IHSG Ambles ke 7.594! Saham UNVR, TPIA, dan PANI Jadi Biang Kerok

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 20 April 2026 - 17:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Jakarta-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup melemah pada perdagangan Senin, 20 April 2026. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG turun 0,52% atau 39,89 poin ke level 7.594,11. Pelemahan ini terjadi di tengah tekanan global yang meningkat dan aksi jual pada saham-saham unggulan.

Sejak awal perdagangan, IHSG sebenarnya sempat bergerak positif dan menyentuh level tertinggi di 7.692,14. Namun, tekanan jual yang semakin kuat membuat indeks berbalik arah dan bertahan di zona merah hingga penutupan. Sentimen pasar terlihat masih belum stabil.

Secara keseluruhan, hanya 247 saham yang berhasil menguat. Sebaliknya, sebanyak 424 saham terkoreksi dan 148 saham stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp13.559 triliun, mencerminkan tekanan yang cukup luas di pasar saham.

Baca Juga :  Best Grocery Cashback Credit Cards 2026: Earn Up to 6% Cash Back on Groceries in the U.S.

Saham-saham berkapitalisasi besar menjadi penyebab utama pelemahan IHSG hari ini. PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) turun 2,41%, PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) melemah 2,02%, dan PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) terkoreksi 1,96%. Penurunan ini langsung menyeret indeks ke zona negatif.

Meski demikian, beberapa saham perbankan masih menunjukkan ketahanan. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) naik 0,78%, sementara PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menguat 0,29%. Kenaikan ini sedikit menahan penurunan IHSG agar tidak lebih dalam.

Baca Juga :  Investasi Aman untuk Pemula

Di sisi lain, saham lapis dua justru mencuri perhatian. PT Danasupra Erapacific Tbk. (DEFI) melonjak 34,97%, diikuti PT LCK Global Kedaton Tbk. (LCKM) yang naik 34,88%. Lonjakan ini menunjukkan adanya pergeseran minat investor ke saham berisiko tinggi.

Analis menilai tekanan IHSG dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global, terutama akibat lonjakan harga minyak dunia yang dipengaruhi ketegangan geopolitik. Kondisi ini membuat investor cenderung berhati-hati dan memilih untuk melakukan aksi profit taking.

Secara teknikal, IHSG diperkirakan masih bergerak dalam rentang terbatas di kisaran 7.600 hingga 7.700. Investor disarankan mencermati sentimen global dan pergerakan harga komoditas sebelum mengambil keputusan investasi.

Berita Terkait

IHSG Ambruk Usai Efek MSCI, Saham Big Caps Berguguran — Peluang atau Ancaman?
Cara Jualan di Shopee Biar Laris Manis, Terbukti Ampuh untuk Pemula
Printer Murah Best Seller di Shopee April 2026, Harga Mulai Rp200 Ribuan
Cara Cicilan HP Tanpa DP di Tokopedia 2026, Mudah Tanpa Kartu Kredit
Kurs Rupiah Hari Ini 21 April 2026 Melemah, Faktor Global dan Minyak Jadi Pemicu
Harga Ethereum Hari Ini 21 April 2026 Naik Tipis, Tembus Rp39 Juta! Saatnya Buy atau Tunggu?
AI Marketing Indonesia 2026: Strategi Otomatisasi Canggih yang Meningkatkan ROI hingga 40%
Cara Jualan di Tokopedia untuk Pemula, Mudah dan Cepat Laris
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 18:05 WIB

IHSG Ambruk Usai Efek MSCI, Saham Big Caps Berguguran — Peluang atau Ancaman?

Selasa, 21 April 2026 - 16:01 WIB

Cara Jualan di Shopee Biar Laris Manis, Terbukti Ampuh untuk Pemula

Selasa, 21 April 2026 - 14:04 WIB

Printer Murah Best Seller di Shopee April 2026, Harga Mulai Rp200 Ribuan

Selasa, 21 April 2026 - 11:00 WIB

Cara Cicilan HP Tanpa DP di Tokopedia 2026, Mudah Tanpa Kartu Kredit

Selasa, 21 April 2026 - 09:23 WIB

Kurs Rupiah Hari Ini 21 April 2026 Melemah, Faktor Global dan Minyak Jadi Pemicu

Berita Terbaru

Ekonomi

Kirim Saldo DANA ke E-Wallet Lain, Ini Langkah dan Biayanya

Selasa, 21 Apr 2026 - 15:00 WIB