JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Senin, 12 Oktober 2026. Investor dapat mencermati pergerakan saham BRPT, BUMI, MDKA, dan ITMG.
Berdasarkan riset MNC Sekuritas yang dikutip Bisnis.com, IHSG ditutup naik 1,04% ke level 6.093 pada perdagangan akhir pekan lalu. Secara mingguan, indeks juga menguat 0,94%.
Meski demikian, IHSG belum menembus garis rata-rata pergerakan MA20. Kondisi ini membuat investor perlu memperhatikan potensi penguatan sekaligus risiko koreksi.
Head of Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan IHSG berpeluang menguji area 6.227–6.231. Namun, indeks berisiko terkoreksi apabila menembus level 5.973.
Dalam riset tersebut, area support IHSG berada di level 6.018 dan 5.973. Sementara itu, resistance diperkirakan berada di kisaran 6.297 dan 6.376.
Rekomendasi Saham BRPT, BUMI, MDKA dan ITMG
Saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) menguat 1,08% ke level Rp1.405. MNC Sekuritas merekomendasikan strategi buy on weakness dengan area beli Rp1.300–Rp1.390.
Target harga BRPT berada di Rp1.505 dan Rp1.630. Investor juga perlu memperhatikan batas risiko atau stop loss di bawah Rp1.270.
Berikutnya, saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) naik 3,45% ke level Rp180. Strategi yang direkomendasikan adalah trading buy pada kisaran Rp174–Rp177.
Target harga BUMI berada di Rp192 dan Rp208. Sementara itu, batas stop loss berada di bawah Rp171.
Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) menguat 1,73% ke level Rp2.940. Saham ini direkomendasikan menggunakan strategi buy on weakness dengan area beli Rp2.900–Rp2.930.
Target harga MDKA berada di Rp3.010 dan Rp3.100. Adapun batas stop loss berada di bawah Rp2.870.
Berbeda dengan ketiga saham tersebut, PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) mendapat rekomendasi sell on strength. Saham ITMG naik tipis 0,20% ke level Rp25.375.
Area jual yang dicermati berada di Rp25.450–Rp25.525. Saham ini juga berpotensi mengalami koreksi menuju kisaran Rp23.700–Rp24.325.
Investor Perlu Memperhatikan Risiko Pasar
Proyeksi penguatan IHSG belum menjamin seluruh saham akan bergerak naik. Perubahan sentimen pasar, volume transaksi, dan tekanan jual dapat memengaruhi pergerakan harga.
Karena itu, investor perlu menyesuaikan strategi dengan profil risiko dan melakukan analisis mandiri sebelum mengambil keputusan. Target harga dalam analisis teknikal juga bukan jaminan keuntungan.
Informasi ini bersifat edukatif dan bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.
FAQ
1. Apakah IHSG berpotensi menguat pada 12 Oktober 2026?
IHSG berpeluang melanjutkan penguatan berdasarkan analisis MNC Sekuritas. Namun, risiko koreksi tetap perlu diperhatikan.
2. Berapa target penguatan IHSG?
IHSG berpeluang menguji area 6.227–6.231. Level resistance yang dicermati berada di 6.297 dan 6.376.
3. Saham apa yang direkomendasikan untuk dicermati?
Saham yang menjadi sorotan adalah BRPT, BUMI, MDKA, dan ITMG, dengan strategi teknikal berbeda untuk setiap saham.
4. Berapa target harga saham BUMI?
Berdasarkan riset yang dikutip, target harga BUMI berada di Rp192 dan Rp208, dengan area beli Rp174–Rp177.
5. Apakah rekomendasi saham menjamin keuntungan?
Tidak. Rekomendasi teknikal merupakan analisis berdasarkan kondisi pasar dan tidak menjamin keuntungan. Investor tetap menghadapi risiko kerugian.
Editor : Fanda Yosephta









