TRKNOLOGI – ASUS memperkenalkan kartu grafis profesional berbasis Intel Arc yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan komputasi modern, termasuk pengembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Produk bernama ASUS UGen Intel Arc Pro B70 32GB ini membawa kapasitas memori video 32 GB yang menjadi salah satu keunggulan utamanya.
Diperkenalkan pada Oktober 2026, kartu grafis tersebut ditujukan bagi pengguna profesional yang membutuhkan kapasitas memori besar untuk menjalankan model AI, mengolah data, dan menangani pekerjaan komputasi intensif. Produk ini hadir melalui merek UGen AI dan memanfaatkan teknologi grafis Intel Arc Pro.
Kapasitas VRAM yang besar menjadi faktor penting dalam pekerjaan AI karena sejumlah model membutuhkan memori tinggi untuk memuat parameter, memproses data, serta menjalankan inferensi. Meski demikian, performa aktual tetap bergantung pada ukuran model, optimasi perangkat lunak, dan jenis pekerjaan yang dijalankan.
Spesifikasi ASUS UGen Intel Arc Pro B70 32GB
Salah satu daya tarik utama ASUS UGen Intel Arc Pro B70 adalah penggunaan memori GDDR6 ECC berkapasitas 32 GB. Memori tersebut memiliki kecepatan 19 Gbps dengan bandwidth mencapai 608 GB/s.
Teknologi ECC atau Error-Correcting Code dirancang untuk membantu mendeteksi dan memperbaiki kesalahan data pada memori. Fitur ini relevan untuk lingkungan kerja profesional yang membutuhkan stabilitas pemrosesan data.
Dari sisi arsitektur, kartu grafis ini menggunakan Intel Xe2 dengan 32 Xe-core. ASUS mencantumkan kemampuan komputasi hingga 22,94 TFLOPS untuk FP32 dan 367 TOPS untuk INT8.
Angka tersebut menggambarkan kemampuan komputasi pada format numerik tertentu. Namun, nilai teoritis tidak selalu mencerminkan kecepatan aplikasi di dunia nyata karena hasilnya dipengaruhi oleh perangkat lunak, model yang digunakan, dan optimasi sistem.
Mengandalkan OpenVINO dan oneAPI untuk Pengembangan AI
ASUS UGen Intel Arc Pro B70 32GB mendukung OpenVINO dan oneAPI, dua teknologi yang dapat membantu pengembangan serta optimalisasi aplikasi komputasi berbasis Intel.
OpenVINO dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan dan menjalankan model AI pada perangkat keras yang kompatibel. Sementara itu, oneAPI menyediakan pendekatan pemrograman untuk memanfaatkan berbagai sumber daya komputasi dalam ekosistem Intel.
Dukungan tersebut membuat kartu grafis ini berpotensi menarik bagi pengembang AI, peneliti, maupun perusahaan yang membangun sistem pemrosesan data sendiri.
Dengan VRAM 32 GB, pengguna memiliki ruang memori lebih luas untuk menangani model atau kumpulan data yang membutuhkan kapasitas besar. Namun, kompatibilitas dengan model tertentu tetap perlu diperiksa, termasuk dukungan framework, driver, dan versi perangkat lunak yang digunakan.
Konsumsi Daya Mencapai 310 Watt
Kapasitas memori dan kemampuan komputasi yang ditawarkan perlu diimbangi dengan sistem pendukung yang memadai. ASUS mencantumkan konsumsi daya total kartu grafis ini sebesar 310 watt.
Produsen merekomendasikan penggunaan power supply unit (PSU) berkapasitas 750 watt. Rekomendasi tersebut perlu diperhatikan ketika merakit workstation agar pasokan daya mencukupi untuk kartu grafis dan komponen lain, seperti prosesor, motherboard, penyimpanan, serta sistem pendingin.
Sebelum membeli, pengguna juga sebaiknya memastikan kompatibilitas fisik kartu grafis dengan casing, ketersediaan konektor daya yang dibutuhkan, dan kemampuan pendinginan sistem. Langkah ini penting terutama untuk workstation yang digunakan menjalankan komputasi berat dalam waktu lama.
