Google Pakai AI Gemini untuk Blokir Iklan Berbahaya, 99% Disaring Sebelum Tayang!

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 16 April 2026 - 20:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Jakarta-Langkah besar dilakukan Google dalam memperkuat keamanan iklan digital global. Perusahaan teknologi raksasa ini resmi mengintegrasikan kecerdasan buatan Gemini sebagai tulang punggung sistem moderasi iklan mereka sepanjang 2025, dengan hasil yang langsung terasa signifikan.

Teknologi ini memungkinkan Google memblokir hingga 99% iklan yang melanggar kebijakan bahkan sebelum sempat muncul ke publik. Artinya, potensi penipuan online, malware, hingga iklan palsu bisa dicegah sejak tahap awal, bukan setelah merugikan pengguna.

Menurut Keerat Sharma, Vice President Ad Privacy and Safety, Gemini membawa pendekatan baru dalam memahami perilaku pengiklan. AI ini tidak hanya membaca konten, tetapi juga menganalisis pola, niat, dan konteks secara lebih canggih dibanding sistem konvensional.

Sepanjang 2025, Google mencatat telah menghapus sekitar 8,3 miliar iklan bermasalah. Selain itu, hampir 25 juta akun pengiklan diblokir karena melanggar aturan, termasuk sekitar 4 juta akun yang terindikasi melakukan penipuan digital.

Yang menarik, sebagian besar akun tersebut langsung ditindak sebelum sempat menayangkan satu pun iklan. Ini menunjukkan efektivitas sistem deteksi dini berbasis AI yang kini bekerja secara real-time hanya dalam hitungan milidetik.

Baca Juga :  Kedaulatan Digital: Model China vs Amerika Serikat

Strategi keamanan Google kini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni pemanfaatan data skala besar untuk akurasi deteksi, respons super cepat untuk mengalahkan pelaku kejahatan digital, serta perlindungan terhadap pengiklan yang patuh aturan.

Tak hanya meningkatkan keamanan, Gemini juga berdampak positif pada bisnis. Google mencatat penurunan hingga 80% dalam kasus pemblokiran akun yang keliru, sehingga pelaku usaha yang sah tidak lagi dirugikan oleh sistem otomatis.

Selain itu, lebih dari 90% iklan yang tayang saat ini berasal dari pengiklan yang telah melalui proses verifikasi identitas. Hal ini memperkuat kepercayaan pengguna sekaligus meningkatkan kualitas ekosistem periklanan digital secara keseluruhan.

Google juga menegaskan bahwa mereka tidak mengambil keuntungan dari iklan yang melanggar kebijakan. Fokus utama tetap pada keamanan, transparansi, dan keberlanjutan platform.

Baca Juga :  Agar WhatsApp Tidak Mudah Di-hack, Aktifkan Pengaturan Ini

FAQ (Pertanyaan yang Sering Dicari)

1. Apa itu AI Gemini dari Google?

AI Gemini adalah teknologi kecerdasan buatan terbaru milik Google yang digunakan untuk menganalisis, menyaring, dan mengamankan berbagai layanan digital, termasuk iklan online.

2. Seberapa efektif sistem ini?

Sistem ini mampu memblokir hingga 99% iklan berbahaya sebelum tayang, menjadikannya salah satu sistem keamanan iklan paling canggih saat ini.

3. Apakah ini berdampak pada pengiklan biasa?

Ya, tetapi secara positif. Pengiklan yang patuh justru lebih diuntungkan karena risiko pemblokiran salah menurun hingga 80%.

4. Apa saja jenis iklan yang diblokir?

Iklan yang mengandung penipuan, malware, klaim palsu, hingga pelanggaran kebijakan platform akan langsung ditolak oleh sistem.

5. Apakah pengguna internet jadi lebih aman?

Tentu. Dengan sistem ini, pengguna lebih terlindungi dari iklan berbahaya yang sering menjadi pintu masuk kejahatan digital.

Berita Terkait

Cara Menghasilkan Uang dengan ChatGPT di 2026: Peluang Cuan dari AI yang Semakin Besar
CRM Software Terbaik 2026: Solusi Cerdas untuk Meningkatkan Penjualan dan Loyalitas Pelanggan
Smartphone Sultan! iPhone 17 Pro Max T-Great Hadir Berlapis Emas 24 Karat
Xiaomi Watch S5 46mm Meluncur, Punya Baterai Awet 21 Hari dan Fitur Kesehatan Lengkap
Huawei Nova 16 Series Hadir dengan AI Canggih dan Dukungan Satelit BeiDou
Nvidia RTX Spark Resmi Meluncur, Superchip AI untuk Laptop Windows Siap Gantikan Cara Kerja PC Konvensional
Tak Lagi Pakai Domain Asing, Indonesia Kini Punya Domain Khusus AI Sendiri, Begini Cara Daftar
5 Perangkat Smart Home Xiaomi Terbaru 2026, Harga Mulai Rp8 Jutaan
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 04:00 WIB

Cara Menghasilkan Uang dengan ChatGPT di 2026: Peluang Cuan dari AI yang Semakin Besar

Kamis, 4 Juni 2026 - 02:00 WIB

CRM Software Terbaik 2026: Solusi Cerdas untuk Meningkatkan Penjualan dan Loyalitas Pelanggan

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:00 WIB

Smartphone Sultan! iPhone 17 Pro Max T-Great Hadir Berlapis Emas 24 Karat

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:00 WIB

Xiaomi Watch S5 46mm Meluncur, Punya Baterai Awet 21 Hari dan Fitur Kesehatan Lengkap

Rabu, 3 Juni 2026 - 06:00 WIB

Huawei Nova 16 Series Hadir dengan AI Canggih dan Dukungan Satelit BeiDou

Berita Terbaru