JAMBI – Suasana Auditorium UNIFAC Universitas Jambi terasa berbeda saat Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, hadir memberikan kuliah umum yang tidak hanya membahas teori kepemimpinan, tetapi juga realita perjuangan menuju kesuksesan, Kamis (3/4/2026).
Di hadapan mahasiswa Fakultas Hukum, Alfin menyampaikan satu pesan yang terus diulang dalam pemaparannya: keberhasilan tidak pernah lahir dari jalan pintas. Ia menekankan bahwa konsistensi dan kerja keras adalah fondasi utama dalam meraih tujuan hidup.
Alih-alih berbicara normatif, Alfin justru membuka kisah hidupnya secara lugas. Ia menceritakan fase merantau, menghadapi keterbatasan, hingga perlahan membangun kepercayaan publik yang akhirnya membawanya ke kursi kepemimpinan. Cerita tersebut menjadi bukti bahwa proses panjang tidak bisa dipisahkan dari hasil besar.
“Kalau ingin berhasil, jangan hanya fokus pada hasil. Nikmati prosesnya, karena di situlah karakter dibentuk,” ujarnya di hadapan peserta yang tampak antusias.
Kuliah umum bertema “Membangun Kota, Merawat Amanah, Seni Kepemimpinan di Tengah Dinamika Politik Modern” ini juga menyoroti tantangan kepemimpinan di era sekarang yang menuntut adaptasi cepat terhadap perubahan. Menurut Alfin, pemimpin masa kini harus mampu berpikir fleksibel, namun tetap berpegang pada nilai integritas.
Ia juga memaparkan sejumlah program prioritas Pemerintah Kota Sungai Penuh, seperti “Sungai Penuh Maju, Unggul, Sehat dan Agamis,” “Sungai Penuh Melayani,” dan “Sungai Penuh Ilok.” Program-program tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan tata kelola pemerintahan yang responsif dan berorientasi pada pelayanan publik.
Tak hanya berbicara soal kebijakan, Alfin turut mengajak mahasiswa untuk mulai mempersiapkan diri sejak dini. Ia menilai generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan arah masa depan daerah, terutama dalam menghadapi dinamika sosial dan politik yang semakin kompleks.
Interaksi pun berlangsung hangat saat sesi diskusi dibuka. Mahasiswa mengajukan berbagai pertanyaan kritis, mulai dari isu hukum, kepemimpinan, hingga tantangan birokrasi di daerah. Alfin menjawab dengan pendekatan praktis, memberikan gambaran nyata tentang bagaimana teori diterapkan di lapangan.
Kuliah umum ini tidak hanya menjadi forum akademik, tetapi juga ruang refleksi bagi mahasiswa untuk memahami bahwa kesuksesan bukanlah tujuan instan, melainkan perjalanan panjang yang membutuhkan komitmen, disiplin, dan ketekunan.









