Rupiah Menguat ke Rp17.995 per Dolar AS, Pasar Menanti Keputusan BI Rate 21 Oktober 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta-Rupiah menguat ke bawah Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa, 20 Oktober 2026. Penguatan ini terjadi menjelang pengumuman suku bunga Bank Indonesia (BI) pada Rabu, 21 Oktober 2026.

Berdasarkan data Doo Financial Futures yang dikutip Bisnis.com, rupiah ditutup pada level Rp17.995 per dolar AS. Posisi tersebut menguat 51 poin atau 0,28 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Penguatan ini membawa rupiah kembali ke bawah level psikologis Rp18.000 per dolar AS. Pergerakan tersebut menjadi perhatian pelaku pasar menjelang keputusan penting bank sentral.

Baca Juga :  Cara Investasi Reksadana untuk Pemula

Selanjutnya, pasar akan mencermati keputusan Rapat Dewan Gubernur BI pada 21 Oktober 2026. Kebijakan suku bunga menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi pergerakan rupiah dan ekspektasi investor.

Selain keputusan BI Rate, pelaku pasar juga akan memperhatikan perkembangan dolar AS dan kondisi pasar keuangan global. Perubahan ekspektasi suku bunga dapat memengaruhi arus modal serta permintaan terhadap aset berdenominasi rupiah.

Namun, penguatan rupiah pada perdagangan Selasa belum menjamin tren positif berlanjut. Pasar masih menunggu kepastian arah kebijakan moneter dan respons investor setelah pengumuman BI.

Baca Juga :  Rupiah Ditutup Melemah 28 Juli 2026 ke Rp17.962 per Dolar AS Jelang FOMC The Fed, Pasar Tunggu Keputusan Suku Bunga AS

Jika BI mempertahankan suku bunga, pelaku pasar akan menilai alasan kebijakan tersebut serta sinyal mengenai langkah berikutnya. Sebaliknya, perubahan suku bunga berpotensi mengubah ekspektasi pasar terhadap prospek rupiah.

Karena itu, keputusan BI pada Rabu, 21 Oktober 2026, menjadi perhatian penting bagi investor dan pelaku usaha. Pergerakan rupiah selanjutnya akan bergantung pada hasil kebijakan, respons pasar, serta perkembangan ekonomi global. (Tim)

Editor : FANDA YOSEPHTA

Berita Terkait

IHSG Melejit 5,65% ke 5.278, Saham BBCA, BBRI, dan BMRI Kompak Menguat
BI Siapkan Intervensi dan Hedging untuk Jaga Rupiah, Dana Masuk Capai US$9 Miliar
Rupiah Menguat ke Rp18.038 per Dolar AS pada 20 Oktober 2026, Investor Menanti Keputusan BI
Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri 24 Hari Ini di Pegadaian 20 Oktober 2026: Cek Harga 1 Gram dan Buyback
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 20 Oktober 2026, 1 Gram Rp2.613.000
Harga Emas Perhiasan Hari Ini 20 Oktober 2026: 24 Karat Rp2,191 Juta per Gram
Cara Cetak Emas Fisik di ATM Pegadaian, Saldo Minimal 1,1 Gram dan Lokasinya
IHSG Berpotensi Naik 18,6% Jika Saham HSC Dikeluarkan, Ini Penjelasan BEI
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:30 WIB

IHSG Melejit 5,65% ke 5.278, Saham BBCA, BBRI, dan BMRI Kompak Menguat

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:47 WIB

Rupiah Menguat ke Rp17.995 per Dolar AS, Pasar Menanti Keputusan BI Rate 21 Oktober 2026

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:26 WIB

BI Siapkan Intervensi dan Hedging untuk Jaga Rupiah, Dana Masuk Capai US$9 Miliar

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:41 WIB

Rupiah Menguat ke Rp18.038 per Dolar AS pada 20 Oktober 2026, Investor Menanti Keputusan BI

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:44 WIB

Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri 24 Hari Ini di Pegadaian 20 Oktober 2026: Cek Harga 1 Gram dan Buyback

Berita Terbaru