SUNGAI PENUH – Jalur Sungai Penuh–Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, kini kembali bisa dilalui kendaraan setelah sebelumnya terdampak bencana tanah longsor dan banjir.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sungai Penuh bersama Satlantas Polres Kerinci dan instansi terkait melakukan pemantauan arus lalu lintas di jalur tersebut. Pemantauan bertujuan memastikan kelancaran perjalanan sekaligus menjaga keselamatan pengguna jalan pascabencana.
Sekretaris Dishub Kota Sungai Penuh, Yosrizal, menyampaikan bahwa akses jalan tersebut sudah dapat dilewati kendaraan.
“Alhamdulillah, jalur Sungai Penuh–Tapan saat ini sudah dapat dilalui oleh kendaraan,” ujar Yosrizal.
Meski akses kembali terbuka, pengendara tetap diminta meningkatkan kewaspadaan selama melintasi jalur yang sebelumnya terdampak longsor dan banjir. Kondisi jalan berpotensi masih licin atau mengalami kerusakan akibat bencana.
Pengguna jalan juga perlu mengantisipasi kemungkinan terjadinya longsor susulan, terutama saat hujan turun. Pengendara disarankan mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, serta memperhatikan kondisi jalan dan lingkungan sekitar.
Yosrizal mengingatkan masyarakat agar mengutamakan keselamatan selama perjalanan dan mematuhi arahan petugas yang berjaga di lapangan.
” Tetap waspada terhadap potensi longsor susulan dan kondisi jalan yang mungkin masih licin atau terdampak bencana. Utamakan keselamatan selama perjalanan dan patuhi arahan petugas di lapangan,” ujarnya.
Jalur Sungai Penuh–Tapan merupakan salah satu akses penting yang menghubungkan wilayah Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci dengan kawasan Tapan, Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Karena itu, kondisi jalan perlu terus diperhatikan setelah bencana.
Masyarakat yang hendak melintasi jalur tersebut diimbau memastikan kondisi perjalanan, menghindari berhenti di sekitar tebing rawan longsor, serta mengikuti informasi terbaru dari petugas. Meski jalan sudah dapat dilalui, keselamatan tetap menjadi prioritas utama. (fyo)
Penulis : Fanda Yosephta
Editor : Fanda Yosephta









