Cadangan Devisa Indonesia September 2026 Turun Tipis Jadi US$146,3 Miliar, Ini Penjelasan BI

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2026 tercatat US$146,3 miliar. Angka tersebut turun tipis dibandingkan posisi Agustus sebesar US$146,5 miliar.

Data Bank Indonesia menunjukkan penurunan cadangan devisa mencapai sekitar US$200 juta. Meski turun, posisi tersebut masih dinilai memadai untuk menjaga ketahanan ekonomi Indonesia.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Deny Prakoso mengatakan posisi cadangan devisa tetap relatif stabil. Kondisi tersebut dipengaruhi sejumlah arus penerimaan dan pengeluaran pemerintah.

Menurut BI, penerimaan pajak dan jasa serta penarikan pinjaman luar negeri pemerintah turut menopang posisi devisa. Namun, pemerintah juga melakukan pembayaran utang luar negeri yang jatuh tempo.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Masih Datar, 1 Gram Bertahan di Rp2,5 Juta

Selain itu, Bank Indonesia terus melakukan langkah stabilisasi nilai tukar rupiah. Kebijakan tersebut menjadi salah satu faktor yang turut memengaruhi posisi cadangan devisa sepanjang September 2026.

Dengan posisi US$146,3 miliar, cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan sekitar 5,3 bulan impor. Angka itu juga setara dengan 5,2 bulan impor sekaligus pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Baca Juga :  Akulaku PayLater 2026: Limit, Keuntungan, dan Cara Menggunakannya untuk Belanja Cicilan

Bank Indonesia menilai posisi tersebut masih jauh di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor. Karena itu, cadangan devisa dinilai tetap mampu mendukung ketahanan sektor eksternal.

BI juga melihat prospek ketahanan eksternal Indonesia tetap positif. Cadangan devisa yang memadai dan potensi aliran modal asing menjadi faktor pendukung stabilitas ekonomi nasional.

Ke depan, BI akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah. Langkah tersebut diarahkan untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan. (*)

Editor : FANDA YOSEPHTA

Berita Terkait

Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 8 Oktober 2026 Naik, Cek Daftar Lengkap
Harga Buyback Emas Pegadaian Hari Ini 8 Oktober 2026: Antam, UBS dan Galeri 24 Naik
Harga BBM Pertamina 8 Oktober 2026 Terbaru, Pertamax dan Pertalite Berapa?
Kurs Dolar AS Hari Ini 7 Oktober 2026: Cek Harga BCA, BRI, Mandiri dan BNI
Harga Emas Hari Ini 7 Oktober 2026 Tembus Rp2,58 Juta, Cek Daftar Lengkapnya
KUR Mandiri 2026: Cara Cek Status Pinjaman, Disetujui atau Masih Diproses?
KUR BRI 2026 Rp50 Juta: Syarat, Bunga dan Simulasi Cicilan Terbaru
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 6 Oktober 2026: Antam, UBS dan Galeri 24 Lengkap
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:01 WIB

Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 8 Oktober 2026 Naik, Cek Daftar Lengkap

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Cadangan Devisa Indonesia September 2026 Turun Tipis Jadi US$146,3 Miliar, Ini Penjelasan BI

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:36 WIB

Harga BBM Pertamina 8 Oktober 2026 Terbaru, Pertamax dan Pertalite Berapa?

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:38 WIB

Kurs Dolar AS Hari Ini 7 Oktober 2026: Cek Harga BCA, BRI, Mandiri dan BNI

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:23 WIB

Harga Emas Hari Ini 7 Oktober 2026 Tembus Rp2,58 Juta, Cek Daftar Lengkapnya

Berita Terbaru