BYD Atto 2 atau Jaecoo J5 EV? Bandingkan Tenaga, Baterai, dan Fitur

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OTOMOTIF – Persaingan mobil listrik di segmen SUV ringkas semakin menarik dengan rencana kehadiran BYD Atto 2 di Indonesia. Mobil ini berpotensi menjadi alternatif bagi konsumen yang sedang mempertimbangkan Jaecoo J5 EV, terutama untuk kebutuhan mobilitas harian bersama keluarga.

Kedua kendaraan sama-sama mengusung desain SUV dengan kapasitas lima penumpang. Namun, karakter yang ditawarkan berbeda, mulai dari dimensi bodi, tenaga motor listrik, kapasitas baterai, jarak tempuh, hingga kelengkapan fitur kabin.

Berdasarkan spesifikasi global BYD Atto 2 dan informasi Jaecoo J5 EV yang tersedia, Jaecoo unggul dalam hal tenaga dan torsi motor listrik. Sementara itu, BYD Atto 2 memiliki beberapa pilihan kapasitas baterai di pasar global serta menawarkan teknologi pengisian daya yang menarik untuk versi yang disiapkan bagi Indonesia.

Meski demikian, perbandingan ini masih perlu dibaca dengan hati-hati karena spesifikasi final, fitur, dan harga BYD Atto 2 untuk pasar Indonesia belum diumumkan secara lengkap.

1. Dimensi BYD Atto 2 Vs Jaecoo J5 EV

Ukuran kendaraan menjadi pertimbangan penting bagi calon pembeli SUV listrik. Dimensi dapat memengaruhi kemudahan parkir, ruang kabin, dan kenyamanan ketika mobil digunakan untuk perjalanan bersama keluarga.

BYD Atto 2 memiliki panjang 4.310 mm, lebar 1.830 mm, tinggi 1.675 mm, serta jarak sumbu roda 2.620 mm.

Sementara itu, Jaecoo J5 EV mempunyai panjang 4.380 mm, lebar 1.860 mm, dan tinggi 1.650 mm.

Dengan angka tersebut, Jaecoo J5 EV lebih panjang 70 mm dan lebih lebar 30 mm. Sebaliknya, BYD Atto 2 memiliki tinggi bodi lebih besar 25 mm.

Perbedaan ukuran tersebut tidak otomatis menentukan mobil mana yang lebih nyaman. Ruang kaki, posisi duduk, bentuk jok, visibilitas, dan pengaturan suspensi juga berpengaruh terhadap pengalaman berkendara.

Karena itu, calon konsumen sebaiknya mencoba langsung kedua mobil apabila tersedia di dealer, terutama jika kendaraan akan digunakan untuk perjalanan keluarga.

2. Tenaga Motor Listrik: Jaecoo J5 EV Lebih Besar

Dari sisi performa, Jaecoo J5 EV memiliki keunggulan berdasarkan angka tenaga dan torsi yang tercantum dalam spesifikasi.

BYD Atto 2 versi terbaru yang menjadi pembanding menggunakan satu motor listrik permanent magnet di bagian depan. Motor tersebut menghasilkan tenaga 70 kW atau sekitar 94 hp dengan torsi maksimum 180 Nm.

Di pasar global, Atto 2 pernah tersedia dengan pilihan motor 70 kW dan 130 kW. Namun, informasi model terbaru yang menjadi dasar perbandingan menyebut penggunaan motor 70 kW pada lima variannya.

Adapun Jaecoo J5 EV dibekali satu motor listrik dengan tenaga 150 kW atau sekitar 201 dk serta torsi puncak 340 Nm. Angka tersebut berlaku untuk varian Standard maupun Premium berdasarkan spesifikasi yang tersedia.

Secara nominal, tenaga Jaecoo J5 EV lebih dari dua kali lipat tenaga Atto 2 versi 70 kW. Torsinya juga lebih besar, sehingga Jaecoo menawarkan potensi akselerasi yang lebih kuat.

Namun, performa nyata tidak hanya ditentukan oleh tenaga dan torsi. Bobot kendaraan, pengaturan sistem penggerak, kondisi baterai, ban, serta karakter respons pedal akselerator turut memengaruhi hasilnya.

3. Kapasitas Baterai dan Jarak Tempuh

Kapasitas baterai dan jarak tempuh menjadi faktor penting ketika memilih mobil listrik. Semakin sesuai jarak tempuh dengan kebutuhan perjalanan, semakin mudah pula pemilik menyusun rencana pengisian daya.

