KAYONEWS.CO.ID – Bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed) menjadi perhatian pasar global menjelang keputusan suku bunga pada 28 Oktober 2026. Inflasi yang masih tinggi membuat arah kebijakan moneter AS menjadi sorotan investor, termasuk pelaku pasar di Indonesia.
Berdasarkan data Trading Economics, suku bunga acuan The Fed berada pada kisaran 3,75–4,00 persen setelah kenaikan 25 basis poin pada September 2026. Kenaikan tersebut menjadi yang pertama sejak 2023. Kebijakan itu menunjukkan bahwa tekanan inflasi masih menjadi perhatian utama bank sentral AS.
Ketua The Fed Kevin Warsh belum memberikan kepastian mengenai keputusan pada pertemuan berikutnya. Dalam pertemuan IMF di Bangkok, ia menegaskan tidak ingin mendahului hasil rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC). Warsh juga menyoroti tekanan harga yang masih tinggi di sejumlah negara.
Trading Economics melaporkan bahwa sebagian besar pembuat kebijakan The Fed memperkirakan kenaikan suku bunga tambahan masih mungkin terjadi sebelum akhir 2026. Meski demikian, keputusan berikutnya tetap bergantung pada perkembangan inflasi, kondisi pasar tenaga kerja, dan aktivitas ekonomi AS.
Data ekonomi yang tercantum di Trading Economics menunjukkan inflasi tahunan AS mencapai 3,7 persen pada September 2026. Sementara itu, tingkat pengangguran tercatat 4,2 persen. Kedua indikator tersebut menjadi bagian penting dalam menilai kondisi ekonomi dan menentukan arah kebijakan moneter.
Bagi pasar global, perubahan suku bunga AS dapat memengaruhi pergerakan dolar, imbal hasil obligasi pemerintah, harga emas, dan arus modal internasional. Jika suku bunga bertahan tinggi, aset berbasis dolar berpotensi tetap menarik bagi investor. Namun, pergerakan setiap instrumen juga dipengaruhi kondisi ekonomi dan sentimen pasar.
Indonesia turut menghadapi dampak potensial dari perubahan kebijakan tersebut. Penguatan dolar dapat menambah tekanan terhadap rupiah dan meningkatkan biaya impor dalam mata uang asing. Meski begitu, nilai tukar rupiah juga dipengaruhi kebijakan Bank Indonesia, neraca perdagangan, serta aliran investasi domestik dan asing.
Keputusan suku bunga The Fed dijadwalkan pada 28 Oktober 2026, menurut kalender yang ditampilkan Trading Economics. Investor akan mencermati pernyataan resmi FOMC untuk mengetahui arah kebijakan berikutnya. Hingga pengumuman tersebut keluar, kemungkinan kenaikan maupun penahanan suku bunga belum dapat dianggap sebagai keputusan final. (*)
Editor : Fanda Yosephta









