Kejayaan Nvidia Guncang, Rp23.000 Triliun Nilai Pasar Chip AI Lenyap

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

EKONOMI-Industri semikonduktor Amerika Serikat tengah menghadapi tekanan besar setelah saham-saham perusahaan chip kecerdasan buatan (AI) anjlok tajam dalam dua hari perdagangan terakhir.

Raksasa teknologi seperti Nvidia, Broadcom, AMD, hingga Micron Technology kehilangan kapitalisasi pasar gabungan mencapai US$1,3 triliun atau sekitar Rp23.000 triliun.

Kondisi ini memicu kekhawatiran investor terhadap masa depan saham teknologi yang selama ini melambung tinggi berkat booming kecerdasan buatan.

Nvidia Kehilangan Lebih dari US$300 Miliar

Nvidia menjadi salah satu perusahaan yang terkena dampak paling besar.

Saham produsen chip AI terbesar di dunia itu turun sekitar 6 persen dalam sehari dan memangkas lebih dari US$300 miliar dari nilai kapitalisasi pasarnya.

Selain Nvidia, sejumlah perusahaan teknologi lain juga mengalami tekanan berat:

  • Micron Technology turun 13 persen
  • Marvell Technology anjlok 17 persen
  • AMD melemah hampir 11 persen
  • Broadcom turun hampir 8 persen

Penurunan ini membuat indeks saham chip PHLX merosot 10,3 persen, menjadi penurunan terdalam sejak pandemi Covid-19 pada Maret 2020.

Investor Mulai Khawatir Gelembung AI Pecah

Aksi jual besar-besaran dipicu laporan Broadcom yang dinilai tidak memenuhi ekspektasi pasar terkait permintaan chip AI kustom.

Baca Juga :  Nvidia RTX Spark Resmi Meluncur, Superchip AI untuk Laptop Windows Siap Gantikan Cara Kerja PC Konvensional

Hal tersebut memicu kekhawatiran bahwa sektor AI mungkin mulai mengalami perlambatan setelah sebelumnya tumbuh sangat agresif.

Analis pasar menyebut investor mulai mempertanyakan valuasi saham teknologi yang dianggap terlalu mahal.

“Pasar semikonduktor sudah terlalu jenuh untuk dibeli,” kata Kepala Strategi Ekuitas Wells Fargo, Ohsung Kwon.

Suku Bunga Tinggi Ikut Menekan Pasar

Selain faktor AI, kekhawatiran terhadap suku bunga tinggi di Amerika Serikat juga menjadi penyebab investor melepas saham teknologi.

Data tenaga kerja AS yang lebih kuat dari perkiraan membuat pasar memperkirakan bank sentral AS masih akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Akibatnya:

  • Indeks S&P 500 turun 2,6 persen
  • Saham teknologi mengalami tekanan besar
  • Investor mulai beralih ke aset yang lebih aman

Industri AI Masih Dinilai Punya Masa Depan

Meski saham chip AI mengalami koreksi tajam, sebagian analis menilai tren pertumbuhan kecerdasan buatan belum benar-benar berakhir.

Indeks saham chip PHLX sendiri masih tercatat naik 73 persen sepanjang 2026 meski mengalami penurunan tajam dalam beberapa hari terakhir.

Pasar juga masih menantikan berbagai proyek besar berbasis AI, termasuk rencana IPO SpaceX milik Elon Musk yang disebut akan memiliki valuasi fantastis hingga US$1,75 triliun.

Baca Juga :  Harga Rp 1 Jutaan, Infinix AI Glasses Punya Fitur Musik hingga Translate Real Time

Persaingan Industri Chip Semakin Ketat

Ledakan kebutuhan AI membuat persaingan industri semikonduktor semakin agresif.

Perusahaan-perusahaan besar berlomba menghadirkan chip tercepat dan paling efisien untuk mendukung:

  • AI generatif
  • Data center
  • Robotika
  • Mobil otonom
  • Cloud computing

Namun tingginya ekspektasi pasar membuat saham sektor ini sangat sensitif terhadap laporan keuangan dan proyeksi pertumbuhan.

FAQ

Mengapa saham Nvidia anjlok?

Saham Nvidia turun akibat aksi jual besar-besaran di sektor chip AI dan kekhawatiran investor terhadap valuasi saham teknologi yang terlalu tinggi.

Berapa kerugian pasar chip AI?

Nilai pasar perusahaan chip AI hilang sekitar US$1,3 triliun atau setara Rp23.000 triliun.

Apa penyebab utama saham chip turun?

Penurunan dipicu laporan Broadcom yang mengecewakan serta kekhawatiran suku bunga tinggi di AS.

Apakah industri AI masih berkembang?

Ya. Meski saham mengalami koreksi, industri AI masih diprediksi terus berkembang dalam jangka panjang.

Perusahaan apa saja yang terdampak?

Beberapa perusahaan yang terdampak antara lain Nvidia, AMD, Broadcom, Micron Technology, dan Marvell Technology.

Berita Terkait

ADVAN AIR NEO Resmi Meluncur, Laptop 0,99 Kg dengan Intel Core Series 3
OPPO A7 Pro Resmi Meluncur dengan Baterai 8.000 mAh, Ini Spesifikasinya
Telkomsel meluncurkan Halo Optima dengan kuota hingga 2.000 GB
Morgan Stanley Genggam 7,59 Persen Saham GOTO Setelah Tambah 21,92 Miliar Saham
Pemerintah Siapkan Rekening Otomatis untuk Warga Usia 17 Tahun, Ada Saldo Rp50 Ribu
Apple Event 2026 Digelar Dini Hari, Ini Bocoran iPhone 18 Pro dan iPhone Lipat
Huawei Watch D3 Meluncur Global, Bawa Teknologi Pemantau Tekanan Darah Terbaru
Harga POCO X8 Series Terbaru, Cek Cicilan 3, 6 hingga 12 Bulan
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 19:00 WIB

ADVAN AIR NEO Resmi Meluncur, Laptop 0,99 Kg dengan Intel Core Series 3

Kamis, 10 September 2026 - 13:00 WIB

OPPO A7 Pro Resmi Meluncur dengan Baterai 8.000 mAh, Ini Spesifikasinya

Kamis, 10 September 2026 - 12:00 WIB

Telkomsel meluncurkan Halo Optima dengan kuota hingga 2.000 GB

Kamis, 10 September 2026 - 06:10 WIB

Morgan Stanley Genggam 7,59 Persen Saham GOTO Setelah Tambah 21,92 Miliar Saham

Kamis, 10 September 2026 - 05:00 WIB

Pemerintah Siapkan Rekening Otomatis untuk Warga Usia 17 Tahun, Ada Saldo Rp50 Ribu

Berita Terbaru