Dana Rp3,8 Triliun Kabur dari Binance, Investor Kripto Ramai-Ramai Pindah ke Bybit dan Bitget?

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 25 Mei 2026 - 22:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta-Pasar kripto global kembali memanas. Bursa aset digital terbesar dunia, Binance, dilaporkan mengalami arus keluar dana mencapai USD 236 juta atau sekitar Rp3,8 triliun dalam sepekan terakhir. Nilai tersebut menjadi outflow terbesar di antara bursa kripto besar lain dan langsung memicu perhatian investor global.

Data terbaru industri aset digital menunjukkan penurunan cadangan Binance terjadi di tengah kondisi pasar yang masih fluktuatif. Banyak pelaku pasar mulai mempertanyakan arah pergerakan investor besar, terlebih ketika sejumlah platform pesaing justru mencatat lonjakan dana masuk dalam jumlah fantastis.

Di saat Binance mengalami penurunan cadangan, Bybit justru memperoleh tambahan dana sekitar USD 393 juta. Sementara Bitget mencatat kenaikan sekitar USD 342 juta. Kondisi ini membuat persaingan antar bursa kripto global semakin panas sepanjang 2026.

Analis menilai perpindahan dana tersebut bukan berarti Binance mengalami krisis likuiditas. Sebagian besar investor disebut mulai memindahkan aset ke dompet pribadi atau melakukan diversifikasi platform demi meningkatkan keamanan investasi kripto mereka. Selain itu, tren trader berpindah ke platform dengan bonus dan fitur trading lebih agresif juga semakin kuat.

Baca Juga :  HYPE Resmi Menyalip Dogecoin! Hyperliquid Masuk 10 Besar Kripto Dunia, Harga Dekati US$70 dan Jadi Sorotan Investor

Fenomena proof of reserves kembali menjadi perhatian sejak runtuhnya FTX beberapa tahun lalu. Investor kini semakin sensitif terhadap transparansi cadangan aset bursa kripto. Data cadangan menjadi indikator penting untuk menilai kesehatan sebuah platform perdagangan digital.

Meski mengalami arus keluar besar, total cadangan Binance masih berada di atas USD 60 miliar. Angka tersebut dinilai masih sangat kuat untuk menopang aktivitas perdagangan global. Namun tekanan pasar tetap membuat sebagian investor memilih bersikap lebih hati-hati terhadap aset berisiko tinggi seperti Bitcoin dan altcoin.

Selain faktor keamanan, persaingan promo trading, cashback, staking, hingga biaya transaksi rendah menjadi alasan utama investor mulai melirik platform lain. Bybit dan Bitget dinilai agresif memperluas pasar Asia dengan berbagai fitur baru yang menyasar trader ritel maupun institusi.

Baca Juga :  Cara Memilih Cold Wallet Kripto Terbaik untuk Investasi Jangka Panjang, Jangan Salah Pilih

Di tengah perpindahan dana antar bursa, harga Bitcoin masih bergerak volatil. Investor kini fokus memantau arah suku bunga global, regulasi aset digital, serta potensi arus dana institusi yang diperkirakan akan menentukan pergerakan pasar kripto dalam beberapa bulan ke depan.

FAQ

Apa penyebab dana keluar dari Binance?
Investor diduga memindahkan aset ke dompet pribadi atau platform lain untuk diversifikasi dan keamanan investasi.

Apakah Binance sedang bermasalah?
Belum ada indikasi krisis karena cadangan aset Binance masih sangat besar.

Mengapa Bybit dan Bitget mengalami kenaikan?
Kedua platform dinilai agresif menawarkan fitur trading, bonus pengguna, dan ekspansi global.

Apa itu proof of reserves?
Proof of reserves adalah laporan transparansi cadangan aset yang dimiliki bursa kripto.

Apakah kondisi ini mempengaruhi harga Bitcoin?
Sentimen perpindahan dana antar bursa dapat mempengaruhi psikologi pasar dan volatilitas harga Bitcoin. Tim

Berita Terkait

Harga Bitcoin Hari Ini 15 Oktober 2026 Turun ke Rp1,445 Miliar, Dogecoin Anjlok 2,71 Persen
Harga Bitcoin Tertekan Imbal Hasil Obligasi AS, Laporan Inflasi 14 Oktober Jadi Penentu
Harga Bitcoin Hari Ini 12 Oktober 2026 Turun 1,17%, 1 BTC Tembus Rp1,48 Miliar
Harga Kripto 30 September 2026: Bitcoin Naik ke Rp1,49 Miliar, Zcash Pimpin Kenaikan
Bitcoin Hari Ini 28 September 2026: BTC di US$84.150, SPX, KAITO dan POPCAT Jadi Sorotan
Bitcoin Price Today: BTC Around $86,000 as September Rally Continues
Harga Bitcoin Hari Ini 23 September 2026 Turun 1,83%, BTC Kembali ke Rp1,50 Miliar
Bitcoin Hari Ini 21 September 2026 Tembus Rp1,51 Miliar, Naik 5,02 Persen dalam 1 Jam
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:58 WIB

Harga Bitcoin Hari Ini 15 Oktober 2026 Turun ke Rp1,445 Miliar, Dogecoin Anjlok 2,71 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 - 05:02 WIB

Harga Bitcoin Tertekan Imbal Hasil Obligasi AS, Laporan Inflasi 14 Oktober Jadi Penentu

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:50 WIB

Harga Bitcoin Hari Ini 12 Oktober 2026 Turun 1,17%, 1 BTC Tembus Rp1,48 Miliar

Rabu, 30 September 2026 - 23:45 WIB

Harga Kripto 30 September 2026: Bitcoin Naik ke Rp1,49 Miliar, Zcash Pimpin Kenaikan

Senin, 28 September 2026 - 10:24 WIB

Bitcoin Hari Ini 28 September 2026: BTC di US$84.150, SPX, KAITO dan POPCAT Jadi Sorotan

Berita Terbaru