Jakarta-Rupiah kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Selasa, 29 September 2026. Nilai tukar rupiah dibuka menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS.
Berdasarkan data Doo Financial Futures pada pukul 09.05 WIB, rupiah melemah 0,13 persen atau 23 poin. Rupiah berada di level Rp18.001 per dolar AS dari posisi sebelumnya.
Pergerakan tersebut terjadi ketika dolar AS masih mendapat tekanan positif dari ekspektasi kebijakan suku bunga The Federal Reserve. Kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat juga menjadi perhatian pelaku pasar.
Investor kini bersikap hati-hati karena pekan ini terdapat sejumlah agenda ekonomi penting Amerika Serikat. Salah satunya adalah data lowongan kerja JOLTS yang menjadi perhatian pasar.
Tekanan terhadap rupiah juga terjadi ketika mayoritas mata uang Asia bergerak melemah terhadap dolar AS. Rupee India melemah 0,17 persen, sedangkan baht Thailand turun 0,16 persen.
Selain faktor eksternal, sentimen domestik turut menjadi perhatian investor. Kondisi pasar saham Indonesia dan arus dana asing menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi pergerakan rupiah.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan rupiah masih menghadapi tekanan terhadap dolar AS. Untuk perdagangan Selasa, rupiah diperkirakan bergerak pada kisaran Rp17.900 hingga Rp18.050 per dolar AS.
Pergerakan rupiah menuju Rp18.000 per dolar AS menjadi perhatian karena nilai tukar berpengaruh terhadap harga barang impor, biaya produksi, hingga sentimen pasar keuangan. Investor akan mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank sentral global berikutnya. (*)
Editor : Fanda Yosephta









