Jelang Lebaran, Uang Rp5 Ribu hingga Rp20 Ribu Mendadak Hilang di Sungai Penuh dan Kerinci, Pedagang Panik Cari Kembalian

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 16 Maret 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

SUNGAIPENUH-Menjelang Hari Raya Idul Fitri, warga Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci mulai menghadapi persoalan klasik yang hampir terjadi setiap tahun, yakni kelangkaan uang pecahan kecil. Uang pecahan Rp5 ribu, Rp10 ribu, dan Rp20 ribu dilaporkan sulit ditemukan di peredaran, baik di pasar tradisional maupun di sejumlah bank. Kondisi ini membuat pedagang hingga masyarakat umum kewalahan saat melakukan transaksi harian, terutama menjelang meningkatnya aktivitas belanja Lebaran.

Kelangkaan uang pecahan kecil tersebut paling terasa di pasar tradisional. Para pedagang mengaku kesulitan mendapatkan uang kembalian karena sebagian besar pembeli menggunakan uang pecahan besar. Akibatnya, transaksi sering terhambat karena pedagang tidak memiliki uang kecil untuk kembalian.

Safizon, seorang pedagang ikan asin di Balai atau pasar tradisional Sungai Penuh, mengatakan bahwa uang pecahan kecil semakin sulit dicari dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, kondisi ini membuat pedagang kerepotan saat melayani pembeli yang datang dengan uang nominal besar.

“Di Balai sekarang orang belanja pakai uang besar semua. Kita pedagang jadi kewalahan mencari uang kecil untuk kembalian,” kata Safizon saat ditemui di pasar.

Ia mengaku sudah berusaha mencari uang pecahan kecil ke berbagai tempat, mulai dari pedagang lain hingga lembaga perbankan, namun hingga kini belum juga mendapatkan jumlah yang cukup. Menurutnya, kelangkaan uang kecil ini terasa semakin parah karena permintaan meningkat menjelang Lebaran.

Hal serupa juga diungkapkan Suryani, seorang pedagang lainnya di Sungai Penuh. Ia mengatakan bahwa hampir semua pedagang di pasar merasakan kesulitan yang sama dalam mendapatkan uang pecahan kecil. Bahkan terkadang pedagang harus saling meminjam uang kembalian satu sama lain agar transaksi tetap berjalan.

Baca Juga :  Turun Goro, Begini Kondisi Sore Hari Desa Paling Serumpun Paska Luapan Batang Merao Disiarkan Wako Alfin

“Memang sekarang susah sekali mencari uang pecahan Rp5 ribu, Rp10 ribu, dan Rp20 ribu. Kita pedagang sering saling tukar uang supaya bisa kasih kembalian ke pembeli,” ujar Suryani.

Menurutnya, kondisi ini sudah mulai dirasakan sejak beberapa hari terakhir dan diperkirakan akan semakin parah mendekati puncak arus mudik dan belanja Lebaran. Pasalnya, aktivitas ekonomi di pasar biasanya meningkat tajam pada periode tersebut.

Tidak hanya pedagang pasar yang merasakan dampaknya, masyarakat umum di Kerinci dan Sungai Penuh juga mengalami hal serupa. Banyak warga yang mengaku kesulitan mendapatkan uang pecahan kecil untuk berbagai keperluan menjelang Idul Fitri, seperti memberi uang kepada anak-anak, berbagi dengan keluarga, atau sekadar kebutuhan transaksi sehari-hari.

Beberapa warga bahkan mengaku sudah mencoba menukar uang di bank, namun tidak berhasil karena ketersediaan uang pecahan kecil juga terbatas. Kondisi ini membuat masyarakat harus mencari alternatif lain, seperti menukar uang dengan pedagang atau kenalan yang memiliki uang pecahan kecil.

“Kami sudah mencoba menukar uang kecil di bank, tapi katanya juga sulit. Jadi sekarang memang susah sekali mendapatkan uang pecahan kecil,” kata salah seorang warga.

