TEKNOLOGI-Tim esports Indonesia Alter Ego kembali menorehkan sejarah di panggung internasional. Pada laga final lower bracket M7 World Championship, Alter Ego berhasil mengalahkan tim kuat Malaysia, Selangor Red Giants (SRG), dengan skor 3-1 di Jakarta, Sabtu (…). Kemenangan ini memastikan langkah mereka menuju Grand Final dan membuka peluang Indonesia merebut gelar juara dunia Mobile Legends.
Pertandingan tersebut menghadirkan kombinasi strategi matang, mental baja, dan adaptasi cepat dari roster Alter Ego: Nino, Yazukee, Hijumee, Alekk, serta Arfy. Meski sempat berada dalam tekanan, Alter Ego menunjukkan kedewasaan dalam menentukan momen krusial.
Momentum Berbalik: SRG Awal Agresif, Alter Ego Tetap Stabil
Sejak gim pertama, SRG tampil percaya diri dengan mengamankan tiga turtle secara beruntun. Namun alur permainan berbalik ketika Alter Ego menemukan celah rotasi, memaksa SRG kehilangan kendali permainan. Dengan dominasi teamfight, Alter Ego menutup gim pertama dan memimpin 1-0.
Gim kedua berjalan berbeda total. Alter Ego membombardir SRG dengan serangan agresif sejak menit awal. Tanpa banyak memberi ruang, Alter Ego mengumpulkan 28 eliminasi, sementara SRG hanya mampu membalas 8 kill. Permainan selesai dalam 12 menit, membuat skor melebar menjadi 2-0.
SRG Coba Bangkit, Gameplay Panjang Terjadi di Gim Penutup
SRG tidak menyerah begitu saja. Di gim ketiga, mereka mengatur ulang komposisi hero hingga membuat Alter Ego kesulitan mengimbangi fight mid–late game. SRG akhirnya menang pada menit 14 untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1.
Namun Alter Ego kembali bermain sabar di gim keempat. Meski SRG kembali mengamankan turtle awal, Alter Ego berhasil menjaga disiplin rotasi. Laga berlangsung panjang hingga menit 22 sebelum Alter Ego melakukan wiped out yang memastikan kemenangan 3-1. Momen itu menjadi titik final yang mengunci tiket Grand Final untuk tim Indonesia.
Pada hari yang sama, Alter Ego juga sebelumnya menyingkirkan Team Liquid Philippines dalam laga sengit 3-2 di semifinal lower bracket.
Reaksi Pemain: “Ini Perjalanan Penuh Jatuh Bangun”
Kapten Alter Ego, Nino, mengaku perjalanan menuju Grand Final tidak pernah mudah.
“Kami sudah sering gagal, tapi terus mencoba. Bisa berdiri di Grand Final internasional rasanya seperti mimpi,” ujarnya.
Senada dengan itu, Hijumee menegaskan bahwa aspek mental dan persiapan internal menjadi kunci kebangkitan Alter Ego.
“Kami siapkan semuanya, dari mekanik sampai mental. Dukungan fans sangat membantu. Semoga besok hasil terbaik untuk Indonesia.”
Final M7: Alter Ego Tantang Aurora Gaming
Di laga puncak, Alter Ego akan menghadapi Aurora Gaming dari Filipina. Tim tersebut melaju mulus melalui upper bracket dan menjadi favorit kuat. Final antara Alter Ego vs Aurora Gaming dijadwalkan berlangsung Minggu, pukul 18.00 WIB.
Pertarungan ini diprediksi menjadi duel gengsi Indonesia–Filipina yang kembali menentukan supremasi di Mobile Legends.









