Prabowo Sorot Ekspor Sawit, Ini Daftar Perusahaan CPO Terbesar di Indonesia

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 27 Mei 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BISNIS-Indonesia kembali menjadi sorotan setelah Presiden Prabowo Subianto menetapkan kebijakan ekspor sumber daya alam (SDA) satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (PT DSI).

Kebijakan tersebut muncul setelah pemerintah menemukan indikasi praktik under invoicing dan manipulasi harga ekspor komoditas strategis, termasuk crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah.

Di tengah polemik tersebut, industri sawit nasional kembali menjadi perhatian karena Indonesia masih berstatus sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia.

Menurut data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), total produksi minyak sawit Indonesia pada 2025 mencapai 56,55 juta ton, dengan ekspor mencapai 32,34 juta ton.

Sementara data USDA memperkirakan produksi minyak sawit Indonesia pada periode 2025/2026 mencapai 46,7 juta metrik ton atau sekitar 57 persen produksi global.


Golden Agri Jadi Penguasa Lahan Sawit Terbesar

Jika dilihat dari luas lahan, perusahaan sawit swasta terbesar di Indonesia adalah Golden Agri-Resources.

Perusahaan tersebut diperkirakan menguasai sekitar 536 ribu hektare lahan sawit di Indonesia.

Di posisi kedua terdapat Astra Agro Lestari yang memiliki estimasi lahan sekitar 284.800 hektare.

Baca Juga :  Dugaan Under Invoicing CPO, Bareskrim Sita Dokumen dan CPU Perusahaan Sawit

Sementara posisi ketiga ditempati First Resources dengan perkiraan lahan mencapai 263.400 hektare.

Namun secara keseluruhan, lahan sawit terbesar di Indonesia masih dikuasai BUMN melalui PTPN IV PalmCo dengan estimasi luas mencapai 586 ribu hektare.


Daftar Perusahaan Sawit dengan Lahan Terbesar

Berikut daftar raksasa sawit swasta dengan lahan terbesar di Indonesia:

  1. Golden Agri-Resources – sekitar 536 ribu hektare
  2. Astra Agro Lestari – sekitar 284.800 hektare
  3. First Resources – sekitar 263.400 hektare

Golden Agri Juga Jadi Produsen CPO Terbesar

Tak hanya menguasai lahan, Golden Agri-Resources juga menjadi produsen CPO swasta terbesar di Indonesia.

Produksi CPO perusahaan tersebut diperkirakan mencapai 2,722 juta ton.

Posisi berikutnya ditempati Bumitama Agri dengan estimasi produksi sekitar 1,141 juta ton.

Sementara Astra Agro Lestari mencatat estimasi produksi mencapai 1,125 juta ton.

Di sisi BUMN, PTPN IV PalmCo diperkirakan memproduksi sekitar 2,56 juta ton CPO.


Pemerintah Soroti Manipulasi Ekspor Sawit

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya mengungkap adanya dugaan praktik transfer pricing dan under invoicing oleh sejumlah perusahaan sawit besar.

Baca Juga :  Simulasi Cicilan KPR 40 Tahun 2026: Rumah Subsidi Bisa Dicicil Mulai Rp800 Ribuan per Bulan

Modus yang digunakan disebut melalui perusahaan perantara di Singapura untuk mengubah harga ekspor sehingga nilai transaksi terlihat lebih rendah.

Temuan tersebut kini tengah diselidiki oleh Kejaksaan Agung dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).


Indonesia Masih Raja Sawit Dunia

Meski diterpa isu tata kelola ekspor, Indonesia tetap menjadi pemain utama industri sawit global.

Produksi sawit Indonesia bahkan jauh melampaui Malaysia yang berada di posisi kedua dengan produksi sekitar 20,2 juta ton.

Dominasi ini membuat kebijakan ekspor sawit Indonesia sangat berpengaruh terhadap harga minyak sawit dunia.


FAQ

Siapa perusahaan sawit terbesar di Indonesia?

Golden Agri-Resources menjadi perusahaan sawit swasta terbesar berdasarkan luas lahan dan produksi CPO.

Berapa produksi sawit Indonesia?

Produksi minyak sawit Indonesia tahun 2025 mencapai sekitar 56,55 juta ton.

Apa itu CPO?

CPO adalah crude palm oil atau minyak sawit mentah.

Mengapa industri sawit disorot pemerintah?

Karena adanya dugaan manipulasi harga ekspor dan under invoicing pada ekspor komoditas sawit.

Apa tujuan ekspor satu pintu SDA?

Untuk memperketat pengawasan ekspor dan mencegah kebocoran devisa negara.

Berita Terkait

Cara Menghasilkan Uang dari Shopee Affiliate 2026, Modal HP dan Target Rp100 Ribu Sehari
IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 14 Oktober 2026, Saham PTBA, EMAS, dan ERAA Jadi Sorotan
Harga Emas Logam Mulia Hari Ini 14 Oktober 2026, 1 Gram Rp2,57 Juta
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 14 Oktober 2026 Turun Rp20.000, Cek Daftar Lengkapnya
Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini 14 Oktober 2026, Cek Daftar Lengkapnya
Harga BBM Hari Ini 14 Oktober 2026: Pertamax, Dexlite, dan Pertamina Dex di Sumbar, Jambi, Sumut
KUR BRI Rp50 Juta Oktober 2026: Tabel Cicilan, Bunga, Syarat, dan Cara Pengajuan
Komdigi Atur Tarif Ojol Antar Makanan dan Barang, Ini Perinciannya
Berita ini 73 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:03 WIB

Cara Menghasilkan Uang dari Shopee Affiliate 2026, Modal HP dan Target Rp100 Ribu Sehari

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:24 WIB

IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 14 Oktober 2026, Saham PTBA, EMAS, dan ERAA Jadi Sorotan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:07 WIB

Harga Emas Logam Mulia Hari Ini 14 Oktober 2026, 1 Gram Rp2,57 Juta

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:01 WIB

Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 14 Oktober 2026 Turun Rp20.000, Cek Daftar Lengkapnya

Rabu, 14 Oktober 2026 - 07:53 WIB

Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini 14 Oktober 2026, Cek Daftar Lengkapnya

Berita Terbaru