IHSG Hari Ini 7 Agustus 2026 Ditutup Naik 1,04 Persen ke Level 6.409,65, Saham ISAT, INDY, dan BUMI Jadi Bintang Bursa

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 7 Agustus 2026 - 17:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Jumat, 7 Agustus 2026, di zona hijau setelah menguat 1,04 persen ke level 6.409,65. Penguatan ini menjadi sinyal positif bagi pasar modal Indonesia di tengah meningkatnya optimisme investor terhadap prospek ekonomi nasional, arus dana asing, serta penantian keputusan pemerintah terkait calon Gubernur Bank Indonesia (BI).

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan IHSG bergerak di rentang 6.347,43 hingga 6.409,65 sepanjang sesi perdagangan. Aktivitas transaksi berlangsung cukup aktif dengan 373 saham menguat, 245 saham melemah, dan 345 saham bergerak stagnan. Kondisi tersebut mencerminkan dominasi aksi beli investor pada sejumlah saham unggulan, terutama sektor telekomunikasi, energi, dan pertambangan.

Penguatan terbesar di jajaran saham LQ45 dipimpin oleh PT Indosat Tbk. (ISAT) yang melonjak 14,21 persen menjadi Rp2.170 per saham. Kenaikan tersebut diikuti PT Indika Energy Tbk. (INDY) yang menguat 5,88 persen ke Rp2.700, serta PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) yang naik 4,47 persen menjadi Rp187. Saham-saham tersebut menjadi incaran investor seiring meningkatnya optimisme terhadap prospek sektor energi dan telekomunikasi.

Kinerja positif juga ditunjukkan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) yang naik 4,03 persen ke Rp7.750, PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) yang menguat 3,77 persen ke Rp550, serta PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) yang bertambah 3,52 persen ke Rp2.940. Penguatan saham berbasis komoditas tersebut didukung ekspektasi permintaan global yang mulai membaik serta prospek industri kendaraan listrik.

Di sisi lain, beberapa saham harus ditutup di zona merah. PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) mencatat penurunan terdalam setelah melemah 5,03 persen ke Rp1.605. Pelemahan juga dialami PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) yang turun 0,92 persen menjadi Rp5.400, PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) turun 0,70 persen ke Rp1.420, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) melemah 0,63 persen, PT United Tractors Tbk. (UNTR) turun 0,53 persen, serta PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) yang terkoreksi 0,45 persen.

Baca Juga :  BI-Fast Baru 2026 Resmi Disiapkan, Transfer Luar Negeri Kini Instan Tanpa Ribet

Analis menilai sentimen positif pasar tidak hanya berasal dari kinerja emiten, tetapi juga dipengaruhi faktor makroekonomi. Salah satu perhatian utama investor adalah pengumuman calon Gubernur Bank Indonesia yang diperkirakan akan menentukan arah kebijakan moneter, suku bunga acuan, serta stabilitas nilai tukar rupiah dalam beberapa tahun mendatang. Kepastian kepemimpinan di bank sentral dinilai penting untuk menjaga kepercayaan investor domestik maupun asing.

Selain itu, pasar juga menantikan sejumlah data ekonomi penting, termasuk posisi cadangan devisa Indonesia yang diperkirakan tetap berada di kisaran US$145 miliar, serta Indeks Harga Properti yang diproyeksikan masih tumbuh secara tahunan. Dari luar negeri, perhatian investor tertuju pada neraca perdagangan China, karena negara tersebut merupakan mitra dagang utama Indonesia. Surplus perdagangan China yang kuat berpotensi meningkatkan permintaan terhadap komoditas Indonesia, terutama batu bara, nikel, dan mineral lainnya.

Secara teknikal, analis BRI Danareksa Sekuritas menilai tren penguatan IHSG masih terjaga selama indeks mampu bertahan di atas area 6.300. Level 6.400 kini menjadi resistance psikologis yang berhasil ditembus pada penutupan perdagangan. Jika IHSG mampu bertahan di atas level tersebut pada perdagangan berikutnya, peluang menuju area 6.500 semakin terbuka. Sebaliknya, apabila terjadi aksi ambil untung, area 6.300 diperkirakan menjadi support kuat yang akan menjaga tren kenaikan jangka pendek.

Baca Juga :  Daftar Kartu Kredit Limit Besar yang Cepat Disetujui 2026, Banyak yang Bisa ACC dalam Hitungan Menit

Bagi investor, kondisi ini membuka peluang untuk mencermati saham-saham berfundamental kuat di sektor telekomunikasi, energi, pertambangan, perbankan, serta konsumer. Namun, pelaku pasar tetap disarankan menerapkan strategi manajemen risiko karena pergerakan IHSG masih dipengaruhi perkembangan ekonomi global, kebijakan Federal Reserve Amerika Serikat, harga komoditas dunia, serta arus investasi asing ke pasar modal Indonesia.

FAQ

1. Berapa penutupan IHSG hari ini?
IHSG ditutup naik 1,04 persen ke level 6.409,65 pada Jumat, 7 Agustus 2026.

2. Saham apa yang paling menguat hari ini?
ISAT menjadi top gainer dengan kenaikan 14,21 persen, disusul INDY dan BUMI.

3. Mengapa IHSG menguat?
Didorong sentimen positif ekonomi domestik, optimisme terhadap calon Gubernur BI, serta minat beli investor pada saham sektor energi dan telekomunikasi.

4. Faktor apa yang akan memengaruhi IHSG pekan depan?
Pasar akan mencermati keputusan calon Gubernur BI, data cadangan devisa Indonesia, neraca perdagangan China, dan perkembangan pasar global.

5. Bagaimana prospek IHSG selanjutnya?
Selama bertahan di atas level 6.300, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan dengan target berikutnya di kisaran 6.500 apabila sentimen positif tetap terjaga. (Tim)

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

BI Rate Tetap 5,75%, IHSG Hari Ini Naik 1,56%: Dampaknya ke Sah
Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.818 per Dolar AS, BI Rate Tetap 5,75%
Syarat dan Cara Pinjam Uang di DANA Cicil 2026, Cek Limit, Aktivasi dan Cara Bayarnya
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 23 September 2026 Turun, Cek Harga Jual dan Buyback Terbaru
Harga Buyback Emas Pegadaian 23 September 2026 Turun, Cek Harga Antam, UBS dan Galeri 24
Harga BBM 23 September 2026 Jambi, Sumbar, Sumut: Pertamax, Pertalite, Dexlite Terbaru
KUR Mandiri 2026 Terbaru: Tabel Angsuran Rp10 Juta-Rp500 Juta, Bunga dan Syarat
Harga Bitcoin Hari Ini 22 September 2026 Turun 0,59 Persen, BTC di Rp1,53 Miliar
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 17:02 WIB

BI Rate Tetap 5,75%, IHSG Hari Ini Naik 1,56%: Dampaknya ke Sah

Rabu, 23 September 2026 - 15:59 WIB

Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.818 per Dolar AS, BI Rate Tetap 5,75%

Rabu, 23 September 2026 - 13:02 WIB

Syarat dan Cara Pinjam Uang di DANA Cicil 2026, Cek Limit, Aktivasi dan Cara Bayarnya

Rabu, 23 September 2026 - 08:11 WIB

Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 23 September 2026 Turun, Cek Harga Jual dan Buyback Terbaru

Rabu, 23 September 2026 - 07:39 WIB

Harga Buyback Emas Pegadaian 23 September 2026 Turun, Cek Harga Antam, UBS dan Galeri 24

Berita Terbaru