Siapa Fei-Fei Li? Ilmuwan AI di Balik World Labs yang Dibeli AMD Rp129 Triliun

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 30 September 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEKNOLOGI – Nama Fei-Fei Li kembali menjadi sorotan setelah perusahaan semikonduktor AMD dikabarkan mengakuisisi perusahaan kecerdasan buatan World Labs dengan nilai mencapai US$8,2 miliar atau sekitar Rp129 triliun.

Nilai transaksi tersebut membuat perhatian publik tidak hanya tertuju pada World Labs, tetapi juga kepada Fei-Fei Li, ilmuwan komputer yang mendirikan perusahaan tersebut dan dikenal luas melalui kontribusinya terhadap perkembangan teknologi pengenalan gambar berbasis kecerdasan buatan.

Siapa Fei-Fei Li?

Fei-Fei Li merupakan profesor ilmu komputer di Stanford University, Amerika Serikat. Namanya dikenal dalam perkembangan AI, khususnya bidang computer vision, atau teknologi yang memungkinkan komputer memahami dan menganalisis informasi visual.

Salah satu proyek yang paling melekat dengan namanya adalah ImageNet. Basis data berskala besar tersebut berperan penting dalam perkembangan sistem pengenalan gambar dan objek oleh komputer.

Perkembangan teknologi dari bidang tersebut kemudian menjadi bagian penting dari berbagai aplikasi AI, mulai dari pengenalan objek hingga teknologi yang membutuhkan pemahaman terhadap lingkungan visual.

Mendirikan World Labs pada 2024

Pada 2024, Fei-Fei Li mendirikan World Labs. Perusahaan tersebut berfokus pada pengembangan teknologi yang dikenal sebagai world model.

Konsepnya berbeda dari AI generatif yang terutama berinteraksi melalui teks, gambar, atau bentuk informasi digital lainnya.

World model dirancang untuk membantu sistem AI memahami lingkungan fisik, termasuk bentuk objek, posisi, pergerakan, serta hubungan antarelemen di dalam suatu lingkungan.

Teknologi seperti ini berpotensi digunakan untuk berbagai kebutuhan yang melibatkan interaksi antara AI dan dunia nyata.

Apa Itu World Model?

Secara sederhana, world model dapat dipahami sebagai model AI yang berusaha membangun representasi mengenai bagaimana suatu lingkungan bekerja.

Baca Juga :  Smartwatch Terbaik 2026 di Shopee, Dari Apple Watch hingga Harga 300 Ribuan

Jika chatbot dapat memproses pertanyaan dan menghasilkan jawaban, world model ditujukan untuk membantu mesin memahami lingkungan tempat ia berada.

Kemampuan tersebut penting untuk pengembangan teknologi seperti:

  • Robot yang berinteraksi dengan lingkungan manusia.
  • Kendaraan otonom.
  • Sistem simulasi.
  • Pelatihan mesin dalam lingkungan virtual.
  • Teknologi AI yang harus merespons perubahan kondisi secara real time.

Dengan kemampuan tersebut, AI tidak hanya memproses data yang diberikan kepadanya, tetapi juga dapat digunakan untuk memodelkan kondisi lingkungan dan kemungkinan perubahan yang terjadi.

World Labs Mengembangkan Marble

Salah satu teknologi yang dikembangkan World Labs adalah Marble.

Produk tersebut dirancang untuk menghasilkan lingkungan tiga dimensi yang menyerupai kondisi dunia nyata. Lingkungan virtual semacam ini dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan visualisasi, hiburan, simulasi, maupun pengembangan teknologi yang membutuhkan lingkungan latihan.

Konsep tersebut juga memiliki kaitan erat dengan pengembangan robot dan sistem otonom karena mesin dapat membutuhkan lingkungan virtual untuk melakukan simulasi sebelum beroperasi di dunia nyata.

Mengapa AMD Membeli World Labs?

Akuisisi World Labs memberi AMD akses terhadap teknologi dan tim yang berfokus pada world model.

Langkah tersebut juga memperluas strategi AMD dalam industri AI. Perusahaan selama ini dikenal sebagai produsen prosesor dan akselerator komputasi, sementara persaingan AI semakin berkembang dari sekadar kemampuan perangkat keras menuju kombinasi chip, perangkat lunak, dan model AI.

