Wall Street Tertekan, Harga Minyak dan Treasury Jadi Sorotan Investor AS, Investor Mulai Waspada

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 29 September 2026 - 23:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Wall Street kembali menjadi sorotan setelah pasar saham Amerika Serikat bergerak melemah pada perdagangan Selasa, 29 September 2026.

Investor mencermati dua faktor utama. Keduanya adalah kenaikan imbal hasil Treasury dan pergerakan harga minyak dunia.

Dow Jones Industrial Average turun sekitar 0,6 persen. Penurunan tersebut setara dengan hampir 300 poin.

Sementara itu, S&P 500 melemah sekitar 0,3 persen. Nasdaq juga bergerak turun sekitar 0,1 persen dalam perdagangan yang berlangsung fluktuatif.

Perhatian investor semakin besar setelah yield Treasury 10 tahun berada di sekitar 5,25 persen. Imbal hasil tinggi membuat aset berisiko menghadapi tekanan.

Baca Juga :  Pertamina Sesuaikan Harga BBM Maret 2026, Cek Daftarnya

Harga minyak juga menjadi perhatian pasar. Harga Brent sempat menembus US$100 per barel sebelum kembali mengalami penurunan.

Kenaikan harga energi dapat meningkatkan biaya transportasi dan produksi. Kondisi tersebut berpotensi memberikan tekanan tambahan terhadap inflasi Amerika Serikat.

Investor kini menunggu sejumlah data ekonomi penting. Data inflasi dan pasar tenaga kerja akan menjadi perhatian karena dapat memengaruhi arah kebijakan Federal Reserve.

Tekanan juga terlihat dari kondisi konsumen AS. Kepercayaan konsumen dilaporkan turun ke level terendah dalam 12 tahun.

Baca Juga :  IHSG Hari Ini Melonjak 1,53%, Saham TLKM dan BREN Melejit, Investor Mulai Borong Lagi?

Kombinasi harga energi tinggi, yield Treasury dan ketidakpastian ekonomi membuat pasar bergerak hati-hati. Investor akan mencermati perkembangan berikutnya sebelum menentukan strategi investasi.

Pergerakan Wall Street juga penting bagi pasar global. Perubahan saham AS, harga minyak dan imbal hasil Treasury dapat memengaruhi sentimen pasar negara lain, termasuk Indonesia.

Bagi investor Indonesia, perubahan tersebut dapat berdampak pada pergerakan IHSG, rupiah dan harga komoditas. Karena itu, pasar domestik juga akan mencermati perkembangan ekonomi Amerika Serikat. (*)

Berita Terkait

Rincian Gaji Manajer Kopdes 2026: Gaji Pokok, Tunjangan hingga Uang Makan
Kompensasi CEO Tertinggi : Elon Musk Jauh di Atas Bos Perusahaan Lain
Michael Dell Naik Jadi Orang Terkaya Keempat Dunia, Salip Zuckerberg
BSI Hasanah KKI Card Tembus 10.000 Pengguna, Baru Sebulan Diluncurkan
Simulasi Kredit VinFast Evo, Feliz II dan Viper: Cicilan Mulai Rp600 Ribu
Data Desil DTSEN Tidak Sesuai? Begini Cara Mengubahnya Lewat HP
Freeport Investasikan Rp25 Triliun untuk Tambang Kucing Liar, Produksi Ditargetkan 2029
Anak Kurir SPX Express Dapat Beasiswa Kuliah di UI, ITB, dan UNP
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 23:32 WIB

Wall Street Tertekan, Harga Minyak dan Treasury Jadi Sorotan Investor AS, Investor Mulai Waspada

Selasa, 29 September 2026 - 18:01 WIB

Rincian Gaji Manajer Kopdes 2026: Gaji Pokok, Tunjangan hingga Uang Makan

Minggu, 27 September 2026 - 21:00 WIB

Kompensasi CEO Tertinggi : Elon Musk Jauh di Atas Bos Perusahaan Lain

Minggu, 27 September 2026 - 18:00 WIB

Michael Dell Naik Jadi Orang Terkaya Keempat Dunia, Salip Zuckerberg

Jumat, 25 September 2026 - 12:02 WIB

BSI Hasanah KKI Card Tembus 10.000 Pengguna, Baru Sebulan Diluncurkan

Berita Terbaru