikebut, Target Rampung Akhir 2026

Minggu, 6 Sep 2026 - 12:33 WIB