HUT ke-28, Bank Mandiri Bayar Dividen Interim Rp6,16 Triliun, Investor Dapat Rp66 per Saham

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Kabar terbaru datang dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau BMRI. Perseroan resmi merealisasikan pembayaran dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp6,16 triliun.

Pembayaran tersebut dilakukan pada Jumat, 2 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan HUT ke-28 Bank Mandiri.

Dividen interim yang dibayarkan Bank Mandiri mencapai Rp66 per saham. Kebijakan tersebut menjadi salah satu perhatian investor pasar modal pada awal Oktober 2026.

Bank Mandiri menyebut pembayaran dividen tersebut menjadi bentuk apresiasi kepada pemegang saham, termasuk investor ritel. Perseroan juga menilai fundamental bisnis tetap mendukung pertumbuhan.

Dengan pembayaran dividen interim tersebut, total dividen Bank Mandiri sepanjang kalender 2026 mencapai sekitar Rp50,63 triliun.

Total Dividen Bank Mandiri 2026 Capai Rp50,63 Triliun

Total tersebut berasal dari dua pembayaran dividen. Pertama, dividen tahun buku 2025 sebesar Rp44,47 triliun.

Kedua, dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp6,16 triliun.

Jika dihitung berdasarkan jumlah saham, dividen interim yang dibayarkan setara dengan Rp66 untuk setiap saham BMRI yang memenuhi ketentuan pembagian dividen.

Keputusan pembagian dividen sebelumnya telah memperoleh persetujuan Dewan Komisaris atas keputusan Direksi Bank Mandiri. Informasinya juga telah disampaikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia.

Kinerja Kredit Bank Mandiri Tumbuh 17,6 Persen

Pembagian dividen tersebut datang ketika kinerja intermediasi Bank Mandiri masih menunjukkan pertumbuhan.

Hingga Agustus 2026, penyaluran kredit secara bank only mencapai Rp1.592 triliun.

Nilai tersebut tumbuh 17,6 persen secara tahunan atau year on year (YoY).

Pertumbuhan kredit tersebut berjalan seiring dengan peningkatan Dana Pihak Ketiga atau DPK. Hingga Agustus 2026, DPK Bank Mandiri mencapai Rp1.687 triliun.

DPK tersebut juga tumbuh 17,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Cara Menghubungkan CCTV ke Starlink, Panduan Lengkap agar Kamera Bisa Dipantau dari Mana Saja

Aset Bank Mandiri Tembus Rp2.358 Triliun

Selain kredit dan DPK, total aset Bank Mandiri juga mengalami pertumbuhan.

Hingga Agustus 2026, total aset Bank Mandiri mencapai Rp2.358 triliun.

Angka tersebut meningkat 20,7 persen YoY.

Pertumbuhan aset tersebut menjadi salah satu indikator yang menggambarkan ekspansi bisnis perseroan sepanjang 2026.

Pada periode yang sama, Bank Mandiri juga membukukan laba bersih sebesar Rp37,5 triliun.

Laba tersebut tumbuh 22,3 persen secara tahunan.

Kualitas Kredit Tetap Jadi Perhatian

Pertumbuhan kredit yang tinggi juga diikuti dengan perhatian terhadap kualitas aset.

Bank Mandiri mencatat rasio Non-Performing Loan atau NPL gross sebesar 1,00 persen hingga Agustus 2026.

Sementara itu, coverage to NPL tercatat sebesar 240,6 persen.

Data tersebut menjadi bagian dari indikator yang digunakan untuk melihat kualitas aset dan pencadangan kredit Bank Mandiri.

Perseroan menyatakan pertumbuhan bisnis tetap dilakukan dengan mempertimbangkan prinsip kehati-hatian.

Mengapa Dividen Interim Bank Mandiri Jadi Perhatian Investor?

Pembayaran dividen interim menjadi perhatian karena memberikan gambaran mengenai kebijakan distribusi keuntungan perseroan kepada pemegang saham.

Namun, investor perlu melihat dividen bersama sejumlah indikator lain.

Beberapa di antaranya adalah pertumbuhan laba, kredit, DPK, kualitas aset, kecukupan modal, likuiditas, serta perkembangan harga saham BMRI.

Dengan demikian, besarnya dividen tidak secara otomatis menunjukkan bagaimana kinerja harga saham pada masa mendatang.

Harga saham tetap dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kondisi pasar, suku bunga, kinerja emiten, sentimen investor, dan kondisi ekonomi.

