BYD Pangkas Harga Mobil Listrik hingga 10 Persen

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OTOMOTIF-Industri kendaraan listrik global kembali diguncang langkah agresif dari BYD yang memangkas harga mobil listriknya hingga sekitar 10 persen di pasar domestik China pada Maret 2026. Kebijakan ini memicu kekhawatiran baru, terutama di tengah upaya pemerintah China menahan laju perang harga (price war) yang dinilai berpotensi menekan stabilitas ekonomi.

Langkah pemangkasan harga tersebut mencerminkan tekanan besar yang dihadapi produsen mobil listrik di China. Permintaan yang melambat, ditambah kapasitas produksi yang berlebihan, membuat banyak pabrikan terpaksa mengambil strategi diskon untuk menjaga volume penjualan.

Perang Harga Kian Tidak Terkendali

Fenomena perang harga sebenarnya bukan hal baru di industri otomotif China. Namun, pada 2026, eskalasinya dinilai semakin ekstrem. Selain BYD, sejumlah produsen besar seperti Geely dan Chery juga memberikan diskon besar hingga 15 persen untuk beberapa model kendaraan.

Strategi ini banyak diterapkan pada segmen mobil listrik harga terjangkau, khususnya di bawah 150.000 yuan atau sekitar Rp350 jutaan. Diskon besar menjadi cara cepat untuk menarik minat konsumen di tengah persaingan yang sangat ketat.

Baca Juga :  Cara Klaim Asuransi Mobil Bekas Agar Cepat Cair, Ini Panduan Lengkapnya

Pemerintah China Mulai Turun Tangan

Melihat kondisi tersebut, pemerintah China telah mengeluarkan peringatan kepada produsen otomotif agar menghentikan praktik pemangkasan harga yang terlalu agresif. Otoritas khawatir bahwa perang harga berkepanjangan dapat memicu deflasi sektoral yang berdampak luas pada ekonomi nasional.

Namun, imbauan tersebut belum sepenuhnya efektif. Produsen tetap mengandalkan strategi diskon untuk mengurangi stok kendaraan yang menumpuk akibat kelebihan produksi.

Data menunjukkan kapasitas produksi kendaraan di China mencapai sekitar 55,5 juta unit per tahun, sementara penjualan domestik hanya sekitar 23 juta unit. Ketimpangan ini memaksa produsen meningkatkan ekspor sebagai solusi.

Laba BYD Tergerus Tajam

Dampak perang harga mulai terasa pada kinerja keuangan perusahaan. Pada kuartal pertama 2026, laba bersih BYD dilaporkan turun hingga 55 persen menjadi sekitar 4,08 miliar yuan.

Penurunan ini menegaskan bahwa strategi diskon memang mampu menjaga penjualan, namun mengorbankan margin keuntungan. CEO BYD, Wang Chuan-Fu, bahkan menyebut kondisi industri saat ini sebagai fase “eliminasi brutal”, di mana hanya perusahaan dengan efisiensi tinggi yang mampu bertahan.

Baca Juga :  Pemerintah Siapkan Rp3 Triliun untuk Insentif Motor Listrik, Berlaku September

Strategi Bertahan: Teknologi dan Ekspansi Global

Untuk menghadapi tekanan tersebut, BYD mulai fokus pada inovasi teknologi, seperti pengembangan sistem pengisian cepat (flash charging) dan peningkatan efisiensi baterai. Selain itu, ekspansi ke pasar global menjadi strategi utama untuk menjaga pertumbuhan.

Penjualan luar negeri BYD dilaporkan meningkat signifikan dan menjadi penopang di tengah lesunya pasar domestik.

Dampak ke Pasar Indonesia

Dampak perang harga di China berpotensi merembet ke pasar global, termasuk Indonesia. Saat ini, BYD telah memasarkan berbagai model seperti Atto 3, Dolphin, hingga Seal di Tanah Air.

Jika tren diskon berlanjut, bukan tidak mungkin strategi harga agresif juga diterapkan di pasar ekspor. Namun, harga kendaraan listrik di Indonesia tetap dipengaruhi oleh kebijakan insentif pemerintah, sehingga tidak sepenuhnya mengikuti dinamika pasar China.

Pengamat menilai semester kedua 2026 akan menjadi periode krusial, terutama dengan masuknya lebih banyak merek otomotif China ke Indonesia yang membawa strategi harga kompetitif.

Berita Terkait

Wuling Darion EV vs Darion PHEV, Dua MPV 7-Seater untuk Keluarga Modern
Saham Hary Tanoe Masuk Top Losers Sepekan, MNCN hingga KPIG Anjlok 22–31 Persen
Cara Mengaktifkan DANA Cicil 2026, Cek Syarat, Cara Ajukan dan Penyebab Tidak Muncul
Personal Loans Canada: How to Compare Interest Rates and Fees
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 26 September 2026: Antam, UBS dan Galeri 24, Cek Harga Buyback
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 26 September 2026 Turun Rp16.000
AI Automation for Australian Small Businesses: Where to Start
Pajero Sport Dakar Ultimate 2017 Bekas: Harga, Pajak dan Tips Sebelum Membeli
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 18:09 WIB

Wuling Darion EV vs Darion PHEV, Dua MPV 7-Seater untuk Keluarga Modern

Sabtu, 26 September 2026 - 17:27 WIB

Saham Hary Tanoe Masuk Top Losers Sepekan, MNCN hingga KPIG Anjlok 22–31 Persen

Sabtu, 26 September 2026 - 13:02 WIB

Cara Mengaktifkan DANA Cicil 2026, Cek Syarat, Cara Ajukan dan Penyebab Tidak Muncul

Sabtu, 26 September 2026 - 11:01 WIB

Personal Loans Canada: How to Compare Interest Rates and Fees

Sabtu, 26 September 2026 - 10:27 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 26 September 2026: Antam, UBS dan Galeri 24, Cek Harga Buyback

Berita Terbaru