Bitcoin Terancam Koreksi 10 Persen, Level US$72.754 Jadi Penentu Arah Harga BTC

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 3 Juni 2026 - 03:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta-Harga Bitcoin kembali menjadi perhatian pelaku pasar setelah sejumlah analis memperingatkan potensi koreksi lebih dalam apabila aset kripto terbesar di dunia itu kehilangan level support penting di area US$72.754. Saat ini Bitcoin masih bertahan di kisaran US$73.000-an, namun tekanan teknikal dan sentimen pasar global membuat investor semakin waspada terhadap kemungkinan penurunan hingga 10 persen dalam waktu dekat.

Analisis terbaru menunjukkan bahwa Bitcoin telah mengalami breakdown dari pola bearish head and shoulders pada akhir Mei 2026. Pola ini selama ini dikenal sebagai salah satu sinyal teknikal yang sering mendahului fase koreksi harga. Berdasarkan perhitungan target pola tersebut, Bitcoin berpotensi turun menuju area US$66.800 apabila tekanan jual kembali meningkat dan level support utama gagal dipertahankan.

Meski demikian, pasar belum sepenuhnya menunjukkan kepanikan. Volume perdagangan justru cenderung menurun setelah breakdown terjadi. Kondisi ini mengindikasikan bahwa tekanan jual agresif belum sepenuhnya mendominasi pasar. Banyak investor besar terlihat memilih menunggu arah berikutnya sebelum mengambil keputusan investasi yang lebih besar.

Data on-chain juga memberikan gambaran yang menarik. Holder jangka panjang atau long-term holder tercatat terus menambah kepemilikan Bitcoin mereka dalam beberapa hari terakhir. Akumulasi ini menjadi sinyal bahwa sebagian investor masih percaya terhadap prospek jangka panjang Bitcoin meskipun volatilitas jangka pendek masih tinggi. Kenaikan jumlah Bitcoin yang disimpan investor jangka panjang sering dianggap sebagai indikator positif bagi kesehatan pasar kripto secara keseluruhan.

Baca Juga :  Harga Kripto Hari Ini 11 Juni 2026: Bitcoin Bertahan di Rp1,11 Miliar, Ethereum dan XRP Bergerak Variatif

Di sisi lain, pasar derivatif menunjukkan aktivitas yang relatif lebih tenang dibandingkan beberapa pekan sebelumnya. Open interest kontrak futures Bitcoin mengalami penurunan yang menandakan berkurangnya penggunaan leverage oleh trader. Kondisi ini membuat risiko likuidasi besar-besaran menjadi lebih kecil, namun juga menunjukkan bahwa pasar sedang kekurangan katalis untuk mendorong harga bergerak lebih tinggi.

Perhatian utama investor kini tertuju pada level Fibonacci 0,618 di area US$72.754. Level ini menjadi garis pertahanan terakhir yang menentukan apakah Bitcoin masih mampu bertahan dalam fase konsolidasi atau justru memasuki tren penurunan yang lebih dalam. Jika harga ditutup di bawah area tersebut dalam timeframe menengah, maka target penurunan berikutnya berada di sekitar US$71.310, US$69.470, hingga US$66.800.

Sebaliknya, skenario bullish masih terbuka apabila Bitcoin berhasil kembali menembus area resistance di atas US$74.783. Jika momentum beli terus meningkat, target kenaikan selanjutnya berada di sekitar US$76.039 hingga US$78.068. Namun untuk mencapai level tersebut, pasar membutuhkan dukungan sentimen positif dari faktor makroekonomi global maupun peningkatan minat investor institusi.

Baca Juga :  Harga Bitcoin Hari Ini 30 Juli 2026 Stabil di Rp1,16 Miliar, Ethereum Melemah, Solana Menguat

Dengan kondisi pasar yang masih penuh ketidakpastian, investor disarankan untuk tetap menerapkan manajemen risiko yang disiplin. Pergerakan Bitcoin dalam beberapa hari ke depan diperkirakan akan sangat menentukan arah pasar kripto secara keseluruhan. Level US$72.754 kini menjadi batas penting yang dipantau trader di seluruh dunia karena kehilangan area tersebut dapat membuka jalan bagi koreksi hingga 10 persen menuju zona US$66.800.

FAQ

Apakah Bitcoin akan turun 10 persen?
Potensi tersebut ada jika harga Bitcoin menembus support utama di US$72.754 dan tekanan jual meningkat.

Mengapa level US$72.754 penting?
Level tersebut merupakan area Fibonacci 0,618 yang sering menjadi penentu arah tren harga.

Apakah investor besar masih membeli Bitcoin?
Data on-chain menunjukkan holder jangka panjang masih melakukan akumulasi Bitcoin.

Berapa target penurunan Bitcoin jika support jebol?
Target teknikal berikutnya berada di sekitar US$71.310, US$69.470, hingga US$66.800.

Apakah Bitcoin masih bisa naik?
Ya, jika mampu kembali menembus resistance di atas US$74.783 dan mendapatkan dukungan sentimen positif pasar. (Tim)

Berita Terkait

Harga Bitcoin Hari Ini 26 Agustus 2026 Tembus Rp1,2 Miliar, Ethereum Menguat: Kripto Bakal Lanjut Naik?
Harga Bitcoin Terbaru Hari Ini 25 Agustus 2026 Tembus US$81 Ribu, BTC Masih Kuat atau Siap Koreksi?
Apa Itu Bitcoin? Panduan Lengkap Memahami BTC, Cara Kerja, Manfaat, dan Risikonya
Harga Bitcoin Malam Ini 23 Agustus 2026 Tembus Rp1,37 Miliar, Masih Bisa Naik ke Rp1,5 Miliar?
Harga Bitcoin Terbaru Hari Ini 23 Agustus 2026: BTC di $77.294, Masih Bisa Naik?
Bitcoin Naik 20% dalam 48 Jam, Tembus US$77.000: Ini Dampaknya ke Strategy
Harga Bitcoin Terbaru Hari Ini 21 Agustus 2026 Tembus US$72.761, XRP Melonjak 18,89 Persen: Analisis Pasar Kripto Terbaru
Harga Kripto Hari Ini 20 Agustus 2026: Bitcoin Dekati US$70.000, Cek BTC, ETH, XRP dan Solana
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Harga Bitcoin Hari Ini 26 Agustus 2026 Tembus Rp1,2 Miliar, Ethereum Menguat: Kripto Bakal Lanjut Naik?

Selasa, 25 Agustus 2026 - 23:30 WIB

Harga Bitcoin Terbaru Hari Ini 25 Agustus 2026 Tembus US$81 Ribu, BTC Masih Kuat atau Siap Koreksi?

Senin, 24 Agustus 2026 - 04:03 WIB

Apa Itu Bitcoin? Panduan Lengkap Memahami BTC, Cara Kerja, Manfaat, dan Risikonya

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:00 WIB

Harga Bitcoin Malam Ini 23 Agustus 2026 Tembus Rp1,37 Miliar, Masih Bisa Naik ke Rp1,5 Miliar?

Minggu, 23 Agustus 2026 - 01:02 WIB

Harga Bitcoin Terbaru Hari Ini 23 Agustus 2026: BTC di $77.294, Masih Bisa Naik?

Berita Terbaru