OTOMOTIF – Yamaha telah menyelesaikan rangkaian studi motor listrik di Indonesia melalui dua pendekatan berbeda, yakni pengujian Yamaha E01 untuk pengguna pribadi dan Yamaha Neo’s yang digunakan dalam operasional ojek online bersama Grab. Hasil evaluasi kedua program tersebut menjadi bahan pertimbangan Yamaha Motor Company (YMC) dalam mempelajari potensi kendaraan listrik di pasar Indonesia.
Meski pengujian telah rampung, Yamaha belum memastikan kapan motor listriknya akan dipasarkan secara luas kepada konsumen Indonesia. Keputusan terkait pengembangan produk dan strategi komersial tetap berada di tangan prinsipal Yamaha Motor Company.
Manager Public Relation, YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Rifki Maulana, menjelaskan bahwa studi motor listrik Yamaha dilakukan secara bertahap dengan sasaran pengguna yang berbeda.
Menurut Rifki, pengujian Yamaha E01 lebih dahulu dilakukan melalui program Proof of Concept (PoC). Setelah itu, Yamaha melanjutkan studi menggunakan Neo’s dengan pendekatan yang secara khusus menyasar pengemudi ojek online.
Yamaha E01 Diuji di Empat Kota
Yamaha E01 menjadi salah satu model yang digunakan untuk mempelajari respons masyarakat terhadap motor listrik dengan baterai tanam atau fixed battery.
Program pengujian tersebut berlangsung pada 2024 di empat kota, yakni Jakarta, Bandung, Bali, dan Medan. Melalui program ini, masyarakat berkesempatan mencoba kendaraan listrik Yamaha sekaligus memberikan gambaran mengenai pengalaman penggunaan dalam aktivitas sehari-hari.
Rifki menjelaskan bahwa unit E01 untuk pengujian disediakan oleh prinsipal, sedangkan Yamaha Indonesia membantu menyelenggarakan pengujian pasar.
Pendekatan tersebut memungkinkan Yamaha mempelajari bagaimana konsumen merespons motor listrik, termasuk karakter penggunaan kendaraan dengan baterai yang tidak dirancang untuk ditukar seperti sistem battery swap.
Pengujian motor listrik tidak hanya berkaitan dengan kemampuan kendaraan untuk berjalan. Pengalaman pengguna, kemudahan pengisian daya, pola perjalanan, serta kebutuhan mobilitas harian juga menjadi aspek yang relevan dalam mengevaluasi kesiapan sebuah produk.
Namun, data hasil evaluasi terperinci dari pengujian E01 belum dipaparkan secara terbuka dalam keterangan yang tersedia. Karena itu, belum dapat disimpulkan bahwa program tersebut secara langsung menghasilkan keputusan untuk memasarkan E01 di Indonesia.
Yamaha Neo’s Diuji Bersama Grab untuk Ojek Online
Setelah pengujian E01, Yamaha melanjutkan studi menggunakan Yamaha Neo’s pada 2025 hingga programnya berakhir pada 2026.
Berbeda dari E01 yang melibatkan masyarakat sebagai pengguna dalam pengujian pasar, studi Neo’s secara khusus menyasar pengemudi layanan transportasi daring atau ride-hailing.
Dalam program ini, Yamaha berkolaborasi dengan Grab untuk mempelajari penggunaan motor listrik dalam aktivitas operasional ojek online.
Rifki menjelaskan, Yamaha Indonesia membantu memasukkan unit kendaraan ke Indonesia serta menghubungkan pihak-pihak yang terlibat. Sementara itu, pengelolaan operasional dan analisis data dilakukan langsung oleh YMC bersama mitra terkait.
Jumlah kendaraan yang digunakan dalam studi tersebut disebut mencapai puluhan unit.
Pengujian dengan pengemudi ojek online memberikan konteks berbeda dibandingkan pemakaian pribadi. Kendaraan untuk layanan transportasi daring berpotensi digunakan dalam durasi lebih panjang dan menempuh perjalanan lebih intensif sepanjang hari.
Kondisi tersebut dapat menjadi bahan evaluasi untuk memahami performa kendaraan, kebutuhan pengisian atau pertukaran baterai, serta kelayakan penggunaannya dalam kegiatan komersial.
Meski demikian, rincian hasil pengujian, seperti jarak tempuh aktual, biaya operasional, waktu pengisian atau penukaran baterai, dan tingkat keandalan kendaraan, belum disampaikan secara terperinci dalam informasi yang tersedia.
Sistem Tukar Baterai Jadi Bagian Penting Studi
Yamaha Neo’s digunakan dalam studi yang mengusung pendekatan swap battery atau penukaran baterai. Sistem ini memungkinkan baterai yang telah habis diganti dengan baterai terisi, apabila didukung fasilitas dan mekanisme penukaran yang sesuai.
