IHSG Dibuka Anjlok ke 5.900, Saham GOTO Ambles 7,14%, Investor Waspadai Inflasi AS

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Kamis, 15 Oktober 2026. Tekanan jual menyeret indeks ke level 5.900,15 seiring pelemahan saham GOTO, WIFI, dan ISAT.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG turun 0,72% pada pembukaan perdagangan. Sebanyak 400 saham melemah, sedangkan 103 saham menguat dan 460 saham stagnan.

Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) menjadi salah satu pemberat utama indeks. Harga sahamnya turun 7,14% menjadi Rp26 per saham. Sementara itu, saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) melemah 3,65% ke Rp1.320.

Tekanan juga menghampiri saham PT Indosat Tbk. (ISAT), yang turun 2,83% menjadi Rp2.060. Saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) turut melemah 2,42% ke Rp805 per saham.

Baca Juga :  Profil Friderica Widyasari Dewi, Ketua OJK Baru Pengganti Pimpinan Lama

Di sektor energi dan komoditas, saham PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) turun 2,27% ke Rp1.510. Saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) melemah 2,10% ke Rp1.400, sedangkan PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) turun 1,82% ke Rp162.

Namun, sejumlah saham unggulan masih bergerak positif. Saham PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI) naik 0,76% ke Rp3.990. Saham PT United Tractors Tbk. (UNTR) menguat 0,40% ke Rp25.100, sedangkan PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) naik 0,36% ke Rp1.395.

Pelemahan ini terjadi setelah IHSG menutup perdagangan Rabu, 14 Oktober 2026, dengan kenaikan 0,29% ke level 5.943,02. Indeks kembali berada di bawah level psikologis 6.000, sehingga pelaku pasar mencermati potensi tekanan lanjutan.

Baca Juga :  Bursa Saham Melemah Tajam, IHSG Ditutup di Level 7.026

Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menyoroti inflasi Amerika Serikat yang mencapai 3,7% secara tahunan. Penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS berpotensi mendorong aliran modal keluar dari pasar negara berkembang.

Secara teknikal, area 5.900–5.850 menjadi zona support penting. Jika IHSG mampu menembus kembali 6.000, momentum jangka pendek berpeluang membaik. Investor tetap perlu mempertimbangkan risiko pasar sebelum mengambil keputusan investasi. (*)

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Pertamina Tambah 57,9 Juta Liter BBM ke Bali, 60 SPBU Disiapkan Buka 24 Jam
Harga Emas 1 Gram di Pegadaian Hari Ini, Galeri 24 Lebih Murah dari Antam
Harga Emas Logam Mulia Hari Ini 15 Oktober 2026: 1 Gram Rp2,56 Juta, Cek Daftar Lengkap
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 15 Oktober 2026, 1 Gram Rp2,613 Juta
BYD Hadirkan Flash Charging di Indonesia, Isi Baterai Mobil Listrik Cuma 9 Menit
Orang Kaya RI Beralih ke Asuransi Dolar AS, Premi Prudential Melonjak 214%
Simulasi Pinjaman UMKM Rp50 Juta: Ini Simulasi Cicilan per Bulan untuk Tenor 1 hingga 5 Tahun
Saldo Minimal Nasabah Prioritas Mandiri, BRI, dan BNI Oktober 2026, Siapkan Dana Rp1 Miliar
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Pertamina Tambah 57,9 Juta Liter BBM ke Bali, 60 SPBU Disiapkan Buka 24 Jam

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:20 WIB

IHSG Dibuka Anjlok ke 5.900, Saham GOTO Ambles 7,14%, Investor Waspadai Inflasi AS

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:27 WIB

Harga Emas 1 Gram di Pegadaian Hari Ini, Galeri 24 Lebih Murah dari Antam

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:57 WIB

Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 15 Oktober 2026, 1 Gram Rp2,613 Juta

Kamis, 15 Oktober 2026 - 05:00 WIB

BYD Hadirkan Flash Charging di Indonesia, Isi Baterai Mobil Listrik Cuma 9 Menit

Berita Terbaru