Cara Jadi Reseller Produk Viral di Tokopedia, Modal Kecil Untung Besar

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 21 April 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Tren bisnis online terus berkembang pesat, dan menjadi reseller produk viral di marketplace seperti Tokopedia menjadi salah satu peluang usaha yang menjanjikan. Dengan modal relatif kecil, siapa pun kini bisa memulai bisnis dan meraih keuntungan dari produk-produk yang sedang tren di pasaran.

Salah satu keunggulan menjadi reseller adalah kemudahan dalam memulai usaha. Banyak supplier di Tokopedia yang menyediakan paket reseller, sehingga penjual tidak perlu repot mencari produk satuan atau memproduksi barang sendiri. Produk yang ditawarkan pun beragam, mulai dari makanan viral seperti sambal kekinian, minuman hits, hingga produk fashion lokal dan perlengkapan rumah tangga.

Untuk menemukan produk yang tepat, calon reseller dapat menggunakan kata kunci seperti “paket reseller”, “grosir murah”, atau “agen produk viral” di kolom pencarian Tokopedia. Dari sana, pengguna bisa membandingkan harga, kualitas, serta reputasi toko sebelum menentukan supplier yang akan diajak bekerja sama.

Langkah pertama untuk memulai adalah membuat akun dan membuka toko di Tokopedia. Pastikan profil toko diisi dengan lengkap, mulai dari nama toko, logo, hingga deskripsi yang menarik. Tampilan toko yang profesional akan meningkatkan kepercayaan calon pembeli.

Baca Juga :  PT Bank Maybank Indonesia Tbk Posts Rp1.70 Trillion Net Profit in 2025, Up 42.01% YoY

Setelah itu, reseller dapat mulai mengunggah produk dari supplier. Penting untuk melakukan optimasi pada judul dan deskripsi produk agar mudah ditemukan di mesin pencarian Tokopedia. Gunakan kata kunci yang relevan dan tambahkan foto produk yang menarik agar meningkatkan peluang penjualan.

Dalam menjalankan bisnis reseller, pemilihan metode pengiriman juga menjadi faktor penting. Mengaktifkan layanan pengiriman instan atau same day sangat disarankan, terutama untuk produk makanan atau barang yang membutuhkan pengiriman cepat.

Agar produk cepat laku, reseller perlu memahami tren pasar. Tokopedia menyediakan fitur “Produk Terlaris” yang bisa dimanfaatkan untuk melihat barang apa saja yang sedang diminati. Dengan mengikuti tren, peluang produk menjadi viral dan laris akan semakin besar.

Selain itu, penggunaan fitur promosi seperti TopAds juga dapat membantu meningkatkan visibilitas produk. Dengan iklan berbayar, produk akan muncul di bagian atas hasil pencarian sehingga lebih mudah ditemukan oleh calon pembeli.

Baca Juga :  Jepang Buka Jasa Kargo ke Bulan Mulai 2028, Era Baru Bisnis Antariksa Resmi Dimulai

Di sisi lain, reseller juga perlu memahami perbedaan antara sistem reseller dan dropship. Dalam sistem reseller, penjual biasanya membeli stok dalam jumlah tertentu sehingga memiliki kontrol penuh terhadap barang dan pengiriman. Keuntungan yang didapat pun cenderung lebih besar.

Sementara itu, dropship memungkinkan penjual menjual produk tanpa menyimpan stok. Namun, di Tokopedia terdapat aturan tertentu terkait sistem dropship internal, sehingga penting bagi penjual untuk memahami kebijakan platform agar tidak melanggar aturan.

Sebagai langkah akhir, calon reseller disarankan untuk selalu mengecek reputasi supplier sebelum membeli dalam jumlah besar. Pilih toko dengan label Power Merchant atau Official Store untuk memastikan kualitas produk dan keamanan transaksi.

Dengan strategi yang tepat, bisnis reseller di Tokopedia dapat menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan. Kunci suksesnya adalah konsisten, jeli melihat tren, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.

Berita Terkait

Euro Tertekan terhadap Dolar AS, UOB Prediksi EUR/USD Bergerak di Kisaran Ini
Suku Bunga AS Bertahan di 3,75–4 Persen, Pasar Menanti Keputusan The Fed 28 Oktober
Harga Toyota Fortuner Bekas Oktober 2026, Mulai Rp 135 Juta, Ini Daftar Lengkapnya
IHSG Melejit 5,65% ke 5.278, Saham BBCA, BBRI, dan BMRI Kompak Menguat
Rupiah Menguat ke Rp17.995 per Dolar AS, Pasar Menanti Keputusan BI Rate 21 Oktober 2026
BI Siapkan Intervensi dan Hedging untuk Jaga Rupiah, Dana Masuk Capai US$9 Miliar
Rupiah Menguat ke Rp18.038 per Dolar AS pada 20 Oktober 2026, Investor Menanti Keputusan BI
Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri 24 Hari Ini di Pegadaian 20 Oktober 2026: Cek Harga 1 Gram dan Buyback
Berita ini 52 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 03:01 WIB

Euro Tertekan terhadap Dolar AS, UOB Prediksi EUR/USD Bergerak di Kisaran Ini

Rabu, 21 Oktober 2026 - 01:00 WIB

Suku Bunga AS Bertahan di 3,75–4 Persen, Pasar Menanti Keputusan The Fed 28 Oktober

Selasa, 20 Oktober 2026 - 21:02 WIB

Harga Toyota Fortuner Bekas Oktober 2026, Mulai Rp 135 Juta, Ini Daftar Lengkapnya

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:30 WIB

IHSG Melejit 5,65% ke 5.278, Saham BBCA, BBRI, dan BMRI Kompak Menguat

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:47 WIB

Rupiah Menguat ke Rp17.995 per Dolar AS, Pasar Menanti Keputusan BI Rate 21 Oktober 2026

Berita Terbaru