Laba Bank Himbara Agustus 2026: Mandiri Rp37,48 Triliun, BRI Rp34,77 Triliun

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 12 Oktober 2026 - 01:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi  — Laba Bank Himbara Agustus 2026.

Foto ilustrasi — Laba Bank Himbara Agustus 2026.

Jakarta— Laba bank Himbara hingga Agustus 2026 memperlihatkan persaingan ketat di antara lima bank milik negara. Bank Mandiri memimpin dengan laba bersih Rp37,48 triliun, sedangkan BRI membuntuti dengan Rp34,77 triliun.

Data tersebut menunjukkan Bank Mandiri masih menjadi bank dengan laba terbesar di kelompok Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Selain nilai laba, pertumbuhan kinerja tahunan juga menjadi perhatian investor dan nasabah perbankan.

Berdasarkan laporan Bisnis.com pada 5 Oktober 2026, laba Bank Mandiri tumbuh 22,30% secara tahunan atau year on year (YoY). Pencapaian tersebut meningkat dari Rp30,65 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI membukukan laba Rp34,77 triliun. Nilai tersebut tumbuh 6,63% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Selisih laba kedua bank mencapai Rp2,71 triliun.

Daftar Laba Lima Bank Himbara Agustus 2026

Persaingan laba tidak hanya melibatkan Bank Mandiri dan BRI. Tiga bank milik negara lainnya juga mencatatkan keuntungan hingga Agustus 2026.

Berikut perbandingan laba dan pertumbuhan tahunan lima bank Himbara berdasarkan data yang diberitakan Bisnis.com.

Bank BUMN Laba Agustus 2026 Pertumbuhan YoY
Bank Mandiri (BMRI) Rp37,48 triliun 22,30%
BRI (BBRI) Rp34,77 triliun 6,63%
BNI (BBNI) Rp14,32 triliun 6,89%
Bank Syariah Indonesia (BRIS) Rp5,30 triliun 10,07%
BTN (BBTN) Rp2,15 triliun 8,07%

Angka tersebut mengacu pada laba secara bank only, bukan laba konsolidasi grup. Karena itu, pembaca perlu memperhatikan basis perbandingan saat menilai kinerja masing-masing emiten.

Bank Mandiri Pimpin Pertumbuhan Laba

Bank Mandiri bukan hanya memimpin berdasarkan nominal keuntungan. Bank dengan kode saham BMRI tersebut juga mencatat pertumbuhan laba tertinggi di antara lima bank Himbara.

Laba Bank Mandiri mencapai Rp37,48 triliun, naik 22,30% secara tahunan. Kinerja ini memperlihatkan peningkatan keuntungan dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Baca Juga :  Saham Astra International (ASII) Buyback Rp8 Triliun, Investor Bidik Peluang Cuan di Tengah Tren IHSG 2026

Di posisi berikutnya, BRI mencatat laba Rp34,77 triliun. Meski nilai keuntungannya mendekati Bank Mandiri, pertumbuhan laba BRI mencapai 6,63%.

BNI berada di posisi ketiga berdasarkan nominal laba. Bank berkode saham BBNI tersebut mencatat keuntungan Rp14,32 triliun dengan pertumbuhan tahunan 6,89%.

Perbedaan pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa besarnya laba dan kecepatan pertumbuhan merupakan dua indikator berbeda. Investor perlu melihat keduanya bersama dengan kualitas aset, biaya operasional, dan prospek pendapatan.

BSI Tumbuh 10,07%, BTN Catat Laba Rp2,15 Triliun

Di sektor perbankan syariah, Bank Syariah Indonesia (BSI) membukukan laba Rp5,30 triliun hingga Agustus 2026. Angka tersebut tumbuh 10,07% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menyebut pertumbuhan tersebut mencerminkan perkembangan transformasi bisnis perusahaan. BSI juga memperkuat pendanaan, pembiayaan, dan pendapatan berbasis komisi.

Menurut keterangan yang diberitakan Bisnis.com, penguatan dana murah atau CASA, pertumbuhan pembiayaan, penurunan biaya dana, dan peningkatan pendapatan berbasis komisi menjadi bagian dari strategi bisnis BSI.

Sementara itu, BTN mencatat laba Rp2,15 triliun dengan pertumbuhan 8,07% secara tahunan. Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menilai pertumbuhan bisnis memperkuat kemampuan perusahaan menjalankan fungsi intermediasi.

BTN juga berupaya memperluas akses pembiayaan perumahan. Strategi tersebut menyasar masyarakat yang membutuhkan pembiayaan rumah serta pelaku usaha dalam ekosistem perumahan.

Apa Artinya bagi Nasabah dan Investor?

Pertumbuhan laba bank dapat menjadi salah satu indikator kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan. Namun, angka laba saja belum cukup untuk menentukan apakah saham suatu bank layak dibeli.

