Transaksi Shopee Tembus Rp1.441 Triliun, Peluang Bisnis Digital dan Saham Teknologi Makin Menarik 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 9 Mei 2026 - 03:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta-Platform e-commerce Shopee kembali mendominasi pasar belanja online Asia Tenggara sepanjang 2025 dengan nilai transaksi fantastis mencapai US$83,2 miliar atau sekitar Rp1.441 triliun. Laporan terbaru Momentum Works menyebutkan capaian tersebut menjadikan Shopee sebagai marketplace terbesar di kawasan dengan pangsa pasar mencapai 53 persen. Lonjakan transaksi digital ini sekaligus membuka peluang besar bagi sektor investasi saham teknologi, bisnis UMKM online, hingga layanan fintech dan logistik digital di Indonesia.

Nilai gross merchandise value (GMV) Shopee meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di level US$66,8 miliar atau sekitar Rp1.157 triliun. Dalam satu tahun, pertumbuhan transaksi platform ini mencapai sekitar Rp284 triliun. Kenaikan tersebut menunjukkan daya beli masyarakat digital Asia Tenggara masih sangat kuat meskipun kondisi ekonomi global menghadapi tekanan inflasi dan perlambatan pertumbuhan di beberapa negara.

Dominasi Shopee juga memperlihatkan perubahan besar perilaku konsumen yang kini semakin bergantung pada layanan belanja online, pembayaran digital, serta sistem cicilan berbasis fintech. Tren ini membuat sektor e-commerce, pinjaman online legal, dompet digital, hingga saham perusahaan teknologi menjadi perhatian investor pada 2026. Tidak sedikit analis memprediksi industri digital Asia Tenggara masih akan tumbuh agresif dalam beberapa tahun ke depan seiring meningkatnya penetrasi internet dan pengguna smartphone.

Di posisi kedua, gabungan TikTok Shop dan Tokopedia berhasil mencatat GMV sebesar US$45,6 miliar atau sekitar Rp789 triliun. Nilai tersebut melonjak drastis dibandingkan 2024 yang berada di angka US$22,6 miliar. Integrasi media sosial dengan sistem perdagangan digital dinilai menjadi faktor utama pertumbuhan transaksi mereka. Model social commerce kini mulai menjadi ancaman serius bagi marketplace konvensional.

Baca Juga :  GOTO Buyback Saham Rp 3,5 Triliun, Peluang Cuan Investor Makin Besar?

Sementara itu, Lazada tercatat membukukan transaksi sekitar US$18 miliar atau Rp311 triliun. Di sisi lain, Bukalapak mengalami penurunan nilai transaksi dari US$12,8 miliar menjadi US$9 miliar sepanjang 2025. Persaingan ketat antarplatform membuat perusahaan digital harus terus berinvestasi pada teknologi AI, layanan pengiriman cepat, promosi cashback, serta sistem pembayaran online yang lebih aman.

Secara regional, total GMV e-commerce Asia Tenggara mencapai US$157,6 miliar atau sekitar Rp2.729 triliun pada 2025. Angka ini naik signifikan dibandingkan 2024 yang berada di level US$128,4 miliar. Dalam lima tahun terakhir, nilai ekonomi digital Asia Tenggara bahkan meningkat hampir tiga kali lipat. Pertumbuhan tersebut menjadikan kawasan ASEAN sebagai salah satu pasar ekonomi digital paling potensial di dunia.

Indonesia sendiri masih menjadi pasar e-commerce terbesar di Asia Tenggara dengan nilai transaksi mencapai US$57,7 miliar atau sekitar Rp999 triliun. Namun, pertumbuhan Indonesia dinilai mulai melambat dibanding negara lain seperti Thailand dan Vietnam. Thailand justru mencatat lonjakan GMV paling tinggi setelah naik dari US$23,4 miliar menjadi US$35,5 miliar hanya dalam satu tahun. Kondisi ini memperlihatkan persaingan bisnis digital kawasan semakin ketat.

