Jelang Pengumuman MSCI, IHSG Ditutup Merah dan Ratusan Saham Ambruk

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 12 Mei 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

EKONOMI – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan Selasa, 12 Mei 2026. Pelemahan terjadi menjelang pengumuman hasil rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang dijadwalkan berlangsung pada waktu Amerika Serikat.

Berdasarkan data perdagangan RTI Business, IHSG ditutup melemah 0,68 persen ke level 6.868,89. Meski sempat tertekan lebih dalam hingga menyentuh level 6.762,87 atau turun lebih dari 2 persen, indeks berhasil memangkas sebagian koreksinya menjelang penutupan perdagangan.

Aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) terpantau cukup tinggi. Volume perdagangan tercatat mencapai 32,87 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp16,11 triliun. Frekuensi perdagangan saham sepanjang hari mencapai 2.535.099 kali transaksi.

Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 463 saham mengalami pelemahan, 207 saham menguat, dan 151 saham bergerak stagnan.

Saham BUMN hingga Grup Konglomerat Terkoreksi

Sejumlah saham unggulan yang menjadi penopang IHSG ikut mengalami tekanan cukup dalam.

Saham PT Aneka Tambang Tbk dengan kode ANTM terkoreksi 3,51 persen ke level Rp3.570 per saham.

Baca Juga :  Indeks High Dividend 20 Menguat 4,93% Sejak Awal Tahun, Saham Royal Dividen Dinilai Menarik

Tekanan lebih besar dialami saham PT Kimia Farma Tbk (KAEF) yang anjlok hingga Auto Reject Bawah (ARB). Saham emiten farmasi pelat merah tersebut merosot 14,69 persen ke harga Rp610 per saham.

Selain itu, saham milik konglomerat Prajogo Pangestu, yakni PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), juga melemah 8,25 persen ke posisi Rp945 per saham.

Sementara itu, saham emiten Grup Bakrie, PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP), tercatat turun 8,62 persen ke level Rp318 per saham.

Investor Menanti Keputusan MSCI

Pelaku pasar saat ini tengah menanti hasil rebalancing MSCI yang dinilai dapat memengaruhi aliran dana asing ke pasar saham Indonesia.

Dalam evaluasi kali ini, MSCI disebut tidak akan menambah saham baru asal Indonesia ke dalam indeks global mereka. Sebaliknya, terdapat potensi pengurangan bobot beberapa saham RI yang masuk kategori High Shareholding Concentration (HSC).

Dua saham yang masuk kategori tersebut adalah PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN).

Baca Juga :  SpaceX Ungkap Kepemilikan 18.712 Bitcoin Jelang IPO Terbesar 2026, Nilainya Tembus Rp23 Triliun

Kebijakan tersebut diperkirakan dapat menurunkan bobot Indonesia dalam indeks MSCI, yang pada akhirnya berpotensi mengurangi aliran investasi asing ke pasar modal domestik.

Penjabat sementara Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan penurunan bobot saham Indonesia dapat memberikan tekanan jangka pendek terhadap pasar.

“Kalau itu dilakukan oleh MSCI dan tidak ada saham baru yang masuk dalam MSCI, kita dalam jangka pendek akan melihat mungkin saja weighting Indonesia turun,” ujar Jeffrey dalam acara Investor Relations Forum di Main Hall BEI, Jakarta Selatan.

Sentimen Global Masih Membayangi

Selain faktor MSCI, pasar saham domestik juga masih dipengaruhi sentimen global, termasuk arah suku bunga Amerika Serikat, arus modal asing, hingga ketidakpastian ekonomi global.

Investor kini cenderung lebih berhati-hati sambil menunggu hasil resmi pengumuman MSCI yang diperkirakan dapat menentukan arah pergerakan IHSG dalam jangka pendek.

Analis menilai volatilitas pasar masih berpotensi tinggi dalam beberapa hari ke depan, terutama pada saham-saham yang memiliki eksposur besar terhadap investor asing.

Berita Terkait

IHSG Hari Ini 30 September 2026 Melemah 0,83 Persen, GOTO hingga MEDC Tertekan
Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.925, Naik 0,31 Persen karena Pasokan Minyak Arab Saudi Pulih
IHSG Hari Ini 30 September 2026 Rebound 0,31%, UNTR, CUAN dan BUMI Menguat
Harga Emas Antam Hari Ini 30 September 2026 Naik atau Turun? Cek Harga 0,5 Gram hingga 1 Kg
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 30 September 2026 Turun, 1 Gram Rp2,619 Juta
Wall Street Tertekan, Harga Minyak dan Treasury Jadi Sorotan Investor AS, Investor Mulai Waspada
Rincian Gaji Manajer Kopdes 2026: Gaji Pokok, Tunjangan hingga Uang Makan
Euro Falls to Three-Month Low as US Dollar Strengthens
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 16:50 WIB

IHSG Hari Ini 30 September 2026 Melemah 0,83 Persen, GOTO hingga MEDC Tertekan

Rabu, 30 September 2026 - 10:02 WIB

Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.925, Naik 0,31 Persen karena Pasokan Minyak Arab Saudi Pulih

Rabu, 30 September 2026 - 09:45 WIB

IHSG Hari Ini 30 September 2026 Rebound 0,31%, UNTR, CUAN dan BUMI Menguat

Rabu, 30 September 2026 - 09:40 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 30 September 2026 Naik atau Turun? Cek Harga 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rabu, 30 September 2026 - 09:33 WIB

Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 30 September 2026 Turun, 1 Gram Rp2,619 Juta

Berita Terbaru

Oplus_131072

Internasional

Trump Resmi Ganti Istilah AI Jadi Super Intelligence, Ini Alasannya

Rabu, 30 Sep 2026 - 18:18 WIB