KESEHATAN – Penyakit akibat infeksi hantavirus kembali menjadi perhatian global setelah muncul sejumlah laporan kasus dengan gejala berat hingga berujung kematian. Virus ini diketahui ditularkan melalui paparan hewan pengerat, seperti tikus, dan dapat menyebabkan gangguan serius pada sistem pernapasan maupun ginjal.
Salah satu bentuk penyakit yang paling berbahaya adalah Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS), yang menyerang ginjal dan berpotensi menimbulkan komplikasi fatal.
Gejala dan Risiko yang Perlu Diwaspadai
HFRS umumnya diawali dengan gejala mirip flu seperti demam, sakit kepala, dan nyeri otot. Namun, pada tahap lanjutan, kondisi dapat memburuk dengan munculnya tekanan darah rendah, perdarahan internal, hingga gagal ginjal akut.
Selain HFRS, jenis lain yang juga berbahaya adalah Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS), yang lebih banyak ditemukan di kawasan Amerika dan menyerang sistem pernapasan.
Kedua kondisi ini memerlukan penanganan medis serius karena dapat berkembang dengan cepat dan mengancam nyawa.
Ribuan Kasus Terjadi Setiap Tahun
Menurut laporan National Institutes of Health, terdapat sekitar 150.000 kasus HFRS yang dilaporkan setiap tahun di seluruh dunia, dengan mayoritas terjadi di wilayah Eropa dan Asia.
Lebih dari setengah kasus tersebut dilaporkan berasal dari China. Sementara itu, di Amerika Serikat, data dari Centers for Disease Control and Prevention mencatat sebanyak 890 kasus hantavirus sejak pemantauan dimulai pada 1993 hingga 2023.
Salah satu varian virus yang cukup luas penyebarannya adalah virus Seoul, yang dibawa oleh tikus Norwegia atau tikus cokelat, dan ditemukan di berbagai belahan dunia.
Tidak Ada Obat Khusus, Penanganan Fokus pada Gejala
Hingga saat ini, belum tersedia pengobatan spesifik untuk infeksi hantavirus. Penanganan medis umumnya berfokus pada meredakan gejala dan menjaga kondisi pasien.
Terapi yang diberikan dapat mencakup pemberian oksigen, ventilasi mekanis, obat antivirus, hingga prosedur dialisis bagi pasien dengan gangguan ginjal. Dalam kasus berat, pasien perlu dirawat di unit perawatan intensif (ICU) dan mungkin memerlukan tindakan intubasi.
Pencegahan Jadi Kunci Utama
Pencegahan menjadi langkah paling efektif untuk menghindari infeksi hantavirus. CDC menyarankan masyarakat untuk menghindari kontak langsung dengan hewan pengerat serta menjaga kebersihan lingkungan.
Beberapa langkah pencegahan yang dianjurkan antara lain menutup celah atau lubang di rumah yang memungkinkan tikus masuk, serta menggunakan alat pelindung saat membersihkan area yang terkontaminasi kotoran hewan pengerat.
Kasus Terkini Jadi Pengingat
Kasus terbaru yang menyita perhatian terjadi pada Februari 2025, ketika Betsy Arakawa dilaporkan meninggal dunia akibat penyakit pernapasan yang dikaitkan dengan hantavirus.
Arakawa diduga terinfeksi HPS, salah satu bentuk hantavirus yang paling umum di Amerika Serikat. Penyelidikan menemukan adanya sarang dan bangkai hewan pengerat di rumahnya, yang diduga menjadi sumber paparan virus.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa hantavirus bukan hanya ancaman di daerah tertentu, tetapi dapat terjadi di mana saja, terutama jika lingkungan tidak terjaga dengan baik.









