OTOMOTIF – Mobil listrik dengan desain menyerupai Toyota Alphard ternyata tidak hanya datang dari produsen otomotif besar. Sebuah perusahaan asal Pakistan, Nora EV, memperkenalkan kendaraan listrik mungil bernama Metro yang memiliki tampilan terinspirasi dari Toyota Alphard dan Vellfire.
Meski membawa gaya minivan premium, ukuran Nora EV Metro justru jauh lebih kecil. Mobil ini memiliki panjang hanya 3.900 mm, sehingga masuk kategori kendaraan kompak.
Nora EV menyiapkan Metro sebagai mobil listrik perkotaan dengan kapasitas lima penumpang. Selain mengandalkan baterai listrik, kendaraan ini juga direncanakan memiliki pilihan range extender untuk memberikan jarak tempuh tambahan.
Desain Mirip Alphard dan Vellfire
Dari tampilan luar, Nora EV Metro terlihat mengambil sejumlah inspirasi dari minivan premium Toyota.
Bagian depannya memiliki gril berukuran besar dengan aksen krom serta saluran udara vertikal. Kombinasi tersebut membuat mobil mungil ini memiliki kesan seperti Alphard atau Vellfire meskipun dimensinya jauh lebih kompak.
Desain serupa juga terlihat pada bagian belakang. Metro menggunakan pintu bagasi dengan bukaan vertikal, spoiler di atap, serta lampu belakang berbentuk segitiga.
Namun, terdapat perbedaan penting dibandingkan Alphard dan Vellfire. Jika minivan Toyota tersebut menggunakan pintu geser elektrik, Nora EV Metro masih memakai pintu konvensional dengan engsel.
Artinya, kemiripan Metro lebih banyak terlihat pada bahasa desain dibandingkan konsep bodi dan kelengkapan fitur.
Ukurannya Lebih Pendek dari Banyak Hatchback
Walaupun membawa tampilan ala minivan premium, Metro mempunyai dimensi yang sangat ringkas.
Panjang bodinya hanya 3.900 mm atau sekitar 3,9 meter. Ukuran tersebut bahkan lebih pendek dibandingkan sejumlah hatchback subcompact yang beredar di Eropa.
Untuk menopang bodinya, Nora EV menggunakan pelek alloy berukuran 14 inci.
Dimensi kecil tersebut menjadi bagian penting dari karakter Metro sebagai kendaraan listrik perkotaan. Mobil berukuran kompak lebih mudah digunakan untuk bermanuver dan mencari ruang parkir di kawasan dengan lalu lintas padat.
Kabin Lima Penumpang dengan Sentuhan Premium
Masuk ke dalam kabin, Nora EV mencoba memberikan kesan kendaraan yang lebih mewah melalui desain dasbor dan kombinasi warna interior.
Metro memiliki konfigurasi lima penumpang.
Desain bagian dasbor sekilas dapat mengingatkan pada konsep layar lebar seperti Mercedes-Benz Hyperscreen. Namun, elemen tersebut sebenarnya berupa panel plastik berukuran besar dengan layar hiburan sederhana di bagian tengah.
Fitur yang disediakan juga cukup berorientasi pada kebutuhan dasar kendaraan modern.
Metro memiliki konektivitas Bluetooth, port USB, tombol start/stop, AC, power window, serta kamera mundur.
Motor Listrik Belakang 4 kW
Beralih ke sektor penggerak, Nora EV Metro menggunakan satu motor listrik yang ditempatkan di bagian belakang.
Motor tersebut menghasilkan tenaga sebesar 4 kW, atau sekitar 5 tenaga kuda.
Angka ini memang sangat kecil jika dibandingkan mobil listrik konvensional yang biasanya mempunyai tenaga puluhan hingga ratusan kilowatt. Namun, karakter tersebut sejalan dengan konsep Metro sebagai kendaraan listrik mungil untuk kebutuhan mobilitas perkotaan.
Platform yang digunakan berasal dari China. Nora EV menyebut pihaknya melakukan sejumlah penyesuaian terhadap platform tersebut agar lebih sesuai dengan kondisi jalan di Asia Selatan.
Perusahaan juga mengklaim melakukan pengembangan pada aspek ergonomi agar kabin tetap nyaman digunakan, termasuk bagi penumpang dengan postur tubuh tinggi.
Tersedia Tiga Pilihan Baterai LFP
Untuk sumber tenaga, Nora EV menawarkan tiga pilihan baterai berjenis lithium iron phosphate (LFP).
Kapasitas yang tersedia terdiri dari:
- 9 kWh
- 15 kWh
- 23,1 kWh
Untuk versi dengan baterai terbesar 23,1 kWh, Nora EV mengklaim Metro mampu menempuh jarak sekitar 250 hingga 300 kilometer dalam satu kali pengisian daya.
Angka tersebut tentunya merupakan klaim produsen. Jarak tempuh aktual dapat berubah tergantung kondisi jalan, kecepatan, muatan, temperatur, penggunaan AC, dan gaya berkendara.
Siapkan Sistem Tukar Baterai
Nora EV juga memiliki rencana untuk mengembangkan jaringan battery swapping station di Pakistan.
Sistem tersebut ditujukan untuk mengurangi kekhawatiran pengguna terhadap jarak tempuh atau range anxiety.
