JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Rabu, 30 September 2026, di zona merah. Indeks melemah 0,83 persen ke level 6.071,14.
Tekanan terjadi setelah IHSG sempat bergerak menguat pada awal perdagangan. Aksi jual investor asing kemudian membatasi ruang indeks untuk mempertahankan penguatan hingga penutupan.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia, sebanyak 325 saham menguat. Sementara itu, 371 saham melemah dan 267 saham lainnya bergerak stagnan.
Sejumlah saham berkapitalisasi besar mengalami tekanan. Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) menjadi salah satu yang mencatat penurunan paling dalam di jajaran LQ45, yakni 13,51 persen menjadi Rp32 per saham.
Selain GOTO, saham PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) turun 4,79 persen menjadi Rp1.390. Saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) juga melemah 4,52 persen ke Rp845.
Tekanan berikutnya terjadi pada EMTK, TLKM, MBMA, dan PGAS. Masing-masing saham tersebut turun 3,48 persen, 3,38 persen, 2,80 persen, dan 2,79 persen.
Di sisi lain, sejumlah saham justru mampu menguat ketika IHSG terkoreksi. UNTR naik 7,55 persen menjadi Rp27.075, sedangkan HRTA meningkat 4,59 persen ke Rp2.280.
INKP juga menguat 1,86 persen menjadi Rp8.225. Kemudian EXCL naik 1,69 persen, ANTM meningkat 1,27 persen, dan AKRA bertambah 1,05 persen.
Tekanan IHSG turut dipengaruhi transaksi investor asing. Tim analis BRI Danareksa Sekuritas mencatat net foreign sell sekitar Rp677 miliar pada sesi pertama perdagangan.
Dari sisi global, harga minyak menjadi salah satu perhatian investor. Pelemahan harga minyak mendapat sentimen dari pemulihan ekspor kawasan Timur Tengah serta rencana pelepasan cadangan minyak strategis Amerika Serikat.
Namun, pasar masih menghadapi sejumlah risiko. Perkembangan konflik AS-Iran dan potensi gangguan pasokan minyak tetap menjadi perhatian karena dapat memengaruhi inflasi serta kebijakan moneter global.
Investor juga mencermati arah kebijakan The Fed. Pernyataan Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams menunjukkan bank sentral masih memiliki ruang untuk melihat perkembangan data ekonomi sebelum menentukan langkah berikutnya.
Pergerakan IHSG berikutnya akan dipengaruhi kombinasi arus dana asing, nilai tukar rupiah, harga komoditas, serta sentimen suku bunga global. Karena itu, investor perlu mencermati data terbaru sebelum mengambil keputusan investasi.
FAQ
Berapa IHSG hari ini 30 September 2026?
IHSG ditutup di level 6.071,14 atau melemah 0,83 persen.
Mengapa IHSG melemah hari ini?
Salah satu faktor yang menekan IHSG adalah aksi jual investor asing yang masih berlanjut.
Saham apa yang paling banyak turun?
GOTO mencatat penurunan 13,51 persen, disusul MEDC 4,79 persen dan CUAN 4,52 persen.
Saham apa yang menguat saat IHSG turun?
UNTR menguat 7,55 persen, HRTA 4,59 persen, dan INKP 1,86 persen.
Apakah pelemahan IHSG berarti semua saham turun?
Tidak. Pada perdagangan ini, 325 saham menguat, sementara 371 saham melemah dan 267 saham stagnan.
Apa yang perlu diperhatikan investor berikutnya?
Arus dana asing, rupiah, harga minyak, kebijakan The Fed, serta perkembangan geopolitik global menjadi sejumlah faktor penting. (*)
Editor : Fanda Yosephta









