JAKARTA – Tren masyarakat Indonesia dalam memilih produk asuransi mulai berubah pada 2026. Konsumen kini tidak lagi sekadar mencari premi murah, tetapi juga mempertimbangkan manfaat perlindungan, kemudahan klaim, hingga layanan digital yang ditawarkan perusahaan asuransi. Kondisi ini terjadi di tengah pertumbuhan industri asuransi umum nasional yang masih menunjukkan angka positif.
Data industri mencatat total premi asuransi umum Indonesia sepanjang 2025 mencapai sekitar Rp120 triliun atau tumbuh 2,7 persen dibanding tahun sebelumnya. Meski demikian, tingkat penetrasi asuransi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) masih berada di kisaran 0,5 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa potensi pertumbuhan industri asuransi di Indonesia masih sangat besar.
Perubahan perilaku konsumen terlihat dari meningkatnya kebiasaan masyarakat membandingkan berbagai produk asuransi sebelum membeli polis. Konsumen kini lebih teliti dalam melihat manfaat perlindungan, jaringan rumah sakit rekanan, bengkel mitra, hingga proses klaim asuransi. Faktor transparansi juga menjadi perhatian utama, terutama pada layanan asuransi digital yang semakin berkembang.
Platform marketplace asuransi digital ZenInsure mengungkapkan bahwa sebagian besar pengguna membandingkan lebih dari satu produk sebelum menentukan pilihan. Harga premi masih menjadi faktor penting, namun masyarakat kini mulai fokus pada value for money atau keseimbangan antara biaya dan manfaat perlindungan yang diterima.
Country Head ZenInsure Indonesia, I Ketut Adi Putra Kusnadi, menyebut kebutuhan masyarakat terhadap layanan pendampingan klaim semakin tinggi. Menurutnya, konsumen ingin proses klaim berjalan cepat, jelas, dan tidak berbelit-belit. Hal tersebut menjadi alasan mengapa layanan digital berbasis teknologi mulai diminati oleh nasabah asuransi di Indonesia.
Selain asuransi kendaraan, produk asuransi kesehatan juga menjadi perhatian besar masyarakat. Tingginya biaya medis membuat banyak perusahaan mulai menyediakan asuransi kesehatan sebagai bagian dari fasilitas karyawan. Namun di sisi lain, industri asuransi menghadapi tantangan berupa inflasi medis yang terus meningkat sehingga memengaruhi harga premi.
Presiden Direktur Asuransi Reliance Indonesia, Pepe Arinata, mengatakan konsumen kini semakin sadar bahwa asuransi bukan sekadar pengeluaran, melainkan investasi perlindungan jangka panjang. Karena itu, perusahaan asuransi mulai menghadirkan fitur tambahan seperti layanan kesehatan preventif dan program wellness untuk meningkatkan manfaat bagi nasabah.
Di sektor kendaraan, produk asuransi comprehensive masih menjadi pilihan utama pemilik mobil. Namun, permintaan terhadap asuransi Total Loss Only (TLO) juga mulai meningkat karena dinilai lebih hemat dan sesuai kebutuhan. Sementara itu, pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia turut mendorong peningkatan permintaan asuransi kendaraan listrik yang kini berkembang cukup pesat.
FAQ
Mengapa masyarakat Indonesia semakin selektif memilih asuransi?
Karena konsumen kini lebih memahami pentingnya manfaat perlindungan, proses klaim, dan transparansi layanan sebelum membeli polis.
Faktor apa yang paling dipertimbangkan saat memilih asuransi?
Harga premi, cakupan perlindungan, kemudahan klaim, jaringan rumah sakit atau bengkel rekanan, serta layanan digital.
Apa itu asuransi TLO?
Total Loss Only (TLO) adalah jenis asuransi kendaraan yang memberikan perlindungan jika kerusakan atau kehilangan mencapai persentase tertentu.
Mengapa asuransi kesehatan semakin penting?
Karena biaya layanan kesehatan dan inflasi medis terus meningkat sehingga perlindungan kesehatan menjadi kebutuhan jangka panjang.
Apakah asuransi digital semakin diminati?
Ya, karena menawarkan proses pembelian polis dan klaim yang lebih cepat, praktis, dan transparan.









