Investor Asing Net Buy Besar di Tengah Kejatuhan IHSG, Ini Daftarnya

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 22 Mei 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BISNIS-Pergerakan pasar saham Indonesia kembali mengalami tekanan tajam pada perdagangan Kamis, 21 Mei 2026. IHSG tercatat melemah signifikan hingga menjadi salah satu indeks dengan performa terburuk di kawasan Asia Pasifik untuk kategori emerging market.

Meski tekanan jual asing masih mendominasi pasar, sejumlah saham justru mencatat aksi pembelian besar-besaran oleh investor asing. Menariknya, saham-saham yang paling banyak diborong berasal dari sektor sumber daya alam, teknologi, dan emiten yang terafiliasi dengan Grup Bakrie serta Grup Salim.

IHSG Turun Tajam di Sesi Pertama

Pada sesi pertama perdagangan, IHSG tercatat turun sekitar 2,76 persen. Sentimen negatif global, tekanan pasar regional, hingga aksi profit taking disebut menjadi faktor utama pelemahan indeks.

Tekanan jual investor asing juga masih cukup besar dengan nilai net sell mencapai sekitar Rp515 miliar.

Meski demikian, di tengah koreksi pasar yang cukup dalam, beberapa saham justru menjadi target akumulasi asing.

Saham Grup Bakrie Jadi Buruan Asing

Data perdagangan menunjukkan saham-saham terafiliasi Grup Bakrie mendominasi daftar top foreign buy pada sesi pertama perdagangan.

Saham yang paling banyak diborong asing adalah:

  1. BUMI — 310,95 juta saham
  2. BNBR — 115,90 juta saham
  3. BRMS — 104,12 juta saham

Selain saham Grup Bakrie, investor asing juga tercatat mengoleksi saham teknologi dan properti seperti:

  1. GOTO — 62,84 juta saham
  2. BKSL — 38,69 juta saham

Aksi beli besar tersebut memunculkan spekulasi bahwa investor asing mulai melihat peluang rebound pada saham-saham yang sebelumnya mengalami tekanan cukup dalam.

Baca Juga :  Resmi! Dividen BBRI 2026 Rp346 per Saham, Investor Wajib Catat Tanggal Penting Ini

Kenapa Saham SDA dan Teknologi Diborong?

Sektor sumber daya alam masih dianggap memiliki prospek menarik karena harga komoditas global yang relatif tinggi.

Sementara itu, saham teknologi seperti GOTO dinilai mulai menarik secara valuasi setelah mengalami koreksi panjang dalam beberapa waktu terakhir.

Investor asing biasanya memanfaatkan momentum penurunan pasar untuk melakukan akumulasi pada saham-saham yang dianggap undervalued.

Beberapa faktor yang membuat saham tertentu diborong asing antara lain:

  • Valuasi murah
  • Potensi rebound tinggi
  • Likuiditas besar
  • Fundamental jangka panjang
  • Prospek sektor masih positif

Saham yang Paling Banyak Dijual Asing

Di sisi lain, sejumlah saham justru mengalami tekanan jual besar dari investor asing.

Berikut daftar top foreign sell sesi pertama:

  1. DSSA — 151,71 juta saham
  2. KOTA — 110,04 juta saham
  3. BIPI — 95,17 juta saham
  4. BULL — 38,99 juta saham
  5. MDIA — 38,18 juta saham

Aksi jual asing pada saham-saham tersebut kemungkinan dipengaruhi strategi rotasi sektor dan pengambilan keuntungan jangka pendek.

IHSG Jadi yang Terburuk di Asia Pasifik

Penurunan IHSG kali ini membuat pasar saham Indonesia tercatat menjadi salah satu indeks dengan performa terburuk di kawasan emerging market Asia Pasifik.

Kondisi tersebut dipengaruhi beberapa sentimen global seperti:

  • Kekhawatiran suku bunga tinggi
  • Tekanan ekonomi global
  • Geopolitik internasional
  • Arus keluar dana asing
Baca Juga :  Harga BBM Pertamina 31 Maret 2026: Benarkah Pertalite Naik Rp14.000? Ini Faktanya di DKI Jakarta, Sumbar dan Jambi

Investor kini masih menunggu arah kebijakan bank sentral global terutama Federal Reserve terkait suku bunga.

Peluang Rebound Masih Terbuka?

Meski pasar sedang terkoreksi, sebagian analis menilai peluang rebound IHSG masih terbuka jika tekanan eksternal mulai mereda.

Aksi beli asing pada sejumlah saham tertentu juga dianggap sebagai sinyal bahwa pasar belum sepenuhnya kehilangan daya tarik.

Namun, investor tetap disarankan berhati-hati terhadap volatilitas tinggi yang masih mungkin terjadi dalam jangka pendek.

Strategi Investor Saat Pasar Turun

Saat IHSG mengalami tekanan, investor biasanya menerapkan beberapa strategi seperti:

  • Buy on weakness
  • Diversifikasi portofolio
  • Fokus saham fundamental kuat
  • Menunggu konfirmasi rebound
  • Mengurangi transaksi spekulatif

Manajemen risiko tetap menjadi faktor penting di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.

FAQ IHSG dan Saham Asing

Kenapa IHSG turun tajam?

IHSG turun akibat sentimen global negatif, tekanan jual asing, dan kekhawatiran ekonomi dunia.

Saham apa yang paling banyak dibeli asing?

BUMI, BNBR, BRMS, GOTO, dan BKSL menjadi saham dengan net foreign buy terbesar.

Apa arti net foreign buy?

Net foreign buy adalah kondisi ketika investor asing lebih banyak membeli dibanding menjual saham tertentu.

Kenapa investor asing membeli saat pasar turun?

Biasanya investor asing mencari peluang membeli saham murah saat pasar terkoreksi.

Apakah IHSG masih bisa rebound?

Peluang rebound masih ada jika sentimen global membaik dan arus dana asing kembali masuk.

Berita Terkait

Astra ASII Tebar Dividen Interim Rp3,89 Triliun, Cum Date 12 Oktober 2026
Laba Bank Himbara Agustus 2026: Mandiri Rp37,48 Triliun, BRI Rp34,77 Triliun
IHSG Diprediksi Menguat 12 Oktober 2026, Saham BRPT, BUMI, MDKA dan ITMG Jadi Sorotan
Segini Gaji Ketua dan Anggota Ombudsman R
Harga Emas Antam di Pegadaian 11 Oktober 2026: 1 Gram Rp2,63 Juta, Ini Daftar Lengkapnya
Perpres Ojol Nomor 27 Tahun 2026: Ini 4 Poin yang Ditunggu Pengemudi
Tabungan Emas BRImo vs Livin’ by Mandiri Oktober 2026: Modal Rp10 Ribu, Cek Biaya Admin dan Cara Beli
Cara Cek BSU 2026 Rp900.000 Lewat JMO, Ini Langkah-Langkahnya
Berita ini 60 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 03:02 WIB

Astra ASII Tebar Dividen Interim Rp3,89 Triliun, Cum Date 12 Oktober 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 01:00 WIB

Laba Bank Himbara Agustus 2026: Mandiri Rp37,48 Triliun, BRI Rp34,77 Triliun

Minggu, 11 Oktober 2026 - 21:00 WIB

IHSG Diprediksi Menguat 12 Oktober 2026, Saham BRPT, BUMI, MDKA dan ITMG Jadi Sorotan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Segini Gaji Ketua dan Anggota Ombudsman R

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:32 WIB

Harga Emas Antam di Pegadaian 11 Oktober 2026: 1 Gram Rp2,63 Juta, Ini Daftar Lengkapnya

Berita Terbaru