Dengan menggabungkan teknologi World Labs dengan perangkat keras AMD, perusahaan dapat membangun ekosistem yang lebih terintegrasi.

Dalam laporan yang menjadi sumber informasi ini, Fei-Fei Li disebut akan bergabung dengan AMD sebagai Wakil Direktur Utama sekaligus Kepala Ilmuwan setelah proses akuisisi selesai.

Persaingan AMD dan Nvidia Makin Luas

Persaingan AMD dan Nvidia selama ini banyak terlihat dalam pasar chip untuk AI. Namun, perkembangan teknologi AI membuat persaingan tersebut semakin melebar.

Baca Juga :  Kemenhub Pastikan Penerbangan Internasional Aman dan Terkendali

Nvidia sendiri telah mengembangkan Cosmos, platform yang berkaitan dengan pengembangan model dunia untuk kebutuhan robotika dan sistem otonom.

Dengan masuknya World Labs ke dalam AMD, persaingan kedua perusahaan tidak lagi semata-mata mengenai performa chip. Pengembangan model AI, perangkat lunak, simulasi, serta kemampuan untuk menghubungkan AI dengan perangkat keras juga menjadi bagian penting dari persaingan tersebut.

FAQ Fei-Fei Li dan World Labs

1. Siapa Fei-Fei Li?
Fei-Fei Li adalah ilmuwan komputer dan profesor di Stanford University yang dikenal atas kontribusinya terhadap bidang computer vision dan pengembangan ImageNet.

2. Apa itu World Labs?
World Labs adalah perusahaan AI yang didirikan Fei-Fei Li pada 2024 dan berfokus pada pengembangan teknologi world model.

3. Berapa nilai akuisisi World Labs oleh AMD?
Nilai transaksi yang disebut dalam laporan sumber mencapai US$8,2 miliar, atau sekitar Rp129 triliun.

4. Apa itu world model?
World model merupakan pendekatan AI untuk membangun pemahaman atau representasi mengenai lingkungan fisik, termasuk objek, ruang, pergerakan, dan perubahan yang terjadi di dalamnya.

5. Apa itu Marble?
Marble merupakan produk World Labs yang dirancang untuk menghasilkan lingkungan tiga dimensi yang menyerupai dunia nyata dan dapat digunakan antara lain untuk simulasi serta kebutuhan pengembangan AI.

6. Apakah Fei-Fei Li akan bergabung dengan AMD?
Menurut informasi dalam sumber yang diberikan, setelah transaksi selesai Fei-Fei Li akan bergabung dengan AMD sebagai Wakil Direktur Utama sekaligus Kepala Ilmuwan.

Berita Terkait

Trump Resmi Ganti Istilah AI Jadi Super Intelligence, Ini Alasannya
iQOO Pad Ultra Resmi Diperkenalkan, Tablet Gaming OLED 165Hz dan RAM 16GB
Yamaha Catat Ekspor 3 Juta Unit, Motor Buatan Indonesia Mendunia
Lenovo Googlebook 15 Dibanderol Mulai Rp18 Jutaan, Ini Spesifikasinya
SUV Listrik Huawei-Chery Luxeed R7 Terbaru Dibanderol Rp640 Jutaan, Siap Masuk Indonesia?
ChromeOS Bakal Pensiun, Google Siapkan Googlebook OS untuk Laptop Generasi Baru
WhatsApp Business Mulai Kenakan Biaya Pesan, Berlaku 1 Oktober 2026
Spesifikasi dan Harga Huawei Pura 90s Pro Max, Flagship dengan Telefoto 200 MP
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 22:00 WIB

Siapa Fei-Fei Li? Ilmuwan AI di Balik World Labs yang Dibeli AMD Rp129 Triliun

Rabu, 30 September 2026 - 18:18 WIB

Trump Resmi Ganti Istilah AI Jadi Super Intelligence, Ini Alasannya

Rabu, 30 September 2026 - 18:00 WIB

iQOO Pad Ultra Resmi Diperkenalkan, Tablet Gaming OLED 165Hz dan RAM 16GB

Rabu, 30 September 2026 - 16:00 WIB

Yamaha Catat Ekspor 3 Juta Unit, Motor Buatan Indonesia Mendunia

Rabu, 30 September 2026 - 14:03 WIB

Lenovo Googlebook 15 Dibanderol Mulai Rp18 Jutaan, Ini Spesifikasinya

Berita Terbaru