IHSG 23 April 2026 Dibuka Menguat, Namun Berbalik Melemah, Pasar Masih Diliputi Tekanan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 23 April 2026 - 11:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis, 23 April 2026, menunjukkan pergerakan yang cukup fluktuatif sejak awal sesi. Pada saat pembukaan, IHSG sempat menguat sekitar 0,30% atau naik kurang lebih 22 poin ke level 7.564. Kenaikan awal ini mencerminkan adanya sentimen positif dari pelaku pasar yang mencoba melakukan rebound setelah tekanan pada perdagangan sebelumnya.

Namun, penguatan tersebut tidak berlangsung lama. Beberapa menit setelah pembukaan, IHSG mulai kehilangan momentum dan berbalik arah ke zona pelemahan. Sekitar pukul 09.05 WIB, indeks masih bertahan di area hijau tipis di level 7.555, sebelum akhirnya terkoreksi ke kisaran 7.536. Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan jual di pasar masih cukup dominan.

Pergerakan IHSG hari ini juga dipengaruhi oleh kondisi perdagangan sebelumnya. Pada Rabu, 22 April 2026, IHSG ditutup melemah sebesar 0,24% di level 7.541. Pelemahan tersebut terjadi di tengah keputusan Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) di level 4,75%, yang dinilai belum mampu memberikan dorongan signifikan bagi pasar saham.

Selain itu, tekanan dari investor asing masih menjadi salah satu faktor utama yang membebani indeks. Aksi jual bersih (net sell) investor asing tercatat mencapai lebih dari Rp1 triliun pada perdagangan sebelumnya. Tingginya volume transaksi yang didominasi aksi jual semakin mempertegas bahwa pasar masih berada dalam fase konsolidasi.

Baca Juga :  Lowongan Management Trainee TransJakarta 2026 Resmi Dibuka, Ini Posisi dan Cara Daftarnya

Dari sisi global, sebenarnya sentimen pasar cenderung positif. Bursa saham di kawasan Asia hingga Wall Street dilaporkan menguat, didorong oleh kondisi geopolitik yang relatif stabil. Namun demikian, sentimen positif tersebut belum cukup kuat untuk mengangkat IHSG, karena investor domestik masih bersikap hati-hati terhadap kondisi ekonomi dan pergerakan nilai tukar rupiah.

Secara teknikal, analis menilai IHSG masih berada dalam fase rawan koreksi dalam jangka pendek. Level support diperkirakan berada di kisaran 7.351 hingga 7.488, sementara resistance berada di rentang 7.700 hingga 7.861. Jika IHSG mampu bertahan di atas level 7.500, peluang untuk rebound tetap terbuka. Sebaliknya, jika menembus ke bawah level tersebut, tekanan koreksi berpotensi berlanjut.

Untuk perdagangan hari ini, sejumlah saham direkomendasikan analis sebagai pilihan menarik. Saham sektor perbankan seperti BMRI dan BBYB dinilai masih memiliki prospek yang baik. Selain itu, saham konsumer dan teknologi seperti ACES dan GOTO juga menjadi perhatian. Dari sektor energi dan komoditas, saham BUMI turut dinilai memiliki potensi pergerakan seiring dinamika harga global.

Baca Juga :  12 Mobil Keluarga Terbaik 2026, Harga Mulai Rp245 Juta hingga Rp2,9 Miliar

Dengan kondisi pasar yang masih bergejolak, pelaku pasar disarankan untuk lebih selektif dalam mengambil keputusan investasi. Strategi jangka pendek seperti trading cepat (scalping) dinilai lebih relevan dalam situasi saat ini, sementara investor jangka panjang dapat mempertimbangkan akumulasi bertahap pada saham-saham dengan fundamental yang kuat. Pergerakan IHSG diperkirakan masih akan dinamis sepanjang hari, mengikuti perkembangan sentimen global dan domestik.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Dicari)

1. IHSG hari ini naik atau turun?

IHSG sempat menguat di awal perdagangan, namun kemudian berbalik melemah sehingga bergerak fluktuatif.

2. Mengapa IHSG hari ini turun?

Dipengaruhi oleh tekanan jual investor asing, aksi ambil untung (profit taking), serta sentimen domestik yang masih lemah.

3. Berapa level IHSG hari ini?

IHSG berada di kisaran 7.536 hingga 7.564 pada sesi pagi perdagangan.

4. Saham apa yang menarik hari ini?

Beberapa saham yang direkomendasikan analis antara lain BMRI, BBYB, ACES, GOTO, dan BUMI.

5. Apakah IHSG berpotensi naik kembali?

Masih berpeluang naik jika mampu bertahan di atas level support sekitar 7.500.

Berita Terkait

Obligasi Pemerintah 2026: Investasi Aman dengan Imbal Hasil Menarik untuk Pemula
Harga Emas Antam Turun Rp32.000, Peluang Cuan Investasi Emas atau Saat Tepat Diversifikasi ke Deposito dan Obligasi?
Prabowo Resmi Terapkan Ekspor Sawit dan Batu Bara Satu Pintu via BUMN
Cara Investasi Emas untuk Pemula agar Untung, Simak Strategi yang Tepat di 2026
Cara Melindungi Aset dari Inflasi, Strategi Investasi yang Banyak Dicari pada 2026
Dreame Rilis 3 Smart Home Premium di Indonesia, Robot Vacuum hingga Air Purifier Canggih
Laba Manulife Indonesia Melonjak 161,5% Jadi Rp1,28 Triliun Sepanjang 2025
BCA Resmi Membagikan Dividen Interim Rp2,46 Triliun, Pemegang Saham BBCA Cairkan Dana Mulai 26 Juni 2026
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 09:02 WIB

Obligasi Pemerintah 2026: Investasi Aman dengan Imbal Hasil Menarik untuk Pemula

Minggu, 7 Juni 2026 - 07:44 WIB

Harga Emas Antam Turun Rp32.000, Peluang Cuan Investasi Emas atau Saat Tepat Diversifikasi ke Deposito dan Obligasi?

Sabtu, 6 Juni 2026 - 22:00 WIB

Prabowo Resmi Terapkan Ekspor Sawit dan Batu Bara Satu Pintu via BUMN

Sabtu, 6 Juni 2026 - 17:00 WIB

Cara Investasi Emas untuk Pemula agar Untung, Simak Strategi yang Tepat di 2026

Sabtu, 6 Juni 2026 - 09:00 WIB

Cara Melindungi Aset dari Inflasi, Strategi Investasi yang Banyak Dicari pada 2026

Berita Terbaru