Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS Hari Ini, Pasar Waspadai Tekanan The Fed

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 29 September 2026 - 10:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta-Rupiah kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Selasa, 29 September 2026. Nilai tukar rupiah dibuka menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS.

Berdasarkan data Doo Financial Futures pada pukul 09.05 WIB, rupiah melemah 0,13 persen atau 23 poin. Rupiah berada di level Rp18.001 per dolar AS dari posisi sebelumnya.

Pergerakan tersebut terjadi ketika dolar AS masih mendapat tekanan positif dari ekspektasi kebijakan suku bunga The Federal Reserve. Kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat juga menjadi perhatian pelaku pasar.

Baca Juga :  IHSG Ambruk ke Level Terendah 5 Tahun, Investor Asing Kabur Rp67 Triliun, Ancaman MSCI Bikin Pasar Berguncang

Investor kini bersikap hati-hati karena pekan ini terdapat sejumlah agenda ekonomi penting Amerika Serikat. Salah satunya adalah data lowongan kerja JOLTS yang menjadi perhatian pasar.

Tekanan terhadap rupiah juga terjadi ketika mayoritas mata uang Asia bergerak melemah terhadap dolar AS. Rupee India melemah 0,17 persen, sedangkan baht Thailand turun 0,16 persen.

Selain faktor eksternal, sentimen domestik turut menjadi perhatian investor. Kondisi pasar saham Indonesia dan arus dana asing menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi pergerakan rupiah.

Baca Juga :  Harga Emas Pegadaian Hari Ini 23 Agustus 2026: Antam, UBS dan Galeri 24

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan rupiah masih menghadapi tekanan terhadap dolar AS. Untuk perdagangan Selasa, rupiah diperkirakan bergerak pada kisaran Rp17.900 hingga Rp18.050 per dolar AS.

Pergerakan rupiah menuju Rp18.000 per dolar AS menjadi perhatian karena nilai tukar berpengaruh terhadap harga barang impor, biaya produksi, hingga sentimen pasar keuangan. Investor akan mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank sentral global berikutnya. (*)

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Harga Emas Pegadaian 29 September 2026 Anjlok, Antam dan UBS Kompak Turun
Harga BBM Hari Ini 29 September 2026: Cek Pertalite, Pertamax, Dexlite dan Pertamina Dex di Jambi, Sumbar, Sumut
Pinjol Perketat Seleksi Peminjam, Usia 19-34 Tahun Sumbang 48,22% Kredit Bermasalah
Wall Street Melemah, Harga Minyak Melonjak akibat Ketegangan AS-Iran
Mortgage Pre-Qualification: How It Works, Requirements, and How Much You Can Borrow in 2026
Dolar AS Makin Kuat, BI Siapkan Strategi Baru untuk Jaga Rupiah hingga Akhir 2026
IHSG Hari Ini Anjlok 1,51 Persen, GOTO Jatuh 14 Persen: Simak Level Support dan Resistance
IHSG Pekan Ini Dibayangi The Fed, Harga Minyak Tembus US$100, 3 Saham Ini Jadi Sorotan
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 10:11 WIB

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS Hari Ini, Pasar Waspadai Tekanan The Fed

Selasa, 29 September 2026 - 09:17 WIB

Harga Emas Pegadaian 29 September 2026 Anjlok, Antam dan UBS Kompak Turun

Selasa, 29 September 2026 - 05:02 WIB

Pinjol Perketat Seleksi Peminjam, Usia 19-34 Tahun Sumbang 48,22% Kredit Bermasalah

Selasa, 29 September 2026 - 00:30 WIB

Wall Street Melemah, Harga Minyak Melonjak akibat Ketegangan AS-Iran

Senin, 28 September 2026 - 23:01 WIB

Mortgage Pre-Qualification: How It Works, Requirements, and How Much You Can Borrow in 2026

Berita Terbaru