NEW YORK — Bursa saham Amerika Serikat bergerak melemah pada Senin, 28 September 2026. Investor kembali mencermati lonjakan harga minyak dan meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.
Indeks utama Wall Street tertekan setelah Presiden Donald Trump menolak proposal Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz. Perkembangan tersebut memicu kekhawatiran baru mengenai pasokan energi global.
Pada perdagangan Senin, Dow Jones turun sekitar 0,7 persen. Sementara itu, S&P 500 melemah sekitar 0,5 persen dan Nasdaq Composite turun sekitar 0,6 persen.
Tekanan terhadap saham terjadi ketika harga minyak kembali melonjak. Harga Brent sempat naik lebih dari 3 persen hingga sekitar US$107 per barel. Sementara itu, minyak WTI berada di kisaran US$94 per barel.
Kenaikan harga minyak kembali menimbulkan kekhawatiran mengenai inflasi Amerika Serikat. Investor juga memperhatikan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang dapat memengaruhi ekspektasi suku bunga.
Saham perusahaan yang sensitif terhadap harga bahan bakar ikut mendapat tekanan. Saham American Airlines turun sekitar 3,8 persen, sedangkan United Airlines melemah sekitar 3,6 persen pada perdagangan tersebut.
Di sisi lain, Nvidia menjadi salah satu saham yang mencuri perhatian setelah mengumumkan rencana pembelian kembali saham senilai US$150 miliar. Kabar tersebut membantu menahan sebagian tekanan di sektor teknologi.
Pergerakan Wall Street selanjutnya akan dipengaruhi perkembangan negosiasi AS-Iran, harga minyak, serta data ekonomi Amerika yang dirilis sepanjang pekan. Investor juga akan mencermati data inflasi dan ketenagakerjaan untuk melihat arah kebijakan moneter berikutnya.
FAQ
Mengapa Wall Street melemah?
Salah satu pemicunya adalah kenaikan harga minyak setelah ketegangan AS-Iran meningkat kembali.
Berapa harga minyak Brent?
Brent sempat naik lebih dari 3 persen hingga sekitar US$107 per barel pada Senin.
Apa hubungan harga minyak dengan saham AS?
Minyak yang lebih mahal dapat meningkatkan biaya perusahaan dan memperbesar kekhawatiran terhadap inflasi.
Mengapa Selat Hormuz penting bagi pasar?
Selat Hormuz merupakan jalur penting perdagangan energi dunia. Gangguan di kawasan tersebut dapat memengaruhi pasokan dan harga minyak.
Apa yang akan diperhatikan investor berikutnya?
Investor akan mencermati perkembangan AS-Iran, harga minyak, imbal hasil Treasury, serta data ekonomi Amerika Serikat. (*)
Editor : Fanda Yosephta