Fenomena kelangkaan uang pecahan kecil menjelang Lebaran sebenarnya bukan hal baru. Setiap tahun, permintaan uang nominal kecil biasanya meningkat tajam karena masyarakat membutuhkan uang tersebut untuk berbagai tradisi Lebaran, termasuk memberikan uang kepada anak-anak atau keluarga yang lebih muda.

Baca Juga :  Waktu Tempuh Jambi–Betung Tinggal 2 Jam, Pembangunan Tol Trans Sumatera Kian Ngebut

Selain itu, meningkatnya aktivitas perdagangan di pasar tradisional juga menyebabkan kebutuhan uang kecil sebagai kembalian menjadi jauh lebih tinggi dibandingkan hari biasa. Ketika pasokan uang kecil terbatas, maka kelangkaan pun tidak dapat dihindari.

 

Nanda, SE pengamat ekonomi lokal menilai, kondisi ini seharusnya bisa diantisipasi lebih awal melalui distribusi uang pecahan kecil oleh perbankan maupun lembaga terkait. Biasanya menjelang Idul Fitri, bank sentral dan bank umum menyediakan layanan penukaran uang baru agar masyarakat lebih mudah mendapatkan pecahan kecil.

Namun jika distribusi tersebut tidak merata atau jumlahnya terbatas, maka masyarakat di daerah akan lebih cepat merasakan dampaknya.

Masyarakat berharap pihak perbankan dan otoritas terkait dapat segera menambah pasokan uang pecahan kecil di wilayah Sungai Penuh dan Kerinci. Dengan begitu, aktivitas ekonomi menjelang Lebaran dapat berjalan lebih lancar tanpa terganggu masalah kembalian dalam transaksi.

Para pedagang juga berharap ada solusi cepat agar uang pecahan kecil kembali beredar di pasar. Jika tidak, mereka khawatir transaksi akan semakin terhambat karena keterbatasan uang kembalian bagi pembeli.

Menjelang Idul Fitri yang tinggal menghitung hari, kebutuhan uang pecahan kecil dipastikan akan terus meningkat. Oleh karena itu, distribusi uang pecahan kecil yang merata menjadi sangat penting agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan lancar di tengah meningkatnya mobilitas dan transaksi menjelang hari raya. (fyo)

Penulis : Fanda Yosephta

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Harga BBM Pertamina 16 Maret 2026 di Sumut, Sumbar dan Jambi: Pertamax hingga Dexlite Naik
Investor Asing Berbalik Jual, IHSG Ditutup Melemah Pekan Ini
Indonesia Buka Peluang Investasi Jepang di Sektor Mineral Kritis dan Energi
Jelang Mudik Lebaran 2026, Tarif Travel Jambi–Kerinci dan Padang–Kerinci Naik hingga Rp. 50 Ribu
Satpol PP Sungai Penuh Razia Pekat, Kafe dan Karaoke Masih Beroperasi saat Ramadan
Kasus Dugaan Emas Ilegal, Juragan Toko Emas Semar Nganjuk Ternyata Sosok Dermawan
Skandal Emas Ilegal Rp25,9 Triliun Terungkap, Pemilik Toko Emas Semar Jadi Tersangka
Baru Diperbaiki Semalam, Kendaraan Masih Parkir di Jalan Andesit Depan Gedung Nasional, Warga Minta SPT Dicabut
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 10:17 WIB

Harga BBM Pertamina 16 Maret 2026 di Sumut, Sumbar dan Jambi: Pertamax hingga Dexlite Naik

Senin, 16 Maret 2026 - 10:00 WIB

Investor Asing Berbalik Jual, IHSG Ditutup Melemah Pekan Ini

Senin, 16 Maret 2026 - 08:00 WIB

Indonesia Buka Peluang Investasi Jepang di Sektor Mineral Kritis dan Energi

Senin, 16 Maret 2026 - 07:00 WIB

Jelang Lebaran, Uang Rp5 Ribu hingga Rp20 Ribu Mendadak Hilang di Sungai Penuh dan Kerinci, Pedagang Panik Cari Kembalian

Minggu, 15 Maret 2026 - 20:00 WIB

Jelang Mudik Lebaran 2026, Tarif Travel Jambi–Kerinci dan Padang–Kerinci Naik hingga Rp. 50 Ribu

Berita Terbaru