JAKARTA – Samsung kembali memperkuat lini smartphone kelas menengah dengan menghadirkan Samsung Galaxy A57. Ponsel ini disebut membawa pengalaman yang semakin mendekati perangkat flagship berkat peningkatan performa, kualitas kamera, serta desain yang lebih premium.
Kehadiran Galaxy A57 menjadi penerus dari seri sebelumnya sekaligus bersaing langsung dengan Samsung Galaxy A37 yang juga berada di segmen yang sama. Kedua perangkat ini sama-sama menawarkan teknologi modern seperti layar 120Hz, dukungan jaringan 5G, hingga baterai berkapasitas besar.
Samsung bahkan memposisikan Galaxy A57 sebagai smartphone “mid-range rasa flagship” karena menghadirkan sejumlah fitur unggulan yang sebelumnya hanya tersedia pada perangkat kelas atas.
Layar AMOLED 120Hz Lebih Halus
Samsung Galaxy A57 hadir dengan layar Super AMOLED berukuran sekitar 6,6 inci yang telah mendukung refresh rate 120Hz.
Dengan teknologi tersebut, pengguna dapat menikmati pengalaman visual yang lebih mulus saat:
scrolling media sosial
bermain game
menonton video
berpindah antar aplikasi
Panel AMOLED juga memberikan kualitas warna yang lebih tajam serta kontras yang tinggi, sehingga tampilan layar terlihat lebih hidup.
Sementara itu, Galaxy A37 juga sudah dibekali layar AMOLED dengan refresh rate yang sama. Namun dari sisi tampilan dan finishing, Galaxy A57 dinilai memiliki desain yang lebih elegan.
Desain Lebih Premium
Dari segi tampilan, Galaxy A57 hadir dengan bodi yang lebih ramping serta bezel tipis yang membuatnya terlihat modern.
Material yang digunakan juga terasa lebih solid dibandingkan seri sebelumnya. Hal ini membuat smartphone tersebut tetap memberikan kesan premium meskipun berada di kelas menengah.
Performa Lebih Kencang
Pada sektor dapur pacu, Galaxy A57 ditenagai chipset Exynos generasi terbaru yang menawarkan peningkatan efisiensi dan kinerja dibandingkan seri sebelumnya.
Samsung juga menyediakan pilihan RAM hingga 12GB dengan kapasitas penyimpanan internal mencapai 256GB.
Dengan spesifikasi tersebut, perangkat ini mampu menjalankan berbagai aktivitas seperti:
multitasking aplikasi
bermain game kelas menengah
editing foto dan video ringan
penggunaan harian yang intens
Sementara Galaxy A37 hadir dengan chipset yang berada satu tingkat di bawahnya serta pilihan RAM antara 6GB hingga 8GB. Untuk penggunaan standar seperti media sosial, komunikasi, dan streaming, performanya tetap cukup memadai.
Kamera 50MP dengan OIS
Sektor kamera menjadi salah satu keunggulan utama Galaxy A57. Smartphone ini dibekali kamera utama 50MP yang telah dilengkapi teknologi Optical Image Stabilization (OIS).
Fitur ini membantu menghasilkan foto dan video yang lebih stabil, terutama saat merekam dalam kondisi cahaya rendah atau saat kamera bergerak.
Selain kamera utama, Galaxy A57 juga dilengkapi kamera ultrawide dengan resolusi lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya. Kamera tambahan lain juga tersedia untuk kebutuhan makro dan depth.
Galaxy A37 sebenarnya juga memiliki kamera utama 50MP, namun konfigurasi kamera pendukungnya lebih sederhana.
Baterai 5.000mAh dan Fast Charging
Baik Galaxy A57 maupun Galaxy A37 sama-sama dibekali baterai berkapasitas 5.000mAh yang mampu bertahan hingga seharian untuk penggunaan normal.
Menariknya, kedua ponsel juga sudah mendukung fast charging 45W, fitur yang sebelumnya lebih banyak ditemukan pada smartphone flagship Samsung.
Teknologi ini memungkinkan pengisian daya berlangsung lebih cepat sehingga pengguna tidak perlu menunggu lama saat mengisi baterai.
Perkiraan Harga di Indonesia
Di pasar Indonesia, Samsung Galaxy A57 diperkirakan akan dibanderol pada kisaran:
Rp6 juta hingga Rp7 juta tergantung varian RAM dan penyimpanan.
Sedangkan Galaxy A37 kemungkinan dijual lebih terjangkau dengan kisaran harga:
Rp5 juta hingga awal Rp6 juta.
Selisih harga sekitar satu jutaan menjadi pembeda utama antara kedua perangkat tersebut.
Pilih Galaxy A57 atau Galaxy A37?
Galaxy A57 cocok bagi pengguna yang menginginkan smartphone dengan performa lebih tinggi, kamera lebih lengkap, serta desain premium.
Sementara Galaxy A37 masih menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang membutuhkan ponsel untuk aktivitas harian dengan harga yang lebih terjangkau.
Dengan perbedaan harga yang tidak terlalu jauh, pilihan akhirnya bergantung pada kebutuhan pengguna antara performa maksimal atau efisiensi anggaran.