Investor perlu memeriksa laporan keuangan terbaru, pertumbuhan kredit, rasio kredit bermasalah atau NPL, margin bunga bersih atau NIM, serta biaya pencadangan. Valuasi saham melalui rasio harga terhadap laba atau PER juga perlu diperhatikan.

Nasabah pun tidak seharusnya memilih bank hanya berdasarkan besarnya laba perusahaan. Biaya administrasi, suku bunga simpanan, jaringan layanan, kualitas aplikasi, dan kebutuhan transaksi sehari-hari tetap menjadi pertimbangan penting.

Baca Juga :  iPhone Mulai Tersaingi, Pengguna AS Lebih Puas Pakai Samsung

Selain itu, laba yang meningkat tidak menjamin harga saham akan naik. Pergerakan saham perbankan juga dipengaruhi kondisi ekonomi, kebijakan suku bunga, sentimen investor, dan ekspektasi pasar terhadap kinerja mendatang.

Dengan laba Rp37,48 triliun, Bank Mandiri menjadi pemimpin Himbara hingga Agustus 2026 berdasarkan data yang diberitakan. BRI berada di posisi kedua, sedangkan BSI mencatat pertumbuhan laba tertinggi kedua setelah Bank Mandiri.

FAQ: Laba Bank Himbara Agustus 2026

1. Bank Himbara mana yang memiliki laba terbesar pada Agustus 2026?

Bank Mandiri memimpin dengan laba bersih Rp37,48 triliun hingga Agustus 2026 berdasarkan data yang diberitakan Bisnis.com.

2. Berapa laba BRI hingga Agustus 2026?

BRI membukukan laba Rp34,77 triliun, tumbuh 6,63% secara tahunan.

3. Berapa laba BNI pada Agustus 2026?

BNI mencatat laba Rp14,32 triliun dengan pertumbuhan tahunan 6,89%.

4. Berapa laba Bank Syariah Indonesia pada Agustus 2026?

BSI membukukan laba Rp5,30 triliun, meningkat 10,07% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

5. Berapa laba BTN hingga Agustus 2026?

BTN mencatat laba Rp2,15 triliun dengan pertumbuhan tahunan 8,07%.

6. Bank Himbara mana yang pertumbuhan labanya paling tinggi?

Bank Mandiri mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 22,30% secara tahunan. BSI berada di posisi berikutnya dengan pertumbuhan 10,07%.

7. Apakah laba bank yang besar membuat sahamnya pasti naik?

Tidak. Harga saham dipengaruhi banyak faktor, termasuk valuasi, kualitas kredit, prospek keuntungan, suku bunga, dan sentimen pasar.

8. Apakah laba bank memengaruhi keamanan tabungan nasabah?

Besarnya laba bukan satu-satunya ukuran keamanan simpanan. Nasabah perlu memperhatikan ketentuan penjaminan LPS, termasuk batas nominal dan persyaratan tingkat bunga penjaminan yang berlaku. (Tim)

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

IHSG Diprediksi Menguat 12 Oktober 2026, Saham BRPT, BUMI, MDKA dan ITMG Jadi Sorotan
Harga Emas Antam di Pegadaian 11 Oktober 2026: 1 Gram Rp2,63 Juta, Ini Daftar Lengkapnya
Tabungan Emas BRImo vs Livin’ by Mandiri Oktober 2026: Modal Rp10 Ribu, Cek Biaya Admin dan Cara Beli
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 10 Oktober 2026 Naik, 1 Gram Rp2,61 Juta
Pinjol Tanpa BI Checking Langsung Approve 2026: Syarat, Cara Daftar, dan Risiko yang Wajib Diketahui
Bunga Deposito Bank Digital Oktober 2026 hingga 9%, Cek Daftar dan Risiko LPS
Rekening Bank Aman dari Pembobolan, Ini 7 Cara Melindungi Uang dan Data Pribadi
500 Ringgit Berapa Rupiah Hari Ini? Cek Kurs MYR ke IDR dan Cara Menghitungnya
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 01:00 WIB

Laba Bank Himbara Agustus 2026: Mandiri Rp37,48 Triliun, BRI Rp34,77 Triliun

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:32 WIB

Harga Emas Antam di Pegadaian 11 Oktober 2026: 1 Gram Rp2,63 Juta, Ini Daftar Lengkapnya

Minggu, 11 Oktober 2026 - 01:02 WIB

Tabungan Emas BRImo vs Livin’ by Mandiri Oktober 2026: Modal Rp10 Ribu, Cek Biaya Admin dan Cara Beli

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 10 Oktober 2026 Naik, 1 Gram Rp2,61 Juta

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 05:00 WIB

Pinjol Tanpa BI Checking Langsung Approve 2026: Syarat, Cara Daftar, dan Risiko yang Wajib Diketahui

Berita Terbaru