Jakarta-Pasar kripto kembali menyoroti sejumlah altcoin dari sektor kecerdasan buatan hingga meme coin. Sebanyak 28 aset digital masuk dalam daftar yang dibagikan akun Crypto is Simple di platform X pada 27 Oktober 2026.
Daftar tersebut mencakup tujuh narasi, yakni Artificial Intelligence (AI), Real World Assets (RWA), Privacy, Decentralized Physical Infrastructure Networks (DePIN), AI Agents, meme coin, dan Layer 1.
Meski menarik perhatian, daftar tersebut bukan jaminan bahwa seluruh aset akan mengalami kenaikan harga. Pergerakan pasar tetap bergantung pada kondisi ekonomi, perkembangan proyek, likuiditas, dan sentimen investor.
Sektor AI mencakup NEAR Protocol (NEAR), Bittensor (TAO), Injective (INJ), dan Venice Token (VVV). Narasi ini berkaitan dengan pengembangan kecerdasan buatan, komputasi, serta infrastruktur pendukungnya.
Sementara itu, sektor RWA menyoroti Ondo (ONDO), Quant (QNT), Hedera (HBAR), dan XDC Network (XDC). Keempat aset tersebut masuk dalam narasi tokenisasi aset dunia nyata dan pengembangan hubungan antara keuangan tradisional dengan teknologi blockchain.
Di sektor Privacy, daftar tersebut mencakup Zcash (ZEC), NIGHT, Monero (XMR), dan Decred (DCR). Adapun kategori DePIN terdiri atas Internet Computer (ICP), Render (RENDER), Filecoin (FIL), dan Akash Network (AKT), yang berkaitan dengan infrastruktur digital terdesentralisasi.
Narasi AI Agents juga menjadi perhatian melalui Virtuals Protocol (VIRTUAL), Artificial Superintelligence Alliance (FET), KITE, dan OriginTrail (TRAC). Sektor ini berfokus pada sistem kecerdasan buatan yang dapat menjalankan tugas secara otomatis.
Untuk meme coin, daftar tersebut memuat Dogecoin (DOGE), SPX6900 (SPX), Shiba Inu (SHIB), dan Pudgy Penguins (PENGU). Sektor ini cenderung sensitif terhadap tren komunitas, popularitas di media sosial, serta perubahan sentimen pasar.
Adapun kategori Layer 1 mencakup Ethereum (ETH), Solana (SOL), Sui (SUI), dan Cardano (ADA). Keempatnya merupakan aset dari ekosistem blockchain yang mendukung transaksi serta pengembangan aplikasi terdesentralisasi.
Investor perlu memahami bahwa popularitas suatu narasi tidak selalu menghasilkan kenaikan harga. Sebelum membeli altcoin, pelajari fundamental proyek, likuiditas, tokenomics, perkembangan ekosistem, dan risiko volatilitas. Gunakan daftar ini sebagai bahan riset, bukan sinyal pasti untuk membeli aset kripto. (*)
Editor : FANDA YOSEPHTA









