Jakarta-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis, 22 Oktober 2026. Investor perlu mencermati pergerakan indeks sekaligus rekomendasi saham pilihan di tengah tekanan jual yang masih membayangi pasar.
Pada perdagangan Rabu, 21 Oktober 2026, IHSG menguat 0,94 persen ke level 5.328. Namun, tekanan jual mulai muncul sehingga pelaku pasar perlu memperhatikan potensi koreksi sebelum mengambil keputusan investasi.
Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan IHSG berpeluang naik menuju rentang 5.407–5.458. Meski demikian, indeks masih berpotensi terkoreksi ke kisaran 5.117–5.166.
MNC Sekuritas memetakan level support IHSG di 4.915 dan 4.754. Sementara itu, level resistance berada di 5.404 dan 5.563. Di sisi lain, Pilarmas Investindo Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi melemah terbatas dengan support 5.075 dan resistance 5.340.
Di tengah kondisi tersebut, investor dapat mencermati empat saham pilihan MNC Sekuritas, yakni PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA). Pilarmas Investindo Sekuritas juga memilih AKRA, ISAT, dan ITMG.
Saham AMRT mendapat rekomendasi trading buy pada rentang Rp1.015–Rp1.045. Analis menetapkan target harga Rp1.100 dan Rp1.140, dengan batas penghentian kerugian di bawah Rp990. Pada perdagangan sebelumnya, AMRT menguat 0,48 persen ke level Rp1.050, meski tekanan jual mulai terlihat.
Berikutnya, ADMR memperoleh rekomendasi buy on weakness pada kisaran Rp1.145–Rp1.215. Target harganya berada di Rp1.260 dan Rp1.315, sedangkan batas penghentian kerugian berada di bawah Rp1.130. Saham ini sebelumnya menguat 1,65 persen ke level Rp1.230.
Sementara itu, BUMI direkomendasikan buy on weakness pada rentang Rp125–Rp132. Target harga berada di Rp142 dan Rp150, dengan batas penghentian kerugian di bawah Rp121. Adapun RAJA mendapat rekomendasi trading buy pada kisaran Rp438–Rp466, dengan target Rp525 dan Rp555 serta batas penghentian kerugian di bawah Rp426.
Investor tetap perlu mempertimbangkan risiko volatilitas pasar sebelum membeli atau menjual saham. Level teknikal tersebut merupakan proyeksi analis, bukan kepastian pergerakan harga. Sesuaikan keputusan dengan profil risiko, strategi investasi, dan kemampuan finansial masing-masing.
Disclaimer: Artikel ini bukan ajakan membeli atau menjual saham. Seluruh keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor setelah melakukan analisis mandiri.(*)
Editor : FANDA YOSEPHTA









