JAKARTA – Bank Indonesia (BI) diproyeksikan menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate menjadi 6% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG), Rabu, 21 Oktober 2026. Tekanan terhadap rupiah dan risiko keluarnya modal asing menjadi pertimbangan utama.
Berdasarkan survei BIG Consensus Insights oleh DataIndonesia, delapan dari 14 ekonom dan analis memperkirakan BI akan menaikkan suku bunga. Tujuh responden memprediksi kenaikan 25 basis poin menjadi 6%, sedangkan satu responden memperkirakan kenaikan 50 basis poin menjadi 6,25%.
Sementara itu, enam responden lainnya memperkirakan BI mempertahankan suku bunga di level 5,75%. Perbedaan proyeksi tersebut mencerminkan ketidakpastian pasar keuangan dan tantangan yang dihadapi bank sentral dalam menjaga stabilitas ekonomi.
Tekanan terhadap nilai tukar menjadi salah satu alasan utama di balik prediksi kenaikan BI Rate. Pada Selasa, 20 Oktober 2026, rupiah ditutup di level Rp17.995 per dolar AS setelah sempat menembus Rp18.000 per dolar AS.
Kepala Ekonom Bank Danamon Irman Faiz memperkirakan BI menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin. Ia juga melihat kemungkinan kenaikan lanjutan hingga 6,25% pada akhir 2026 jika tekanan terhadap pasar keuangan terus meningkat.
Wacana perubahan klasifikasi saham Indonesia oleh MSCI turut menambah kekhawatiran investor. Kondisi tersebut berpotensi mendorong arus modal keluar dan menambah tekanan terhadap rupiah. Kenaikan suku bunga diharapkan menjaga daya tarik aset berdenominasi rupiah.
Selain nilai tukar dan pergerakan modal asing, BI juga perlu mempertimbangkan kebijakan suku bunga Amerika Serikat, inflasi, serta pertumbuhan ekonomi. Kenaikan harga barang impor dan gangguan pasokan akibat ketegangan geopolitik serta fenomena El Niño juga berpotensi menambah tekanan inflasi.
Meski demikian, kenaikan suku bunga berisiko meningkatkan biaya kredit dan menekan aktivitas ekonomi. Karena itu, kebijakan moneter perlu berjalan seimbang dengan dukungan bagi sektor produktif. Hingga keputusan resmi BI diumumkan, proyeksi kenaikan suku bunga menjadi 6% masih merupakan perkiraan, bukan keputusan final. (Tim)
Editor : FANDA YOSEPHTA









