Jakarta-Harga emas dunia hari ini, Senin (26/10/2026), bertahan di dekat level terendah dalam tiga bulan. Investor kini mencermati keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat yang dijadwalkan pekan ini.
Mengutip Reuters melalui Kontan.co.id, harga emas spot turun 0,2% menjadi US$3.987,45 per ons troi pada pukul 00.37 GMT. Sementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman Desember melemah 0,2% menjadi US$4.000,80 per ons troi.
Tekanan tersebut melanjutkan pelemahan harga emas selama pekan sebelumnya. Hingga Jumat (23/10/2026), harga emas mencatat penurunan mingguan sebesar 4%. Koreksi tersebut menjadi penurunan mingguan terdalam sejak Juni.
Suku Bunga The Fed Jadi Penentu Harga Emas
Investor kini menunggu sinyal kebijakan moneter Amerika Serikat. Ekspektasi bahwa suku bunga akan bertahan tinggi lebih lama menekan daya tarik emas sebagai aset investasi.
Berbeda dengan deposito dan obligasi berbunga, emas tidak memberikan pendapatan bunga secara langsung. Karena itu, suku bunga tinggi dapat meningkatkan biaya peluang bagi investor yang memilih emas dibandingkan instrumen berbunga.
Selain itu, kenaikan harga energi meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi. Jika tekanan inflasi bertahan, The Fed berpotensi mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.
Harga Minyak dan Konflik Geopolitik Ikut Memengaruhi Pasar
Pergerakan harga energi dan ketegangan geopolitik juga menjadi perhatian investor. Harga minyak terkoreksi pada Senin setelah sebelumnya mendekati level tertinggi dalam enam bulan.
Namun, kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi masih membayangi pasar. Situasi tersebut dapat memengaruhi ekspektasi inflasi dan arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat.
Di sisi lain, aktivitas bisnis Amerika Serikat melambat secara moderat pada Oktober. Meski demikian, permintaan yang masih kuat memberikan ruang bagi perusahaan untuk menaikkan harga barang dan jasa.
Investor juga menantikan data Personal Consumption Expenditures (PCE). Indikator tersebut menjadi salah satu acuan utama The Fed dalam menilai perkembangan inflasi dan mencapai target inflasi 2%.
Apakah Harga Emas Akan Turun Lagi?
Peluang penurunan lanjutan harga emas bergantung pada hasil pertemuan The Fed, perkembangan inflasi, serta pergerakan dolar Amerika Serikat. Jika suku bunga bertahan tinggi dan dolar menguat, emas berpotensi menghadapi tekanan tambahan.
Sebaliknya, sinyal pelonggaran kebijakan moneter dapat mendukung harga emas. Ketidakpastian geopolitik juga berpotensi meningkatkan minat terhadap emas sebagai aset lindung nilai.
Meski demikian, investor perlu mencermati bahwa harga emas dunia tidak selalu bergerak searah dengan harga emas Antam di Indonesia. Nilai tukar rupiah, biaya produksi, serta margin penjualan turut memengaruhi harga emas domestik.
Bagi masyarakat yang ingin membeli emas batangan, penting untuk membandingkan harga jual dan harga buyback sebelum mengambil keputusan. Selisih kedua harga tersebut menentukan biaya yang perlu ditutup sebelum investasi menghasilkan keuntungan.
Kesimpulannya, harga emas dunia berada di bawah tekanan menjelang keputusan The Fed pekan ini. Investor perlu memantau keputusan suku bunga dan data inflasi sebelum menentukan strategi membeli atau menjual emas.
FAQ Harga Emas Dunia
1. Berapa harga emas dunia hari ini, 26 Oktober 2026?
Berdasarkan data Reuters dalam naskah sumber, harga emas spot berada di US$3.987,45 per ons troi setelah turun 0,2%.
2. Mengapa harga emas dunia turun?
Tekanan berasal dari ekspektasi suku bunga Amerika Serikat yang bertahan tinggi, kekhawatiran inflasi, dan perubahan ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed.
3. Kapan keputusan suku bunga The Fed diumumkan?
Investor menantikan pertemuan kebijakan The Fed pada pekan ini. Jadwal dan keputusan resminya perlu diperiksa melalui kalender resmi bank sentral Amerika Serikat.
4. Apakah harga emas Antam ikut turun?
Belum tentu. Harga emas Antam juga dipengaruhi nilai tukar rupiah, harga emas internasional, serta kebijakan harga penjual.
5. Apakah sekarang waktu yang tepat membeli emas?
Keputusan bergantung pada tujuan investasi dan jangka waktu kepemilikan. Investor sebaiknya membandingkan harga beli, harga buyback, serta toleransi risiko sebelum bertransaksi. (*)
Editor : FANDA YOSEPHTA









