Jakarta-Rupiah menguat ke bawah Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa, 20 Oktober 2026. Penguatan ini terjadi menjelang pengumuman suku bunga Bank Indonesia (BI) pada Rabu, 21 Oktober 2026.
Berdasarkan data Doo Financial Futures yang dikutip Bisnis.com, rupiah ditutup pada level Rp17.995 per dolar AS. Posisi tersebut menguat 51 poin atau 0,28 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Penguatan ini membawa rupiah kembali ke bawah level psikologis Rp18.000 per dolar AS. Pergerakan tersebut menjadi perhatian pelaku pasar menjelang keputusan penting bank sentral.
Selanjutnya, pasar akan mencermati keputusan Rapat Dewan Gubernur BI pada 21 Oktober 2026. Kebijakan suku bunga menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi pergerakan rupiah dan ekspektasi investor.
Selain keputusan BI Rate, pelaku pasar juga akan memperhatikan perkembangan dolar AS dan kondisi pasar keuangan global. Perubahan ekspektasi suku bunga dapat memengaruhi arus modal serta permintaan terhadap aset berdenominasi rupiah.
Namun, penguatan rupiah pada perdagangan Selasa belum menjamin tren positif berlanjut. Pasar masih menunggu kepastian arah kebijakan moneter dan respons investor setelah pengumuman BI.
Jika BI mempertahankan suku bunga, pelaku pasar akan menilai alasan kebijakan tersebut serta sinyal mengenai langkah berikutnya. Sebaliknya, perubahan suku bunga berpotensi mengubah ekspektasi pasar terhadap prospek rupiah.
Karena itu, keputusan BI pada Rabu, 21 Oktober 2026, menjadi perhatian penting bagi investor dan pelaku usaha. Pergerakan rupiah selanjutnya akan bergantung pada hasil kebijakan, respons pasar, serta perkembangan ekonomi global. (Tim)
Editor : FANDA YOSEPHTA