Bagi pengemudi ojek online, waktu kendaraan tidak dapat digunakan untuk mengisi daya menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan. Karena itu, sistem penukaran baterai berpotensi menawarkan alternatif bagi operasional yang membutuhkan kendaraan tersedia dalam waktu lebih lama.
Akan tetapi, penerapan sistem tersebut juga membutuhkan dukungan infrastruktur, ketersediaan baterai pengganti, lokasi penukaran yang mudah dijangkau, serta standar operasional yang jelas.
Tanpa dukungan ekosistem yang memadai, keunggulan penukaran baterai belum tentu memberikan manfaat optimal bagi pengemudi.
Melalui studi Neo’s bersama Grab, Yamaha berkesempatan mempelajari penggunaan kendaraan listrik dalam kegiatan transportasi perkotaan sekaligus mengevaluasi potensi model bisnis yang dapat dikembangkan.
Pada September 2025, Yamaha juga menyampaikan bahwa studi dengan sistem tukar baterai diarahkan untuk mengevaluasi performa kendaraan saat digunakan mitra pengemudi dan mempelajari peluang bisnisnya.
Apakah Yamaha Segera Menjual Motor Listrik di Indonesia?
Rampungnya pengujian E01 dan Neo’s belum menjadi tanda bahwa Yamaha akan langsung meluncurkan motor listrik untuk konsumen umum di Indonesia.
Rifki menegaskan bahwa hasil analisis data berada di tangan YMC sebagai prinsipal. Yamaha Indonesia membantu pelaksanaan dan koordinasi program, sementara evaluasi utama dilakukan bersama pihak yang terlibat dalam studi.
Dengan demikian, keputusan mengenai model yang akan dikembangkan, waktu peluncuran, dan strategi pemasaran perlu menunggu keputusan resmi dari Yamaha Motor Company.
Studi E01 dan Neo’s juga memiliki tujuan berbeda. E01 digunakan untuk mempelajari respons pengguna pribadi terhadap motor listrik baterai tanam, sedangkan Neo’s diarahkan untuk menguji penerapan kendaraan listrik dalam kegiatan ojek online dengan sistem tukar baterai.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan kendaraan listrik perlu mempertimbangkan karakter pengguna dan pola operasional, bukan hanya spesifikasi kendaraan.
Bagi konsumen yang menantikan motor listrik Yamaha, informasi mengenai harga, jarak tempuh, infrastruktur pengisian atau penukaran baterai, layanan purnajual, serta ketersediaan unit masih perlu ditunggu.
Yamaha telah menyelesaikan tahapan studi yang melibatkan kedua model tersebut. Namun, apakah hasilnya akan berujung pada peluncuran motor listrik di Indonesia masih bergantung pada evaluasi dan keputusan bisnis prinsipal.
FAQ Motor Listrik Yamaha
1. Apakah pengujian motor listrik Yamaha di Indonesia sudah selesai?
Ya. Studi Yamaha E01 dan Yamaha Neo’s telah dijalankan melalui program yang berbeda. Studi Neo’s bersama Grab berlangsung dari 2025 hingga selesai pada 2026.
2. Di kota mana Yamaha E01 diuji?
Pengujian Yamaha E01 pada 2024 dilakukan di Jakarta, Bandung, Bali, dan Medan melalui program Proof of Concept.
3. Apa perbedaan pengujian Yamaha E01 dan Neo’s?
E01 digunakan untuk pengujian pasar yang melibatkan masyarakat sebagai pengguna pribadi. Sementara itu, Neo’s diuji bersama Grab dengan fokus pada operasional pengemudi ojek online dan sistem tukar baterai.
4. Berapa jumlah Yamaha Neo’s yang digunakan dalam pengujian?
Menurut keterangan Rifki Maulana, jumlahnya mencapai puluhan unit. Angka pasti dan rincian hasil evaluasi tidak dipaparkan dalam informasi yang tersedia.
5. Apakah Yamaha akan segera menjual motor listrik di Indonesia?
Belum ada kepastian mengenai jadwal peluncuran. Keputusan pengembangan produk dan strategi bisnis berada di tangan Yamaha Motor Company sebagai prinsipal.
6. Apa keunggulan sistem tukar baterai untuk ojek online?
Sistem ini berpotensi mengurangi waktu tunggu pengisian daya karena baterai dapat ditukar dengan baterai terisi. Manfaat aktualnya bergantung pada ketersediaan baterai, lokasi penukaran, dan dukungan infrastruktur.