BYD Atto 2 menggunakan Blade Battery berbasis lithium iron phosphate atau LFP. Di sejumlah pasar global, mobil ini ditawarkan dengan beberapa pilihan kapasitas baterai, yaitu 32 kWh, 45,12 kWh, dan 51,13 kWh.

Berdasarkan data yang tersedia, baterai 32 kWh diklaim mampu menempuh hingga 301 km berdasarkan standar CLTC atau sekitar 220 km menurut WLTC.

Pilihan baterai 45,12 kWh memiliki klaim jarak tempuh hingga 401 km berdasarkan CLTC dan sekitar 300 km berdasarkan WLTC. Sementara itu, baterai 51,13 kWh diklaim mampu mencapai 501 km berdasarkan CLTC atau sekitar 370 km menurut WLTC.

Baca Juga :  New Urban Cruiser Battery EV Hadir di Indonesia, Jarak Tempuh Tembus 426 Km

Jaecoo J5 EV menggunakan baterai berkapasitas 60,9 kWh. Jarak tempuhnya diklaim mencapai 461 km berdasarkan metode pengujian NEDC.

Angka tersebut tidak bisa dibandingkan secara langsung tanpa memperhatikan standar pengujiannya. CLTC, WLTC, dan NEDC menggunakan prosedur pengujian berbeda, sehingga hasil jarak tempuh dapat berlainan meskipun kendaraan digunakan dalam kondisi yang mirip.

Jarak tempuh aktual juga dipengaruhi kecepatan, penggunaan pendingin kabin, kondisi jalan, beban penumpang, suhu lingkungan, dan gaya berkendara.

Bagi konsumen, kapasitas baterai bukan satu-satunya patokan. Kemudahan menemukan stasiun pengisian kendaraan listrik umum atau SPKLU serta ketersediaan fasilitas pengisian di rumah juga perlu diperhitungkan.

4. Adu Teknologi Pengisian Daya

Kedua SUV listrik tersebut mendukung pengisian cepat DC berdasarkan spesifikasi yang tersedia.

BYD Atto 2 dapat mengisi baterai dari 30 persen menjadi 80 persen dalam waktu sekitar 30 menit pada konfigurasi yang menjadi pembanding.

Jaecoo J5 EV juga membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk mengisi daya dari 30 persen menjadi 80 persen. Mobil ini mendukung pengisian cepat DC dengan daya hingga 80 kW.

Perhatian terhadap teknologi pengisian daya meningkat karena BYD sebelumnya menyampaikan bahwa Atto 2 untuk Indonesia akan menggunakan Blade Battery generasi kedua atau Blade Battery 2.0, yang dikaitkan dengan teknologi Flash Charging.

Menurut pernyataan yang dikutip dalam pemberitaan sumber, teknologi tersebut diklaim mampu mengisi baterai dari 0 hingga 97 persen dalam waktu sembilan menit.

Klaim ini perlu dipahami sesuai teknologi, perangkat pengisi daya, dan kondisi pengujian yang digunakan. Kecepatan pengisian aktual dapat dipengaruhi kapasitas charger, suhu baterai, kondisi awal baterai, serta kompatibilitas infrastruktur.

Karena spesifikasi final Atto 2 untuk Indonesia belum diumumkan secara lengkap, konsumen sebaiknya menunggu penjelasan resmi mengenai kemampuan pengisian daya pada unit yang benar-benar dipasarkan di Tanah Air.

5. Fitur Kabin dan Kenyamanan Penumpang

BYD Atto 2 menawarkan sejumlah fitur interior yang menunjang kenyamanan dan kemudahan penggunaan.

Di pasar global, mobil ini memiliki layar sentuh utama berukuran 12,8 inci yang dapat diputar, layar instrumen pengemudi 8,8 inci, serta sistem hiburan DiLink 100. Fitur lainnya mencakup pengenalan suara empat zona, pengisian daya nirkabel untuk ponsel, ventilasi dan pemanas jok depan pada konfigurasi tertentu, serta ventilasi udara untuk penumpang belakang.

Atto 2 juga dilengkapi panoramic glass roof dengan penutup elektrik pada model tertentu. Jok belakang dapat dilipat dengan konfigurasi 60:40 untuk menambah ruang barang. Kapasitas bagasi dalam kondisi jok belakang dilipat diklaim dapat mencapai 1.320 liter.

