Kenaikan Gaji Pensiunan 2026 Dipastikan Belum Ada, PMK 118/2025 Bukan Dasarnya

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 9 Februari 2026 - 20:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA- Pemerintah menegaskan bahwa Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 118 Tahun 2025 tidak mengatur kenaikan gaji pensiunan maupun pembayaran rapel pensiun pada tahun 2026. Penegasan ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang beredar luas di masyarakat dan media sosial yang menyebutkan adanya kenaikan pensiun serta rapel otomatis mulai 2026.

PMK 118 Tahun 2025 diketahui mengatur perubahan ketentuan terkait pengelolaan program jaminan sosial aparatur sipil negara, termasuk Tabungan Hari Tua (THT), Jaminan Kecelakaan Kerja, dan Jaminan Kematian. Aturan tersebut lebih menitikberatkan pada tata kelola keuangan, pelaporan, dan pengawasan dana, bukan pada penetapan besaran manfaat pensiun.

Pihak pemerintah melalui Kementerian Keuangan menjelaskan bahwa kebijakan kenaikan gaji pensiunan hanya dapat ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah (PP), bukan melalui PMK. Hingga awal 2026, belum ada Peraturan Pemerintah baru yang mengatur penyesuaian gaji pensiunan atau pembayaran rapel tambahan.

Baca Juga :  Revisi UU P2SK Disetujui! Bank Indonesia Kini Wajib Dukung Lapangan Kerja dan Pertumbuhan Ekonomi

PT Taspen (Persero) juga memberikan klarifikasi bahwa pembayaran pensiun yang diterima para pensiunan saat ini masih mengacu pada ketentuan sebelumnya. Taspen menegaskan tidak memiliki kewenangan untuk menaikkan besaran pensiun tanpa adanya regulasi resmi dari pemerintah pusat.

Isu yang menyebutkan adanya kenaikan gaji pensiunan hingga dua digit serta rapel pensiun 2026 dipastikan tidak memiliki dasar hukum. Informasi tersebut dinilai berasal dari penafsiran keliru terhadap isi PMK 118 Tahun 2025 yang tidak memuat satu pun pasal tentang kenaikan manfaat pensiun.

Pemerintah mengimbau para pensiunan untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum dikonfirmasi kebenarannya. Seluruh kebijakan resmi terkait pensiun hanya akan diumumkan melalui saluran pemerintah dan lembaga terkait secara terbuka.

Baca Juga :  Utang Pemerintah Tembus Rp 9.637,9 T di Akhir 2025

Taspen juga meminta masyarakat untuk selalu memeriksa informasi melalui kanal resmi, baik situs web maupun pengumuman tertulis dari instansi berwenang. Hal ini penting untuk menghindari kesalahpahaman yang dapat menimbulkan keresahan di kalangan pensiunan.

Dengan demikian, dapat dipastikan bahwa PMK 118 Tahun 2025 tidak menjadi dasar kenaikan gaji pensiunan maupun pembayaran rapel pensiun pada tahun 2026. Pemerintah menegaskan bahwa setiap perubahan manfaat pensiun akan disampaikan secara resmi jika sudah memiliki landasan hukum yang jelas. (***)

Berita Terkait

Gaji PNS Lewat Koperasi Merah Putih, Ini Penjelasan Menkop
DJP Beri Diskon Sanksi Pajak hingga 100 Persen, Berlaku sampai 2028: Ini Syarat dan Cara Mengajukannya
BPOM Terbitkan Aturan Baru Kemasan Pangan 2026, Ini Perubahan Pentingnya
Pertamina Kembangkan Biogasoline Sawit dan Bioetanol Sorgum untuk Ketahanan Energi
Malaysia Tawarkan Bantuan Karhutla Indonesia, Wakil PM Sebut Belum Ada Respons
Film Digger Tayang di Indonesia, Tom Cruise Berusaha Selamatkan Dunia
Kapolda Metro Jaya Sebar Nomor WhatsApp Aduan 08118129494, Warga Bisa Laporkan Gangguan Kamtibmas
Segini Gaji Ketua dan Anggota Ombudsman R
Berita ini 124 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 00:08 WIB

Gaji PNS Lewat Koperasi Merah Putih, Ini Penjelasan Menkop

Selasa, 13 Oktober 2026 - 23:01 WIB

DJP Beri Diskon Sanksi Pajak hingga 100 Persen, Berlaku sampai 2028: Ini Syarat dan Cara Mengajukannya

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:00 WIB

BPOM Terbitkan Aturan Baru Kemasan Pangan 2026, Ini Perubahan Pentingnya

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Pertamina Kembangkan Biogasoline Sawit dan Bioetanol Sorgum untuk Ketahanan Energi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Malaysia Tawarkan Bantuan Karhutla Indonesia, Wakil PM Sebut Belum Ada Respons

Berita Terbaru

Teknologi

Samsung Galaxy A18 Resmi di Indonesia, Harga Mulai Rp4,29 Juta

Sabtu, 17 Okt 2026 - 14:00 WIB