Baterai Mobil Listrik Awet atau Cepat Rusak Jika Sering Fast Charging?

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 27 September 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OTOMOTIF – Fitur fast charging menjadi salah satu kemudahan utama pada mobil listrik. Teknologi ini memungkinkan baterai mendapatkan tambahan daya dalam waktu lebih singkat dibandingkan pengisian menggunakan arus AC biasa.

Namun, penggunaan fast charging yang terlalu sering disebut perlu diperhatikan karena dapat berpengaruh terhadap kondisi baterai dalam jangka panjang.

Meski demikian, pemilik mobil listrik tidak perlu langsung khawatir. Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM), Jayan Sentanuhady, mengatakan fast charging tidak serta-merta membuat baterai kendaraan listrik rusak.

Menurutnya, fast charging tetap dibutuhkan, terutama ketika mobil digunakan untuk perjalanan jauh, berada di tempat umum, atau menghadapi kondisi darurat.

“Fast charging tetap dibutuhkan, terutama di tempat-tempat umum atau saat kondisi darurat,” ujar Jayan.

Ia menambahkan, penggunaan sesekali masih dapat dilakukan. Yang perlu diperhatikan adalah jangan menjadikan fast charging sebagai satu-satunya metode pengisian baterai sehari-hari.

Mengapa Fast Charging Bisa Memengaruhi Baterai?

Salah satu faktor yang perlu diperhatikan adalah panas.

Fast charging menggunakan arus listrik yang lebih besar sehingga proses pengisian berlangsung lebih cepat. Kondisi tersebut dapat membuat temperatur baterai meningkat lebih cepat.

Jayan menjelaskan, baterai yang terlalu sering berada dalam kondisi panas dapat mengalami penurunan kesehatan sel.

Dampaknya dapat berupa penurunan kapasitas baterai dan berkurangnya jarak tempuh kendaraan.

Dengan demikian, persoalannya bukan semata-mata fast charging akan langsung merusak baterai, melainkan frekuensi penggunaan dan kondisi baterai selama proses pengisian perlu diperhatikan.

Lebih Baik Gunakan AC Charging untuk Kebutuhan Harian

Untuk pemakaian rutin, Jayan menyarankan pemilik kendaraan merencanakan pengisian baterai terlebih dahulu.

Sebagai contoh, jika mobil akan digunakan beberapa hari kemudian, pengisian dapat dilakukan lebih awal menggunakan arus listrik yang lebih rendah.

Dengan cara tersebut, baterai dapat terisi secara bertahap tanpa harus mengandalkan pengisian berdaya tinggi dalam waktu singkat.

Menurut Jayan, pola tersebut dapat membantu menjaga performa baterai dibandingkan terlalu bergantung pada fasilitas fast charging.

Kapan Waktu yang Tepat Menggunakan Fast Charging?

Kepala Teknisi Domo Hybrid EV, Yogig Pramono, menyarankan fast charging digunakan terutama ketika pemilik kendaraan akan melakukan perjalanan jauh atau sedang membutuhkan pengisian dalam waktu singkat.

Baca Juga :  Pajak Mobil Toyota Alphard Terbaru 2026: Biaya Tahunan, Simulasi, dan Cara Hitung Lengkap

Ia menyebut kondisi baterai sekitar 20 persen dapat menjadi salah satu waktu penggunaan fast charging.

“Idealnya menggunakan fast charging saat mau bepergian jauh atau buru-buru dan persentase baterai sudah kurang lebih di 20 persen,” kata Yogig.

Menurut Yogig, penggunaan fast charging sekitar satu kali dalam seminggu dapat menjadi patokan yang ia sarankan untuk kondisi tertentu.

Namun, frekuensi tersebut bukan aturan universal untuk semua mobil listrik. Pola pengisian tetap perlu disesuaikan dengan rekomendasi produsen dan karakter baterai masing-masing kendaraan.

Jangan Terlalu Sering Membiarkan Baterai di Bawah 20 Persen

Selain metode pengisian, kondisi baterai sebelum dicas juga perlu diperhatikan.

Yogig mengingatkan bahwa terlalu sering menggunakan mobil hingga kapasitas baterainya berada di bawah 20 persen tidak baik untuk kesehatan baterai.

Kapasitas baterai yang sudah rendah secara berulang dapat memberikan dampak terhadap umur pakainya.

Karena itu, pemilik mobil listrik sebaiknya tidak selalu menunggu baterai berada pada level sangat rendah sebelum melakukan pengisian.

Pemakaian Dalam Kota Bisa Mengandalkan AC Charging

Untuk penggunaan harian di dalam kota dengan jarak sekitar 100 kilometer, fast charging umumnya tidak selalu diperlukan.

Yogig menjelaskan bahwa banyak mobil listrik saat ini mampu menempuh jarak lebih dari 200 kilometer ketika baterai dalam kondisi penuh, meskipun jarak aktual tentu bergantung pada model kendaraan dan kondisi penggunaan.

Dengan jarak perjalanan yang tidak terlalu jauh, pengisian menggunakan AC charging pada malam hari dapat menjadi pilihan untuk mengembalikan kapasitas baterai.