Sementara itu, Jaecoo J5 EV membedakan kelengkapan fitur berdasarkan varian.

Varian Premium menawarkan jok kulit sintetis, pencahayaan ambient multicolor, panoramic sunroof elektrik, serta ventilasi pada jok depan. Sistem hiburannya menggunakan layar sentuh 12,3 inci dengan dukungan Apple CarPlay dan Android Auto nirkabel.

Untuk varian Standard, Jaecoo menggunakan material fabric premium dan layar multimedia 9 inci. Varian ini juga tidak dilengkapi panoramic sunroof seperti pada versi Premium.

Perbedaan tersebut memberi pilihan kepada konsumen sesuai anggaran dan kebutuhan. Pembeli yang mengutamakan fitur kenyamanan dapat mempertimbangkan varian Premium, sedangkan konsumen yang lebih fokus pada fungsi dasar dapat melihat kelengkapan varian Standard.

Perlu dicatat, daftar fitur BYD Atto 2 di atas merujuk pada konfigurasi pasar global dan belum tentu seluruhnya tersedia pada versi Indonesia.

6. Fitur Keselamatan dan Bantuan Pengemudi

Teknologi bantuan pengemudi atau Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) juga menjadi bahan pertimbangan sebelum membeli mobil listrik.

Pada BYD Atto 2, ketersediaan fitur bantuan berkendara bergantung pada varian dan pasar. Model tertentu menggunakan sistem DiPilot C yang mencakup Highway Navigation on Autopilot serta fitur parkir otomatis.

Sementara itu, Jaecoo J5 EV varian Premium dilengkapi paket 17 fitur ADAS berdasarkan spesifikasi yang tersedia. Fitur yang disebutkan antara lain adaptive cruise control, lane departure warning, dan front collision alert.

Baca Juga :  Harga BBM Naik Imbas Perang Timur Tengah, Mobil Hybrid Jadi Pilihan Hemat di Eropa

Varian Standard tidak memperoleh paket ADAS yang sama dengan varian Premium.

Meski jumlah fitur dapat menjadi bahan perbandingan, konsumen sebaiknya tidak hanya melihat banyaknya fitur. Cara kerja sistem, batasan penggunaan, ketersediaan fitur di Indonesia, serta hasil pengujian keselamatan juga perlu diperhatikan.

Fitur bantuan pengemudi tidak menggantikan kewajiban pengemudi untuk mengendalikan kendaraan dan tetap memperhatikan kondisi jalan.

7. Mana yang Lebih Layak Dipilih?

BYD Atto 2 dan Jaecoo J5 EV memiliki keunggulan yang berbeda. Jaecoo J5 EV terlihat lebih unggul dalam tenaga dan torsi motor listrik berdasarkan spesifikasi yang tersedia. Dimensi bodinya juga lebih panjang dan lebar.

Di sisi lain, BYD Atto 2 menawarkan pilihan kapasitas baterai di pasar global, konfigurasi interior yang beragam, serta teknologi Blade Battery 2.0 dan Flash Charging yang disebut disiapkan untuk pasar Indonesia.

Namun, menentukan pilihan terbaik tidak cukup hanya berdasarkan angka spesifikasi. Harga jual, garansi baterai, layanan purnajual, ketersediaan suku cadang, biaya pengisian, dan nilai jual kembali juga patut diperhitungkan.

Sebelum membeli, calon konsumen perlu membandingkan unit dengan spesifikasi yang benar-benar tersedia di Indonesia. Hal ini penting karena fitur, kapasitas baterai, dan kemampuan pengisian dapat berbeda antara satu pasar dan pasar lainnya.

Menunggu Spesifikasi dan Harga Resmi BYD Atto 2 Indonesia

Kehadiran BYD Atto 2 berpotensi menambah pilihan di segmen SUV listrik ringkas. Jika dipasarkan dengan konfigurasi yang kompetitif, model ini dapat menjadi alternatif bagi konsumen yang membandingkannya dengan Jaecoo J5 EV.

Meski demikian, BYD belum mengumumkan secara lengkap spesifikasi final, harga jual, dan jadwal pemasaran Atto 2 di Indonesia dalam informasi yang menjadi dasar artikel ini.

