Pindah dari Motor Bensin ke Listrik, Pengguna Ungkap Kelebihan dan Kekurangannya

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 9 Oktober 2026 - 04:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OTOMOTIF – Beralih dari motor bensin ke motor listrik ternyata bukan sekadar mengganti sumber tenaga. Pengguna perlu menyesuaikan kebiasaan berkendara dengan karakter kendaraan, mulai dari pengisian daya, jarak tempuh, ruang penyimpanan, hingga ketersediaan suku cadang.

Hal tersebut dirasakan Rahman, pengguna Alva N3 Next Gen yang mulai menggunakannya sejak Mei 2026. Sebelumnya, ia juga pernah menggunakan motor listrik Smoot Tempur dengan sistem tukar baterai atau battery swap.

Dari pengalamannya, motor listrik memiliki sejumlah kelebihan, tetapi ada pula beberapa hal yang perlu diperhitungkan sebelum memutuskan beralih dari motor konvensional.

Bagasi Motor Listrik Jadi Salah Satu Pertimbangan

Salah satu hal yang langsung dirasakan Rahman adalah kapasitas ruang penyimpanan.

Menurutnya, bagasi motor yang digunakan hanya cukup untuk membawa jas hujan. Sementara itu, helm dan tas membutuhkan ruang tambahan.

Kondisi tersebut membuatnya memilih memasang box tambahan di bagian belakang motor agar barang bawaan seperti tas dan helm dapat disimpan dengan lebih aman.

Namun, pemasangan aksesori tambahan seperti box sebaiknya tidak dilakukan sembarangan.

Box yang terlalu besar atau terlalu berat dapat memengaruhi distribusi beban dan karakter handling motor. Posisi serta kapasitas muatan juga perlu mengikuti rekomendasi pabrikan.

Jika beban tambahan tidak sesuai, pengendara bisa merasakan perubahan pada keseimbangan, terutama ketika menikung, melakukan pengereman atau membawa motor pada kecepatan tertentu.

Karena itu, kebutuhan membawa barang sebaiknya sudah menjadi pertimbangan ketika memilih motor listrik, bukan baru dipikirkan setelah kendaraan digunakan.

Pernah Menggunakan Motor Listrik dengan Sistem Swap Battery

Pengalaman Rahman menggunakan kendaraan listrik sebenarnya bukan hal baru.

Pada 2022 hingga awal 2024, ia pernah menggunakan Smoot Tempur yang mengandalkan sistem tukar baterai.

Selama menggunakan kendaraan tersebut, ia mengaku tidak mengalami persoalan berarti pada bagian mekanikal. Motor masih dapat digunakan secara normal.

Kendala yang kemudian dirasakannya justru berkaitan dengan ketersediaan baterai.

Seiring semakin banyaknya pengguna layanan battery swap, termasuk dari kalangan pengemudi ojek online, Rahman mengatakan semakin sulit menemukan baterai yang kondisinya sesuai dengan kebutuhannya.

Pengalaman tersebut akhirnya membuatnya menjual motor listrik tersebut dan beralih sementara menggunakan motor bensin bekas, yakni Honda Vario 125 tahun 2019.

Baca Juga :  6 Motor Listrik Buatan Indonesia 2026, Harga Mulai Rp9 Jutaan

Jarak 65-70 Kilometer Setiap Hari

Faktor jarak menjadi alasan penting bagi Rahman ketika memilih kendaraan untuk kebutuhan sehari-hari.

Ia memiliki rutinitas perjalanan dari Bintaro menuju Pulomas dengan jarak sekitar 30-35 kilometer sekali jalan.

Artinya, dalam perjalanan pergi-pulang, jarak yang ditempuh bisa mencapai sekitar 65-70 kilometer setiap hari.

Dengan jarak tersebut, efisiensi kendaraan menjadi salah satu pertimbangan utama.

Ketika menggunakan Vario 125, Rahman mengaku harus mengisi bensin setiap beberapa hari. Kondisi tersebut menurutnya kurang ideal untuk kebutuhan mobilitas hariannya.

Setelah sempat tidak menggunakan motor selama beberapa bulan, ia kemudian kembali memilih motor listrik.

Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa tidak ada satu jenis kendaraan yang cocok untuk semua orang. Jarak perjalanan, akses energi, kebutuhan membawa barang dan pola penggunaan perlu disesuaikan sebelum menentukan pilihan.

Motor Listrik Tetap Membutuhkan Perawatan

Ada anggapan bahwa motor listrik hampir tidak membutuhkan perawatan karena tidak menggunakan mesin pembakaran internal seperti motor bensin.

Padahal, sejumlah komponen tetap mengalami keausan dan harus diperiksa secara berkala.

Ban, kampas rem, bearing, suspensi dan berbagai komponen mekanis lainnya tetap membutuhkan perhatian. Sistem kelistrikan serta baterai juga perlu digunakan dan dirawat sesuai petunjuk pabrikan.

Karena itu, calon pengguna tidak cukup hanya melihat harga pembelian dan jarak tempuh. Ketersediaan bengkel serta suku cadang juga penting diperhatikan.

Untuk Alva N3 Next Gen yang digunakannya, Rahman mengaku sejauh ini tidak mengalami kesulitan mendapatkan suku cadang.

Ia menilai ketersediaan layanan servis dan komponen menjadi salah satu faktor yang membuat penggunaan motor listrik lebih mudah.