Dengan teknologi penukaran baterai, pengguna tidak harus selalu menunggu proses pengisian ketika baterai mulai habis. Baterai yang sudah terkuras dapat ditukar dengan baterai yang telah terisi, jika jaringan tersebut nantinya tersedia sesuai rencana.
Namun, cakupan dan waktu pengoperasian jaringan penukaran baterai tersebut masih perlu menunggu informasi lebih lanjut dari Nora EV.
Ada Pilihan Range Extender
Menariknya, Metro juga direncanakan memiliki opsi range extender.
Sistem tersebut menggunakan tangki bensin berkapasitas 3 liter yang terhubung ke generator kecil. Generator kemudian digunakan untuk menghasilkan listrik guna menambah jarak perjalanan.
Nora EV mengklaim teknologi tersebut dapat memberikan tambahan jarak tempuh sekitar 150 hingga 180 kilometer.
Konsep ini memberikan alternatif bagi pengguna yang membutuhkan perjalanan lebih jauh, terutama ketika infrastruktur pengisian kendaraan listrik belum merata.
Dikembangkan dengan Manufaktur Lokal Pakistan
Nora EV didirikan pada 2025 oleh Nousheen Azhar dan Ali Raza.
Perusahaan tersebut menyatakan tidak hanya mengandalkan metode perakitan komponen impor dalam bentuk knockdown kit.
Nora EV mengembangkan fasilitas manufaktur lokal di Pakistan untuk memproduksi sejumlah komponen kendaraan. Proses yang dilakukan antara lain pembuatan panel bodi melalui stamping hingga perakitan lampu.
Selain Metro, perusahaan ini memiliki dua model lainnya, yaitu Nora E30 dan Nora Neo.
Nora E30 merupakan SUV listrik berukuran kecil yang desainnya mengambil inspirasi dari Range Rover generasi sebelumnya, sedangkan Nora Neo merupakan hatchback perkotaan.
Saat ini, Nora E30 disebut sebagai satu-satunya model Nora EV yang sudah dipasarkan.
Harga Nora EV Metro Mulai Rp160 Jutaan
Untuk pasar Pakistan, Nora EV menjanjikan Metro akan diluncurkan dengan harga awal di bawah 3 juta Rupee Pakistan.
Nilainya setara dengan sekitar 10.800 dolar AS, atau jika dikonversikan berdasarkan nilai yang tercantum dalam sumber, berada di kisaran Rp160 jutaan.
Harga tersebut merupakan perkiraan berdasarkan harga yang dijanjikan untuk pasar Pakistan, bukan harga resmi di Indonesia.
Sebagai pembanding, Nora E30 yang sudah dipasarkan dibanderol mulai 1.889.000 Rupee Pakistan, atau sekitar 6.800 dolar AS, sebelum pajak pertambahan nilai (GST).
Bukan Alphard Murah, tetapi Mobil Listrik Mungil
Meski tampilan Nora EV Metro mengingatkan pada Toyota Alphard dan Vellfire, kendaraan ini sebenarnya berada di segmen yang sangat berbeda.
Alphard merupakan MPV premium berukuran besar, sedangkan Metro dirancang sebagai mobil listrik kompak dengan motor 4 kW.
Kemiripan desain menjadi daya tarik visual, tetapi konsumen tidak bisa membandingkan keduanya hanya berdasarkan tampilan.
Nora EV Metro lebih tepat dilihat sebagai kendaraan listrik mungil untuk mobilitas perkotaan yang mencoba menghadirkan nuansa desain premium dengan harga yang lebih terjangkau.
Untuk saat ini, Metro masih ditujukan untuk pasar Pakistan dan belum ada informasi mengenai rencana penjualan resminya di Indonesia.
FAQ Nora EV Metro
Apa itu Nora EV Metro?
Nora EV Metro adalah mobil listrik mungil buatan perusahaan otomotif Pakistan, Nora EV, dengan desain yang terinspirasi dari Toyota Alphard dan Vellfire.
Berapa harga Nora EV Metro?
Nora EV menjanjikan harga awal di bawah 3 juta Rupee Pakistan, yang setara sekitar Rp160 jutaan berdasarkan konversi dalam informasi sumber.
Apakah Nora EV Metro dijual di Indonesia?
Belum ada informasi mengenai pemasaran resmi Nora EV Metro di Indonesia. Kendaraan ini disiapkan untuk pasar Pakistan.
Berapa tenaga motor listrik Nora EV Metro?
Metro menggunakan satu motor listrik belakang dengan tenaga 4 kW, setara sekitar 5 tenaga kuda.
Berapa jarak tempuh Nora EV Metro?
Versi dengan baterai 23,1 kWh diklaim mampu menempuh sekitar 250–300 km dalam satu kali pengisian.
Apakah Nora EV Metro menggunakan baterai LFP?
Ya. Nora EV menawarkan baterai LFP dengan kapasitas 9 kWh, 15 kWh, dan 23,1 kWh.
Apakah Metro memiliki mesin bensin?
Metro direncanakan memiliki opsi range extender berupa tangki bensin 3 liter dan generator kecil untuk menghasilkan listrik tambahan.