Karena itu, belum tepat menentukan pemenang mutlak antara keduanya. Jaecoo J5 EV saat ini memiliki keunggulan tenaga berdasarkan data pembanding, sedangkan penilaian terhadap Atto 2 untuk pasar domestik masih menunggu rincian resmi.

Konsumen disarankan memeriksa informasi terbaru dari masing-masing produsen atau dealer sebelum mengambil keputusan pembelian.

FAQ BYD Atto 2 Vs Jaecoo J5 EV

1. Mana yang lebih bertenaga, BYD Atto 2 atau Jaecoo J5 EV?

Berdasarkan spesifikasi yang dibandingkan, Jaecoo J5 EV menghasilkan tenaga 150 kW atau sekitar 201 dk. Sementara itu, BYD Atto 2 versi 70 kW menghasilkan sekitar 94 hp.

2. Berapa kapasitas baterai BYD Atto 2?

Di pasar global, BYD Atto 2 tersedia dengan pilihan baterai 32 kWh, 45,12 kWh, dan 51,13 kWh. Kapasitas baterai untuk versi Indonesia masih perlu dikonfirmasi melalui spesifikasi resmi.

3. Berapa kapasitas baterai Jaecoo J5 EV?

Jaecoo J5 EV menggunakan baterai berkapasitas 60,9 kWh berdasarkan spesifikasi yang menjadi pembanding.

4. Berapa jarak tempuh kedua mobil listrik ini?

BYD Atto 2 memiliki klaim jarak tempuh hingga 501 km berdasarkan CLTC pada konfigurasi baterai tertentu. Jaecoo J5 EV diklaim mencapai 461 km berdasarkan NEDC. Kedua angka menggunakan standar pengujian berbeda sehingga tidak dapat dibandingkan secara langsung.

5. Apakah BYD Atto 2 sudah resmi dijual di Indonesia?

Informasi yang menjadi dasar artikel ini menyebut Atto 2 disiapkan untuk pasar Indonesia, tetapi spesifikasi lengkap, harga, dan jadwal penjualannya belum diumumkan secara lengkap.

6. Apa keunggulan Jaecoo J5 EV?

Berdasarkan data pembanding, Jaecoo J5 EV unggul dalam tenaga dan torsi motor listrik. Varian Premium juga menawarkan fitur kenyamanan dan bantuan pengemudi yang lebih lengkap dibandingkan varian Standard.

7. Apa yang harus diperhatikan sebelum membeli SUV listrik?

Pertimbangkan harga, jarak tempuh aktual, kapasitas baterai, kecepatan pengisian, akses ke SPKLU, garansi baterai, layanan purnajual, dan kelengkapan fitur pada varian yang tersedia di Indonesia.

Berita Terkait

Yamaha XSR900 2027 Warna Neon White, Ini Perubahan Terbarunya
Ducati Desmo450 MX 2027 Terbaru: Mesin, Fitur, dan Spesifikasi
BYD Flash Charging Hadir di Indonesia, Isi Baterai Mobil Listrik 10–70 Persen dalam 5 Menit
Yamaha Grand Filano 2026 Terbaru, Cek Harga, Fitur Hybrid, dan Bagasi 27 Liter
Biaya Mobil Listrik 2026: Pajak Tak Lagi Otomatis Gratis, Berapa Biaya Cas dan Servis?
Denza Z9 GT Terbaru: Desain Sporty, Teknologi Elektrifikasi, dan Kabin Mewah
Honda Stylo 160 2026 Punya Warna Baru, Ini Spesifikasi Mesin dan Fiturnya
Mitsubishi New Xforce ICE Tawarkan Desain Sporty dan Transmisi CVT
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:02 WIB

BYD Atto 2 atau Jaecoo J5 EV? Bandingkan Tenaga, Baterai, dan Fitur

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:00 WIB

Yamaha XSR900 2027 Warna Neon White, Ini Perubahan Terbarunya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Ducati Desmo450 MX 2027 Terbaru: Mesin, Fitur, dan Spesifikasi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:00 WIB

BYD Flash Charging Hadir di Indonesia, Isi Baterai Mobil Listrik 10–70 Persen dalam 5 Menit

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Yamaha Grand Filano 2026 Terbaru, Cek Harga, Fitur Hybrid, dan Bagasi 27 Liter

Berita Terbaru

Otomotif

Yamaha XSR900 2027 Warna Neon White, Ini Perubahan Terbarunya

Sabtu, 17 Okt 2026 - 18:00 WIB