The Fed Diprediksi Tahan Suku Bunga Oktober 2026, Rupiah dan IHSG Jadi Sorotan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta-Pasar keuangan global menantikan keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed) pada Oktober 2026. Meski diperkirakan menahan suku bunga, pelaku pasar mulai mewaspadai kemungkinan kenaikan pada Desember.

Ekspektasi ini muncul ketika inflasi Amerika Serikat masih berada di atas target bank sentral. Perkembangan tersebut berpotensi memengaruhi pergerakan dolar AS, imbal hasil obligasi pemerintah, pasar saham, dan arus modal ke negara berkembang, termasuk Indonesia.

Mengutip laporan Bisnis.com pada Rabu, 28 Oktober 2026, pasar memperkirakan The Fed mempertahankan suku bunga setelah menaikkannya sebesar 25 basis poin pada September. Berdasarkan materi laporan tersebut, peluang kenaikan pada Oktober hanya sekitar 10%. Sementara itu, probabilitas kenaikan pada Desember disebut telah melampaui 80%.

Angka tersebut merupakan ekspektasi pasar, bukan keputusan resmi The Fed. Pelaku pasar masih perlu mencermati data ekonomi terbaru dan pernyataan pejabat bank sentral sebelum mengambil keputusan investasi.

Baca Juga :  Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan, Ini Dampaknya ke IHSG, Rupiah, dan SBN

Tekanan inflasi menjadi perhatian utama. Indeks Harga Konsumen atau Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat pada September 2026 dilaporkan meningkat 3,7% secara tahunan. Sementara itu, inflasi inti mencapai 2,6%, masih lebih tinggi dibandingkan target The Fed sebesar 2%.

Jika inflasi bertahan tinggi, bank sentral AS berpotensi mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama. Kondisi tersebut dapat meningkatkan daya tarik aset berdenominasi dolar AS dan memengaruhi aliran investasi global. Namun, pergerakan dolar tetap dipengaruhi faktor lain, termasuk pertumbuhan ekonomi, kondisi pasar tenaga kerja, dan kebijakan bank sentral negara lain.

Bagi Indonesia, arah kebijakan The Fed menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan investor. Penguatan dolar AS berpotensi menambah tekanan terhadap rupiah, sedangkan perubahan arus modal asing dapat memengaruhi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Meski demikian, dampaknya tidak selalu sama karena kondisi ekonomi domestik dan kinerja emiten juga berperan penting.

Baca Juga :  Haji Isam Siap Ambil Alih 62,2 Persen Saham BYAN? Ini Fakta Terbarunya

Sektor properti dan pembiayaan konsumen di Amerika Serikat juga menghadapi tantangan ketika suku bunga kredit tetap tinggi. Biaya pinjaman yang mahal dapat menekan kemampuan masyarakat membeli rumah, kendaraan, dan menggunakan kredit konsumsi. Situasi ini membuat keputusan The Fed penting bagi pelaku usaha dan investor yang memantau prospek ekonomi global.

Investor sebaiknya tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan perkiraan kenaikan suku bunga. Perhatikan pengumuman resmi The Fed, perkembangan inflasi AS, pergerakan indeks dolar, imbal hasil obligasi pemerintah, serta data nilai tukar rupiah dan IHSG. Kombinasi indikator tersebut dapat membantu memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai risiko pasar menjelang akhir 2026. (*)

Editor : FANDA YOSEPHTA

Berita Terkait

Harga Emas Pegadaian 28 Oktober 2026: Antam Rp2,589 Juta, UBS dan Galeri 24 Lebih Murah
Rupiah Hari Ini 28 Oktober 2026 Melemah ke Rp18.156, Pasar Menanti The Fed
Laba Antam Tembus Rp9,66 Triliun hingga September 2026, Naik 46 Persen
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 28 Oktober 2026, 1 Gram Rp2,589 Juta
IHSG Anjlok ke 5.249 Pagi Ini, Saham BBRI, BMRI dan TLKM Kompak Merah
Daerah Kesulitan Bayar Gaji Pegawai, Mendagri dan Kemenkeu Siapkan Solusi
BCA Cetak Laba Rp45,2 Triliun hingga September 2026, Kredit Tumbuh 12,6 Persen
Elon Musk Prediksi 200 Perusahaan AI Bangkrut, SpaceX Siapkan Utang Rp 640 Triliun
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:00 WIB

The Fed Diprediksi Tahan Suku Bunga Oktober 2026, Rupiah dan IHSG Jadi Sorotan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Harga Emas Pegadaian 28 Oktober 2026: Antam Rp2,589 Juta, UBS dan Galeri 24 Lebih Murah

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Rupiah Hari Ini 28 Oktober 2026 Melemah ke Rp18.156, Pasar Menanti The Fed

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:48 WIB

Laba Antam Tembus Rp9,66 Triliun hingga September 2026, Naik 46 Persen

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:27 WIB

IHSG Anjlok ke 5.249 Pagi Ini, Saham BBRI, BMRI dan TLKM Kompak Merah

Berita Terbaru