Google Rilis Gemini 4 Carbon, AI Terkuat untuk Coding dan Keamanan Siber

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta-Google resmi memperkenalkan Gemini 4 Carbon pada 28 Oktober 2026. Model kecerdasan buatan (AI) ini dirancang untuk menangani coding kompleks dan memperkuat keamanan siber.

Dalam pengumuman di blog Google DeepMind, perusahaan mengklaim Gemini 4 Carbon sebagai model AI terkuat mereka saat ini. Google juga menyebut kemampuannya melampaui Gemini 4 Argon yang dirilis sebelumnya.

Gemini 4 Carbon dirancang untuk menemukan kerentanan perangkat lunak, menguji potensi eksploitasi, dan membantu memperbaiki celah keamanan. Model ini juga mampu menangani tugas teknis bertahap yang membutuhkan analisis mendalam.

Salah satu kemampuan utamanya adalah membantu pengembangan perangkat lunak berskala besar. AI ini dapat menelusuri sumber bug, menganalisis kode, serta menyusun perbaikan untuk ditinjau oleh pengembang.

Baca Juga :  Lenovo Yoga 7i Aura Edition, Laptop AI yang Bisa Berubah Jadi Drawing Tablet

Google melaporkan bahwa kemampuan Gemini 4 Carbon menghasilkan kode yang aman meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan Gemini 4 Argon dalam pengujian internal. Tim Chrome juga melaporkan hasil perbaikan kode berkualitas tinggi yang lebih baik dalam pengujian mereka.

Dalam Artificial Analysis Intelligence Index versi 5.0, Gemini 4 Carbon meraih skor 59 poin. Hasil tersebut menempatkannya di atas Claude Opus 5.5 dengan 58 poin, GPT-6 Astra dengan 57 poin, dan Gemini 4 Argon dengan 50 poin.

Baca Juga :  Windows Terintegrasi AI Gemini Google, Cara Baru Cari File & Aplikasi Lebih Cepat Tanpa Buka Browser

Pada pengujian keamanan siber, Gemini 4 Carbon mencatat skor 88,2 persen di SEC-bench Pro. Model ini juga meraih 54,8 persen pada ExploitGym dan 71 persen pada CWE-bench, berdasarkan data yang dilaporkan dalam pemberitaan tersebut.

Kemampuan ini berpotensi membantu pengembang dan tim keamanan mempercepat pemeriksaan kode serta penanganan kerentanan. Namun, hasil benchmark dan klaim performa tersebut perlu dipahami sesuai metodologi pengujian masing-masing, bukan sebagai jaminan bahwa seluruh celah keamanan dapat ditemukan atau diperbaiki secara otomatis. (*)

Editor : FANDA YOSEPHTA

Berita Terkait

Spesifikasi Redmi K100: Snapdragon 8 Elite, Kamera 50 MP, Baterai Jumbo
MacBook Pro M6 Resmi Diumumkan, Bawa CPU 12 Inti dan AI Lebih Cepat
Garmin Fenix 9 Pro Solar Diklaim Tahan 51 Hari, Cek Harga Terbarunya
Harga Redmi Book 2027 Mulai Rp18,5 Juta, Ini Spesifikasi Laptop Xiaomi Terbaru
Investasi AI Membesar, Microsoft Buka Program Pengunduran Diri Sukarela
Infinix XBOOK 14 Neo 2026: Harga Rp7 Jutaan, Bobot 1,2 Kg
Cara Update iOS 27.2 di iPhone, Cek Fitur dan Kompatibilitasnya
Meta Siapkan Saham Khusus Mark Zuckerberg, Antisipasi Pajak Miliarder
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Google Rilis Gemini 4 Carbon, AI Terkuat untuk Coding dan Keamanan Siber

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:00 WIB

Spesifikasi Redmi K100: Snapdragon 8 Elite, Kamera 50 MP, Baterai Jumbo

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:00 WIB

MacBook Pro M6 Resmi Diumumkan, Bawa CPU 12 Inti dan AI Lebih Cepat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Garmin Fenix 9 Pro Solar Diklaim Tahan 51 Hari, Cek Harga Terbarunya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 05:00 WIB

Harga Redmi Book 2027 Mulai Rp18,5 Juta, Ini Spesifikasi Laptop Xiaomi Terbaru

Berita Terbaru