SEC Setujui Opsi Bitcoin Nasdaq, Harga BTC Berpotensi Meledak Lagi?

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kayonews-Pasar kripto global kembali memanas setelah U.S. Securities and Exchange Commission resmi memberikan persetujuan terhadap produk Nasdaq Bitcoin Index Options atau QBTC. Langkah ini disebut sebagai tonggak baru bagi industri aset digital karena membuka akses lebih luas bagi investor institusi maupun ritel untuk masuk ke pasar derivatif Bitcoin yang diawasi regulator resmi Amerika Serikat.

Produk baru tersebut akan diperdagangkan di bawah naungan Nasdaq PHLX dengan kode QBTC. Instrumen ini berbasis Nasdaq Bitcoin Index yang mengikuti pergerakan CME CF Bitcoin Real Time Index. Berbeda dengan pembelian Bitcoin biasa, kontrak QBTC menggunakan sistem cash-settled sehingga investor tidak menerima Bitcoin fisik, melainkan penyelesaian keuntungan dan kerugian dilakukan dalam dolar AS.

Persetujuan SEC dianggap sebagai sinyal kuat bahwa pasar keuangan tradisional semakin menerima aset digital. Banyak analis menilai produk ini dapat meningkatkan likuiditas dan membuka peluang hedging lebih luas di tengah volatilitas harga Bitcoin yang masih tinggi. Saat ini Bitcoin masih bergerak di kisaran USD 77.000 dan menjadi aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia.

Keunggulan utama QBTC terletak pada model opsi gaya Eropa atau European-style options. Artinya, kontrak hanya dapat dieksekusi saat jatuh tempo sehingga dinilai lebih aman bagi investor institusi. Selain itu, sistem penyelesaian tunai membuat investor tidak perlu repot menyimpan Bitcoin secara langsung maupun menghadapi risiko kustodian aset digital.

Baca Juga :  Bitcoin Naik 20% dalam 48 Jam, Tembus US$77.000: Ini Dampaknya ke Strategy

Kehadiran produk baru ini juga diprediksi dapat meningkatkan minat perusahaan besar Wall Street terhadap pasar kripto. Sebelumnya investor hanya memiliki beberapa pilihan seperti ETF Bitcoin spot, futures CME, atau derivatif luar negeri. Dengan QBTC, investor kini memperoleh alternatif baru untuk melakukan strategi lindung nilai, perdagangan volatilitas, hingga diversifikasi portofolio digital secara legal dan terawasi.

Meski telah mendapat restu SEC, Nasdaq Bitcoin Index Options belum dapat langsung diperdagangkan. Nasdaq masih membutuhkan persetujuan tambahan dari Commodity Futures Trading Commission atau CFTC karena Bitcoin juga dikategorikan sebagai komoditas di Amerika Serikat. Selain itu, Options Clearing Corporation juga harus menyetujui pembaruan dokumen risiko sebelum produk resmi meluncur ke pasar.

Analis pasar menilai jika seluruh proses regulasi selesai dalam waktu dekat, maka QBTC berpotensi menjadi salah satu instrumen derivatif Bitcoin paling diminati pada 2026. Produk ini dianggap mampu menarik investor besar yang selama ini menunggu instrumen kripto dengan regulasi lebih jelas dan struktur risiko lebih terukur.

Baca Juga :  Harga Bitcoin Hari Ini 26 Agustus 2026 Tembus Rp1,2 Miliar, Ethereum Menguat: Kripto Bakal Lanjut Naik?

Persetujuan SEC terhadap Nasdaq Bitcoin Index Options juga memperlihatkan perubahan besar dalam sikap regulator AS terhadap aset digital. Setelah ETF Bitcoin spot dan opsi ETF disetujui, kini pasar bergerak ke instrumen derivatif yang lebih kompleks. Jika tren ini terus berlanjut, Bitcoin diprediksi semakin dekat menjadi bagian utama sistem keuangan global modern.

FAQ

Apa itu QBTC?
QBTC adalah Nasdaq Bitcoin Index Options, produk opsi indeks berbasis Bitcoin yang disetujui SEC.

Apakah investor menerima Bitcoin langsung?
Tidak. Produk menggunakan sistem cash-settled sehingga pembayaran dilakukan dalam dolar AS.

Mengapa persetujuan SEC penting?
Karena menandakan regulator AS semakin membuka diri terhadap produk investasi aset digital.

Apa manfaat QBTC bagi investor?
Investor dapat melakukan hedging dan strategi perdagangan Bitcoin tanpa memiliki aset kripto secara langsung.

Apakah QBTC sudah diperdagangkan?
Belum. Nasdaq masih membutuhkan persetujuan tambahan dari CFTC dan OCC. (Tim)

Berita Terkait

Harga Bitcoin Hari Ini 26 Agustus 2026 Tembus Rp1,2 Miliar, Ethereum Menguat: Kripto Bakal Lanjut Naik?
Harga Bitcoin Terbaru Hari Ini 25 Agustus 2026 Tembus US$81 Ribu, BTC Masih Kuat atau Siap Koreksi?
Apa Itu Bitcoin? Panduan Lengkap Memahami BTC, Cara Kerja, Manfaat, dan Risikonya
Harga Bitcoin Malam Ini 23 Agustus 2026 Tembus Rp1,37 Miliar, Masih Bisa Naik ke Rp1,5 Miliar?
Harga Bitcoin Terbaru Hari Ini 23 Agustus 2026: BTC di $77.294, Masih Bisa Naik?
Bitcoin Naik 20% dalam 48 Jam, Tembus US$77.000: Ini Dampaknya ke Strategy
Harga Bitcoin Terbaru Hari Ini 21 Agustus 2026 Tembus US$72.761, XRP Melonjak 18,89 Persen: Analisis Pasar Kripto Terbaru
Harga Kripto Hari Ini 20 Agustus 2026: Bitcoin Dekati US$70.000, Cek BTC, ETH, XRP dan Solana
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Harga Bitcoin Hari Ini 26 Agustus 2026 Tembus Rp1,2 Miliar, Ethereum Menguat: Kripto Bakal Lanjut Naik?

Selasa, 25 Agustus 2026 - 23:30 WIB

Harga Bitcoin Terbaru Hari Ini 25 Agustus 2026 Tembus US$81 Ribu, BTC Masih Kuat atau Siap Koreksi?

Senin, 24 Agustus 2026 - 04:03 WIB

Apa Itu Bitcoin? Panduan Lengkap Memahami BTC, Cara Kerja, Manfaat, dan Risikonya

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:00 WIB

Harga Bitcoin Malam Ini 23 Agustus 2026 Tembus Rp1,37 Miliar, Masih Bisa Naik ke Rp1,5 Miliar?

Minggu, 23 Agustus 2026 - 01:02 WIB

Harga Bitcoin Terbaru Hari Ini 23 Agustus 2026: BTC di $77.294, Masih Bisa Naik?

Berita Terbaru

Teknologi

Huawei FreeClip 2 S Resmi Hadir di Indonesia, Harga Rp3,49 Juta

Sabtu, 29 Agu 2026 - 16:00 WIB

Teknologi

5 Laptop Ringan untuk Kuliah 2026, Harga Mulai Rp5 Jutaan

Sabtu, 29 Agu 2026 - 11:07 WIB