Mendukung Empat Layar dengan DisplayPort 2.1
Untuk kebutuhan visual dan produktivitas, ASUS UGen Intel Arc Pro B70 menyediakan tiga port DisplayPort 2.1 serta satu HDMI 2.1b. Kombinasi tersebut memungkinkan kartu grafis menghubungkan hingga empat layar.
Dukungan multi-monitor dapat bermanfaat bagi pengembang perangkat lunak, analis data, kreator konten, maupun pekerja profesional yang membutuhkan ruang kerja visual lebih luas.
Kartu grafis ini mendukung sistem operasi Windows 11 dan Linux. Dukungan terhadap kedua sistem tersebut memberi fleksibilitas bagi pengguna dengan lingkungan kerja berbeda, termasuk workstation yang menjalankan perangkat lunak pengembangan AI berbasis Linux.
Meski demikian, fitur keluaran layar dan kompatibilitas aplikasi dapat bergantung pada driver, konfigurasi perangkat, serta spesifikasi monitor yang digunakan.
Apakah ASUS UGen Intel Arc Pro B70 Cocok untuk Semua Kebutuhan AI?
Kapasitas VRAM 32 GB membuat kartu grafis ini layak diperhatikan oleh pengguna yang membutuhkan memori besar. Namun, kapasitas memori bukan satu-satunya faktor penentu saat memilih GPU untuk AI.
Pengguna perlu mempertimbangkan jenis model yang akan dijalankan, dukungan framework, performa pada beban kerja sebenarnya, konsumsi listrik, serta biaya keseluruhan workstation. Untuk pelatihan model berskala besar, kebutuhan komputasi dan kompatibilitas perangkat lunak juga dapat menjadi pertimbangan utama.
Hingga informasi dalam laporan pengenalan produk ini, harga resmi dan jadwal ketersediaan ASUS UGen Intel Arc Pro B70 32GB di Indonesia belum dicantumkan. Calon pembeli sebaiknya menunggu informasi resmi mengenai harga, garansi, dan dukungan distribusi sebelum menentukan pilihan.
Kesimpulan
ASUS UGen Intel Arc Pro B70 32GB hadir sebagai pilihan kartu grafis profesional berbasis Intel Arc dengan fokus pada kapasitas memori besar dan kebutuhan komputasi AI. Kombinasi VRAM GDDR6 ECC 32 GB, arsitektur Xe2, dukungan OpenVINO dan oneAPI, serta konektivitas empat layar menjadi nilai penting yang ditawarkan.
Namun, keputusan pembelian sebaiknya tidak hanya berpatokan pada besarnya VRAM atau angka komputasi teoritis. Kesesuaian perangkat lunak, hasil pengujian pada aplikasi yang digunakan, konsumsi daya, dan harga akhir tetap perlu menjadi bahan pertimbangan.
FAQ ASUS UGen Intel Arc Pro B70 32GB
1. Berapa kapasitas VRAM ASUS UGen Intel Arc Pro B70?
Kartu grafis ini memiliki VRAM GDDR6 ECC sebesar 32 GB dengan kecepatan 19 Gbps dan bandwidth 608 GB/s.
2. Apakah ASUS UGen Intel Arc Pro B70 ditujukan untuk AI?
Ya. Produk ini menyasar kebutuhan profesional, termasuk pengembangan dan pemrosesan AI, serta mendukung teknologi OpenVINO dan oneAPI.
3. Berapa konsumsi daya kartu grafis ini?
ASUS mencantumkan konsumsi daya total sebesar 310 watt dan merekomendasikan PSU 750 watt.
4. Sistem operasi apa yang didukung?
Kartu grafis ini mendukung Windows 11 dan Linux. Kompatibilitas aplikasi tetap bergantung pada driver dan perangkat lunak yang digunakan.
5. Apakah kartu grafis ini sudah tersedia di Indonesia?
Harga dan jadwal ketersediaan di Indonesia belum dicantumkan dalam informasi produk yang menjadi acuan artikel ini. Calon pembeli perlu memeriksa pengumuman resmi ASUS atau distributor setempat.