Jadwal Dividen BMRI Sudah Ditentukan

Bank Mandiri sebelumnya telah menetapkan jadwal pembagian dividen interim 2026.

Untuk pasar reguler dan negosiasi, cum dividend ditetapkan pada 15 September 2026.

Baca Juga :  Emas Antam 1 Gram Rp2,79 Juta, Simak Harga Terbaru Jumat 12 Juni 2026

Sementara itu, ex dividend pasar reguler dan negosiasi berlangsung pada 16 September 2026.

Untuk pasar tunai, cum dividend ditetapkan pada 17 September 2026 dan ex dividend pada 18 September 2026.

Recording date ditetapkan pada 17 September 2026, sedangkan pembayaran dividen dilakukan pada 2 Oktober 2026.

Karena pembayaran telah dilakukan pada 2 Oktober 2026, investor yang baru membeli saham BMRI setelah tanggal cum dividend tidak otomatis berhak atas dividen interim tersebut.

Bank Mandiri Perkuat Bisnis Digital

Selain bisnis kredit, Bank Mandiri juga terus mengembangkan ekosistem digital.

Hingga akhir Agustus 2026, Livin’ by Mandiri telah digunakan sekitar 42,2 juta pengguna.

Frekuensi transaksi melalui Livin’ mencapai sekitar 3,32 miliar transaksi.

Sementara itu, Kopra by Mandiri memiliki sekitar 385,3 ribu pengguna terdaftar dengan frekuensi transaksi mencapai sekitar 1,05 miliar transaksi.

Aktivitas digital tersebut turut mendukung pertumbuhan pendapatan berbasis komisi Bank Mandiri. Fee-based income hingga Agustus 2026 tumbuh 12,9 persen YoY.

Dividen Rp6,16 Triliun dan Prospek BMRI

Bank Mandiri menyatakan pembagian dividen interim dilakukan dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan ekspansi bisnis.

Perseroan menyebut permodalan dan likuiditas tetap dijaga agar ekspansi kredit dapat berjalan.

Bagi investor, perkembangan kinerja Bank Mandiri hingga Agustus 2026 menjadi informasi penting untuk mencermati BMRI menjelang akhir tahun.

Namun, keputusan investasi tetap perlu mempertimbangkan kondisi pasar dan profil risiko masing-masing investor.

Kesimpulannya, Bank Mandiri pada 2 Oktober 2026 merealisasikan dividen interim Rp6,16 triliun atau Rp66 per saham. Dengan pembayaran tersebut, total dividen Bank Mandiri sepanjang kalender 2026 mencapai Rp50,63 triliun. (*)

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Business Loan Australia 2026: Interest Rates, Requirements and How to Apply
Harga Emas Hari Ini 2 Oktober 2026 Naik? Cek Harga Antam 0,5 Gram hingga 1 Kg
Harga Emas Pegadaian 2 Oktober 2026 Stabil, Antam Rp2,62 Juta per Gram
Harga BBM Sumbar, Jambi dan Sumut Hari Ini 2 Oktober 2026, Cek Pertalite hingga Pertamina Dex
OCBC Indonesia Tunjuk Caecilia Zilvia Suzanna sebagai Sekretaris Perusahaan, Efektif 1 Oktober 2026
PPh 22 E-Commerce Mulai 1 Oktober 2026, Tokopedia hingga Shopee Jadi Pemungut Pajak
Pinjaman Online 2026: Cara Mengecek Legalitas dan Biaya Pinjaman Sebelum Mengajukan
KUR BRI Rp25 Juta: Berapa Cicilan per Bulan dan Apa Syaratnya?
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:00 WIB

HUT ke-28, Bank Mandiri Bayar Dividen Interim Rp6,16 Triliun, Investor Dapat Rp66 per Saham

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Business Loan Australia 2026: Interest Rates, Requirements and How to Apply

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:14 WIB

Harga Emas Hari Ini 2 Oktober 2026 Naik? Cek Harga Antam 0,5 Gram hingga 1 Kg

Jumat, 2 Oktober 2026 - 08:12 WIB

Harga Emas Pegadaian 2 Oktober 2026 Stabil, Antam Rp2,62 Juta per Gram

Jumat, 2 Oktober 2026 - 07:38 WIB

Harga BBM Sumbar, Jambi dan Sumut Hari Ini 2 Oktober 2026, Cek Pertalite hingga Pertamina Dex

Berita Terbaru