Tak Harus ke RS, Pasien Gagal Ginjal Kini Bisa Cuci Darah Mandiri Lewat CAPD

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 16 Maret 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta-Pasien gagal ginjal di Indonesia kini memiliki harapan baru dalam menjalani terapi dialisis. Selain metode hemodialisis atau cuci darah konvensional di rumah sakit, terdapat alternatif terapi bernama Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) yang memungkinkan pasien melakukan dialisis secara mandiri di rumah.

Selama bertahun-tahun, banyak pasien gagal ginjal harus menjalani hemodialisis dua hingga tiga kali dalam seminggu di rumah sakit. Proses tersebut sering kali menyita waktu, tenaga, dan aktivitas sehari-hari pasien karena harus datang secara rutin ke fasilitas kesehatan.

Salah satu pasien, sebut saja Rudi, merasakan sendiri beratnya menjalani hemodialisis selama lebih dari satu dekade. Sebagai tulang punggung keluarga, ia harus meninggalkan pekerjaan dua kali setiap pekan untuk menjalani prosedur cuci darah di rumah sakit.

Baca Juga :  Keinginan Lama Murasman Dituntaskan Monadi: Kemenkes Turun, RS Bukit Tengah Siap Dibangun 2026

Saat itu, Rudi mengira hemodialisis merupakan satu-satunya pilihan terapi yang tersedia bagi pasien gagal ginjal. Ia tidak mengetahui bahwa ada metode lain yang memungkinkan pasien melakukan dialisis secara lebih fleksibel tanpa harus selalu datang ke rumah sakit.

Pengetahuan mengenai metode CAPD baru ia dapatkan setelah bergabung dengan komunitas pasien gagal ginjal. Metode ini memungkinkan proses dialisis dilakukan melalui rongga perut dengan bantuan cairan khusus, sehingga pasien dapat menjalani terapi secara mandiri di rumah.

Ketua Umum Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI), Tony Richard Samosir, mengungkapkan bahwa masih banyak pasien yang belum mendapatkan informasi lengkap mengenai berbagai pilihan terapi gagal ginjal. Akibatnya, sebagian besar pasien langsung menjalani hemodialisis tanpa mengetahui alternatif lain.

Baca Juga :  Daftar 26 Kosmetik Berbahaya Versi BPOM: Bikin Kerusakan Ginjal hingga Gangguan Hormon

Ia menyebutkan bahwa sekitar 98 persen pasien gagal ginjal di Indonesia menjalani hemodialisis. Sementara itu, pilihan terapi lain seperti CAPD maupun transplantasi ginjal sering kali tidak dijelaskan secara menyeluruh kepada pasien sejak awal diagnosis.

Karena itu, edukasi mengenai berbagai metode terapi dinilai penting agar pasien dapat memahami pilihan pengobatan yang tersedia. Dengan informasi yang lengkap, pasien diharapkan bisa menentukan terapi yang paling sesuai dengan kondisi kesehatan dan kebutuhan hidup mereka. (***)

Berita Terkait

Selama Ramadhan, Anak SD di Sungai Penuh Diberi “MBG” Telur Rebus Setiap Hari, Simak Manfaat dan Risikonya
Daftar Makanan Sehat untuk Jantung yang Wajib Dikonsumsi, Bisa Turunkan Kolesterol dan Tekanan Darah
Cara Menurunkan Kolesterol Secara Alami Tanpa Obat, Ini Penjelasan Lengkapnya
Waspada! Ini Gejala Penyakit Jantung yang Sering Diabaikan, Nyeri Dada hingga Keringat Dingin
Pemerintah Batasi Medsos Anak, IDAI: Langkah Tepat Tekan Depresi & Cyberbullying
Kasus Campak di Indonesia Tembus 8.372, Menkes Ingatkan Bahaya Hoaks Vaksin
Waspada! Ini 5 Makanan yang Berpotensi Memicu Kanker
Cara Pindah Faskes BPJS Kesehatan Lewat Mobile JKN, Mudah dan Bisa Dilakukan dari HP
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 15:00 WIB

Tak Harus ke RS, Pasien Gagal Ginjal Kini Bisa Cuci Darah Mandiri Lewat CAPD

Senin, 16 Maret 2026 - 01:00 WIB

Selama Ramadhan, Anak SD di Sungai Penuh Diberi “MBG” Telur Rebus Setiap Hari, Simak Manfaat dan Risikonya

Minggu, 15 Maret 2026 - 23:00 WIB

Daftar Makanan Sehat untuk Jantung yang Wajib Dikonsumsi, Bisa Turunkan Kolesterol dan Tekanan Darah

Minggu, 15 Maret 2026 - 22:00 WIB

Cara Menurunkan Kolesterol Secara Alami Tanpa Obat, Ini Penjelasan Lengkapnya

Minggu, 15 Maret 2026 - 21:00 WIB

Waspada! Ini Gejala Penyakit Jantung yang Sering Diabaikan, Nyeri Dada hingga Keringat Dingin

Berita Terbaru

Tips Lindungi Akun WhatsApp dari Penipuan dan Peretasan

Teknologi

Agar WhatsApp Tidak Mudah Di-hack, Aktifkan Pengaturan Ini

Senin, 16 Mar 2026 - 18:00 WIB