Apa yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Membeli Motor Listrik?

Pengalaman pengguna seperti Rahman dapat menjadi gambaran bagi calon konsumen yang sedang mempertimbangkan motor listrik.

Ada beberapa hal yang sebaiknya diperiksa sebelum membeli.

Pertama, hitung jarak perjalanan harian. Pastikan kemampuan kendaraan sesuai dengan kebutuhan mobilitas dan tersedia cadangan jarak yang cukup.

Kedua, perhatikan fasilitas pengisian atau pertukaran baterai. Infrastruktur yang mudah dijangkau akan membuat penggunaan sehari-hari lebih praktis.

Baca Juga :  VinFast Limo Green Resmi Mengaspal di RI, MPV Listrik 7 Penumpang Siap Guncang Pasar

Ketiga, cek kapasitas bagasi. Jika sering membawa helm, tas atau barang lainnya, ruang penyimpanan menjadi faktor yang tidak boleh diabaikan.

Keempat, periksa jaringan servis dan ketersediaan suku cadang. Motor listrik tetap memiliki komponen yang membutuhkan penggantian dan perawatan.

Kelima, berhati-hati memasang aksesori tambahan. Box, rak atau aksesori lain dapat menambah beban dan mengubah distribusi bobot kendaraan. Pastikan ukuran, posisi pemasangan dan kapasitas muatan sesuai rekomendasi pabrikan.

Motor Listrik Cocok untuk Siapa?

Motor listrik dapat menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang memiliki pola perjalanan rutin, terutama jika tersedia fasilitas pengisian daya yang memadai.

Namun, keputusan membeli sebaiknya tidak hanya berdasarkan tren atau klaim efisiensi.

Calon pengguna perlu menghitung kebutuhan sebenarnya, termasuk jarak tempuh harian, biaya energi, waktu pengisian, kapasitas penyimpanan, biaya perawatan serta akses terhadap bengkel dan suku cadang.

Pengalaman Rahman menunjukkan bahwa kenyamanan menggunakan motor listrik sangat bergantung pada kesesuaian kendaraan dengan kebutuhan pemiliknya.

Motor listrik mungkin menawarkan pengalaman berkendara yang berbeda dan efisien, tetapi pengguna tetap harus memahami karakter kendaraan serta memperhatikan aspek keselamatan, termasuk ketika menambahkan aksesori dan membawa beban tambahan.

FAQ

Apakah motor listrik cocok untuk perjalanan 60-70 kilometer per hari?
Bisa, tetapi harus disesuaikan dengan kemampuan baterai, kondisi perjalanan dan ketersediaan pengisian daya. Pengguna sebaiknya memiliki cadangan jarak yang cukup.

Apakah motor listrik tidak membutuhkan servis?
Tetap membutuhkan perawatan. Ban, kampas rem, bearing, suspensi dan komponen lainnya tetap dapat mengalami keausan.

Apakah pemasangan box pada motor listrik aman?
Bisa aman jika pemasangan, kapasitas beban dan ukurannya sesuai rekomendasi pabrikan. Box yang terlalu berat atau pemasangan yang tidak tepat dapat memengaruhi distribusi beban dan handling motor.

Apa yang harus diperhatikan sebelum membeli motor listrik?
Perhatikan jarak tempuh, kapasitas baterai, fasilitas pengisian, ruang penyimpanan, jaringan servis, ketersediaan suku cadang dan biaya perawatan.

Apakah pengalaman pengguna motor listrik selalu sama?
Tidak. Kenyamanan dan efisiensi sangat bergantung pada pola perjalanan, kebutuhan membawa barang, kondisi jalan serta akses pengguna terhadap fasilitas pengisian dan servis.

Berita Terkait

Honda Giorno+ 2026: Spesifikasi, Fitur, Kelebihan, Kekurangan dan Harga
Update Harga Mobil Hybrid Oktober 2026: Toyota, Honda, Suzuki hingga BYD
Yamaha Aerox Alpha 2026: Cek Harga, Varian, Mesin dan Fitur Lengkap
Harga Mitsubishi Xpander 2026 Mulai Rp274 Jutaan, Ada Promo Oktober
Daftar Harga Honda Vario Oktober 2026: Vario 125 hingga Evo 160
Honda NS125FX 125 Cc Meluncur, Siap Jadi Penantang Yamaha FreeGo
Kembaran Toyota Alphard dari Pakistan Cuma Rp194 Juta, Ini Spesifikasi Nora Metro EV
Diskon Motor Listrik Honda Oktober 2026, CUV e: Dapat Potongan hingga Rp24 Juta
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 04:00 WIB

Pindah dari Motor Bensin ke Listrik, Pengguna Ungkap Kelebihan dan Kekurangannya

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Honda Giorno+ 2026: Spesifikasi, Fitur, Kelebihan, Kekurangan dan Harga

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Update Harga Mobil Hybrid Oktober 2026: Toyota, Honda, Suzuki hingga BYD

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Yamaha Aerox Alpha 2026: Cek Harga, Varian, Mesin dan Fitur Lengkap

Kamis, 8 Oktober 2026 - 04:00 WIB

Harga Mitsubishi Xpander 2026 Mulai Rp274 Jutaan, Ada Promo Oktober

Berita Terbaru

Uncategorized

Kamis, 8 Okt 2026 - 21:01 WIB