Artinya, fast charging lebih tepat dimanfaatkan sebagai solusi ketika membutuhkan pengisian cepat, sedangkan pengisian AC dapat digunakan untuk kebutuhan rutin apabila waktu pengisian tersedia.

Tips Menjaga Baterai Mobil Listrik Tetap Awet

Berdasarkan penjelasan kedua teknisi tersebut, beberapa kebiasaan dapat diperhatikan pemilik mobil listrik:

  1. Gunakan fast charging ketika memang diperlukan, terutama untuk perjalanan jauh atau kondisi terburu-buru.
  2. Jangan terlalu bergantung pada fast charging untuk kebutuhan pengisian sehari-hari.
  3. Manfaatkan AC charging ketika kendaraan dapat ditinggalkan dalam waktu cukup lama.
  4. Hindari terlalu sering membiarkan baterai berada di bawah 20 persen.
  5. Rencanakan perjalanan dan pengisian daya agar tidak selalu membutuhkan pengisian cepat.
  6. Ikuti rekomendasi produsen kendaraan mengenai metode dan batas pengisian baterai.
Baca Juga :  Zontes 175V 2026 Meluncur: Mesin 169 cc, Fitur Mewah Siap Tantang NMAX dan PCX

Kesimpulan

Fast charging tidak otomatis membuat baterai mobil listrik cepat rusak. Pengisian cepat tetap dapat digunakan ketika dibutuhkan, terutama saat perjalanan jauh atau keadaan darurat.

Yang perlu diperhatikan adalah frekuensi penggunaannya dan pengelolaan temperatur baterai. Untuk kebutuhan harian, pengisian menggunakan AC ketika tersedia waktu yang cukup dapat menjadi alternatif agar pemilik kendaraan tidak selalu bergantung pada fast charging.


FAQ

1. Apakah fast charging membuat baterai mobil listrik cepat rusak?
Fast charging tidak langsung membuat baterai rusak. Namun, penggunaan yang terlalu sering dapat mempercepat degradasi karena arus besar dapat membuat temperatur baterai lebih cepat meningkat.

2. Kapan sebaiknya menggunakan fast charging?
Fast charging dapat digunakan ketika perjalanan jauh, sedang terburu-buru, atau dalam kondisi darurat yang membutuhkan pengisian daya dengan cepat.

3. Pada berapa persen baterai fast charging sebaiknya digunakan?
Yogig Pramono menyebut sekitar 20 persen sebagai salah satu kondisi penggunaan fast charging. Namun, batas ideal dapat berbeda sesuai kendaraan dan rekomendasi pabrikan.

4. Apakah pengisian AC lebih cocok untuk pemakaian harian?
Untuk kondisi ketika kendaraan dapat dicas dalam waktu lebih lama, AC charging dapat digunakan sebagai metode pengisian rutin.

5. Apakah baterai mobil listrik sebaiknya sering dibiarkan di bawah 20 persen?
Menurut Yogig, terlalu sering membiarkan kapasitas baterai di bawah 20 persen tidak baik bagi kesehatan baterai.

6. Apakah fast charging boleh digunakan setiap hari?
Kebutuhan tiap kendaraan berbeda. Penggunaan fast charging sebaiknya disesuaikan dengan rekomendasi pabrikan dan kebutuhan perjalanan, bukan dijadikan satu-satunya metode pengisian.

Berita Terkait

BYD Flash Charging Bisa 1.500 kW, Apa Bedanya dengan Fast Charging?
Wuling Darion EV vs Darion PHEV, Dua MPV 7-Seater untuk Keluarga Modern
Pajero Sport Dakar Ultimate 2017 Bekas: Harga, Pajak dan Tips Sebelum Membeli
J5 EV Laris Manis, Jaecoo Buka Peluang Hadirkan Mobil Listrik Baru
BYD Siapkan Sedan Listrik Ultra-Mewah, Pintu Belakang Ala Rolls-Royce
Honda CB500 Resmi Meluncur, Moge 501 Cc Harga Rp50 Jutaan Punya Fitur Modern
Royal Enfield Bear 650 Cocok untuk Sunmori, Ini Spesifikasi Lengkapnya
Bentley Torcal Meluncur, SUV Listrik Pertama dengan Tenaga 888 PS
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 17:00 WIB

Baterai Mobil Listrik Awet atau Cepat Rusak Jika Sering Fast Charging?

Minggu, 27 September 2026 - 16:00 WIB

BYD Flash Charging Bisa 1.500 kW, Apa Bedanya dengan Fast Charging?

Sabtu, 26 September 2026 - 18:09 WIB

Wuling Darion EV vs Darion PHEV, Dua MPV 7-Seater untuk Keluarga Modern

Sabtu, 26 September 2026 - 06:00 WIB

Pajero Sport Dakar Ultimate 2017 Bekas: Harga, Pajak dan Tips Sebelum Membeli

Sabtu, 26 September 2026 - 02:00 WIB

J5 EV Laris Manis, Jaecoo Buka Peluang Hadirkan Mobil Listrik Baru

Berita Terbaru