Baca Juga :  Perkembangan Fintech Indonesia 2026, Peluang Investasi dan Inovasi Terbaru yang Menarik Perhatian Investor

Para pelaku UMKM dan pebisnis online diperkirakan akan semakin agresif memanfaatkan marketplace untuk meningkatkan penjualan pada 2026. Selain itu, sektor pendukung seperti jasa ekspedisi, layanan cloud computing, digital marketing, hingga asuransi bisnis online diprediksi ikut menikmati pertumbuhan besar. Banyak perusahaan kini mulai meningkatkan investasi teknologi demi mempertahankan pangsa pasar di tengah persaingan e-commerce yang semakin sengit.

Dominasi Shopee dan pertumbuhan pesat industri e-commerce Asia Tenggara menunjukkan transformasi ekonomi digital masih menjadi peluang besar bagi investor maupun pelaku usaha. Dengan tingginya transaksi online, sektor teknologi, saham digital, fintech, dan bisnis berbasis AI diperkirakan tetap menjadi magnet investasi yang menjanjikan sepanjang 2026.

FAQ

1. Berapa nilai transaksi Shopee pada 2025?

Shopee mencatat GMV sebesar US$83,2 miliar atau sekitar Rp1.441 triliun.

2. Mengapa industri e-commerce penting bagi ekonomi digital?

Karena e-commerce mendorong pertumbuhan UMKM, fintech, logistik, pembayaran digital, dan investasi teknologi.

3. Marketplace terbesar kedua di Asia Tenggara apa?

Gabungan TikTok Shop dan Tokopedia dengan transaksi sekitar Rp789 triliun.

4. Negara dengan pertumbuhan e-commerce tercepat di ASEAN?

Thailand menjadi negara dengan pertumbuhan GMV tertinggi sepanjang 2025.

5. Apa sektor yang diuntungkan dari pertumbuhan e-commerce?

Fintech, saham teknologi, logistik, digital marketing, cloud computing, dan pembayaran digital

Berita Terkait

APBN Raup Rp57,1 Triliun dari Sawit dan Tambang Ilegal, Ini Rincian Setorannya
IHSG Hari Ini 12 Oktober 2026 Menguat ke 6.113,86, Saham ANTM, AMMN, dan BUMI Melaju
Harga Emas Antam di Pegadaian Minggu 11 Oktober 2026, 1 Gram Rp2,63 Juta
Harga BBM Jambi, Sumbar, Sumut 12 Oktober 2026: Cek Pertamax, Pertalite dan Dexlite
Investasi Data Center Jadi Peluang Bisnis Asuransi, Great Eastern Soroti Risiko Klaim Jumbo
Astra ASII Tebar Dividen Interim Rp3,89 Triliun, Cum Date 12 Oktober 2026
Laba Bank Himbara Agustus 2026: Mandiri Rp37,48 Triliun, BRI Rp34,77 Triliun
IHSG Diprediksi Menguat 12 Oktober 2026, Saham BRPT, BUMI, MDKA dan ITMG Jadi Sorotan
Berita ini 108 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:00 WIB

APBN Raup Rp57,1 Triliun dari Sawit dan Tambang Ilegal, Ini Rincian Setorannya

Senin, 12 Oktober 2026 - 09:48 WIB

IHSG Hari Ini 12 Oktober 2026 Menguat ke 6.113,86, Saham ANTM, AMMN, dan BUMI Melaju

Senin, 12 Oktober 2026 - 09:09 WIB

Harga Emas Antam di Pegadaian Minggu 11 Oktober 2026, 1 Gram Rp2,63 Juta

Senin, 12 Oktober 2026 - 05:04 WIB

Investasi Data Center Jadi Peluang Bisnis Asuransi, Great Eastern Soroti Risiko Klaim Jumbo

Senin, 12 Oktober 2026 - 03:02 WIB

Astra ASII Tebar Dividen Interim Rp3,89 Triliun, Cum Date 12 Oktober 2026

Berita Terbaru