Pengadaan Lahan Whoosh Dibongkar KPK, Ada Indikasi Mark Up dan Manipulasi Aset

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 18 November 2025 - 01:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap adanya dugaan modus korupsi dalam pengadaan lahan proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh.

Salah satu pola yang sedang diselidiki adalah dugaan praktik negara membeli kembali tanah yang sebenarnya merupakan asetnya sendiri.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan penyelidikan terus dilakukan untuk menelusuri sejumlah lahan yang diduga awalnya milik negara, namun kemudian dijual kembali dalam proses pembebasan lahan proyek strategis nasional tersebut.

“Kita telusuri tanah-tanah yang diduga punya negara kemudian dijual kembali. Artinya negara membeli kembali tanah yang sebetulnya adalah milik negara,” ujarnya di Gedung KPK, Jakarta, Senin (17/11/2025).

Baca Juga :  Selain Febrie Adriansyah, Don Ritto Jadi Tersangka dan Ditahan di Polda Metro Jaya

Budi menegaskan bahwa dugaan rekayasa dalam pengadaan lahan, termasuk potensi penggelembungan harga, menjadi fokus utama penyelidikan. Meski demikian, KPK belum mengungkap pihak-pihak yang telah dimintai keterangan.

“Karena masih tahap penyelidikan, kami belum bisa menyampaikan siapa saja yang didalami. Nanti akan disampaikan jika ada perkembangan,” kata Budi.

Sebelumnya, Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, juga mengungkap indikasi serupa. Ia menyebut adanya oknum yang diduga menjual kembali tanah milik negara kepada negara dengan harga yang lebih tinggi dari nilai sebenarnya.

Baca Juga :  Harta Kekayaan Presiden Prabowo Subianto Tembus Rp2,066 Triliun, KPK Ungkap Rincian Aset Terbaru

“Ada oknum-oknum yang seharusnya tanah itu milik negara, tetapi dijual lagi ke negara,” ujar Asep.

Ia menambahkan, dalam sejumlah kasus, lahan milik negara — termasuk kawasan hutan — seharusnya dapat langsung dimanfaatkan untuk proyek pemerintah tanpa harus dibeli kembali.

“Kalaupun itu kawasan hutan, dikonversi dengan lahan lain. Tidak perlu dibayar,” jelasnya.

KPK memastikan penyelidikan akan diperluas untuk mengungkap dugaan kejanggalan dalam pengadaan lahan proyek Whoosh dan memastikan tidak ada kerugian negara yang terus berlanjut.(***)

Berita Terkait

Infinix Hot 70 Pro 5G Segera Meluncur, Bawa Layar Belakang Interaktif
Samsung AC Neo WindFree Lite Resmi Hadir, Harga Mulai Rp6,1 Juta
Xiaomi 17T Pro vs Xiaomi 15T Pro: Performa Naik, Baterai Jauh Lebih Besar
Huawei Nova 16s Pro Punya Kamera 200MP dan Layar 6,84 Inci, Ini Fiturnya
Harga iPhone 18 Pro dan Pro Max Diprediksi Naik, iPhone Ultra Bisa Rp35 Juta
Infinix XPAD 30 Pro Bawa Layar 2,5K dan Baterai 8.200mAh, Ini Spesifikasinya
BYD Sealion 08 Resmi Meluncur, Bawa Baterai 115 kWh dan Jarak Tempuh hingga 900 Km
Huawei Watch GT 7 dan GT 7 Pro Resmi Meluncur Global, Bawa Fitur Olahraga Ekstrem
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 16:00 WIB

Samsung AC Neo WindFree Lite Resmi Hadir, Harga Mulai Rp6,1 Juta

Jumat, 4 September 2026 - 10:00 WIB

Xiaomi 17T Pro vs Xiaomi 15T Pro: Performa Naik, Baterai Jauh Lebih Besar

Jumat, 4 September 2026 - 08:04 WIB

Huawei Nova 16s Pro Punya Kamera 200MP dan Layar 6,84 Inci, Ini Fiturnya

Jumat, 4 September 2026 - 04:00 WIB

Harga iPhone 18 Pro dan Pro Max Diprediksi Naik, iPhone Ultra Bisa Rp35 Juta

Kamis, 3 September 2026 - 23:00 WIB

Infinix XPAD 30 Pro Bawa Layar 2,5K dan Baterai 8.200mAh, Ini Spesifikasinya

Berita Terbaru